Merengkuh Pernikahan Sakral Prosesi Angkatan Udara & Tradisional

0
195

Menjalani prosesi pernikahan tradisional sekaligus prosesi angkatan bersenjata khususnya Angkatan Udara jelas jadi sesuatu yang unik. Pernikahan tradisional sakral jadi lengkap.

Siapa yang tahu kita akan berjodoh dengan siapa, dan kapan kita akan bertemu jodoh kita dimana. Tak ada yang bisa memastikan.

Persis dengan pertemuan Keke dan Gusti. Pertemuan tak sengaja yang terjadi di Madiun berlanjut menjadi kisah cinta antara Keke dan Gusti.

Dua bulan setelah resmi berpacaran, Gusti memberanikan diri melamar Keke. Persiapan pernikahan pun dilakukan, sempat terpikir untuk menggunakan jasa wedding organizer, namun akhirnya mama Keke memutuskan untuk mengurus sendiri pernikahan putri tercinta.

Berbekal beberapa tanggal yang diinginkan untuk pernikahan, Keke mulai sibuk mencari gedung. Kebetulan Puri Ardhya Garini yang berlokasi di Halim, masih kosong pada 25 Mei 2007, Keke pun langsung memutuskan untuk mengambil kesempatan itu dengan dua alasan.

Baca Ajeng & Djodi dalam Balutan Tradisi Keraton

Pertama, bertepatan dengan ulang tahun Gusti dan kedua, memudahkan para tamu yang kebanyakan dari kalangan TNI-AU. Keke yang keturunan Sunda dan Jawa Timur, ingin mengenakan busana Jawa pada hari pernikahannya.

Namun karena sulit mencari busana Jawa Timur, Keke dan Gusti mengenakan busana Yogya ketika akad nikah  persembahan dari Ibu Tien Santoso.

Dan karena harus ada prosesi Pedang Pora, untuk resepsi Keke memilih mengenakan busana kebaya modern bernuansa oranye rancangan Inar (Prestige) mendampingi Gusti yang terlihat gagah dalam seragam perwira TNI-AU.

Sungguh sebuah pernikahan yang begitu menawan dengan khidmat.

 

 

 

 

 

Foto: Yulianto Foto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here