Wow! Serunya Pernikahan Selera Nusantara Antari & Zaki

0
95

Pernah lihat pernikahan yang terdiri dari tiga adat tradisional jadi satu? Ya, pernikahan ini memadukan budaya adat Jawa, Aceh dan Madura dengan menawan. Ini pernikahan ‘selera nusantara’!

 

Meski dipersiapkan dalam relatif singkat, pernikahan Antari dan Zaki yang punya unsur Jawa, Aceh, dan Madura berlangsung sesuai harapan dan berkesan.

Baru pacaran selama dua minggu, Zaki yang adalah putra Aceh memberanikan diri melamar ke orangtua Antari, yang sebulan kemudian disusul lamaran kedua orangtuanya.

Zaki sendiri adalah senior Antari di Program Extension Universitas Indonesia, namun mereka tak saling kenal, walaupun kawan-kawan keduanya saling kenal.

Mereka justru berkenalan saat mengurus suatu pekerjaan setelah lulus, dan membina pertemanan selama setahun.

Konsep pernikahan Antari dan Zaki memang direncanakan simpel, tapi berkesan.

 

 

Baca Wah! Ini Toh Prosesi Jika Sang Adik Langkahi Sang Kakak

Masa pacaran tak memberi kesan khusus buat keduanya, karena keduanya langsung disibukkan dengan persiapan pernikahan. Zaki yang perfeksionis lebih banyak sibuk mempersiapkan, sedang Antari yang cenderung cuek tinggal menentukan ya atau tidaknya. Malah karena terlihat ‘seperti orang main-main’, Ibu Antari akhirnya turun tangan membantu.

Saat akad, keluarga Zaki datang dengan berpantun. Sempat keluarga Antari menyangka, mereka akan berpantun dengan bahasa Aceh. Ternyata kemudian, mereka menggunakan bahasa Betawi.

Baru setelah usai berpantun dengan bahasa Betawi, mereka berpantun dengan bahasa Aceh. Cara ini cukup jitu untuk mengundang perhatian, mengingat Antari bertetanggaan dengan banyak orang Betawi.

Baca Saatnya Menikmati Perayaan Cinta dari Pulau Dewata

Salah satu perjuangan yang akhirnya membuahkan hasil manis adalah peminjaman gedung resepsi, yaitu di Sasono Adiguna Taman Mini. Zaki dan Antari sempat memesan gedung lain karena Gedung Sasono Adiguna telah dipesan pasangan lain.

Namun satu setengah bulan menjelang harinya, terdengar kabar bahwa penggunaan Gedung Sasono Adiguno dibatalkan. Dan sesegera mungkin mereka mengulang semua persiapan dari awal. Seperti katering, dekorasi, dan fotografi. Tentu saja karena gedung sebelumnya mensyaratkan penggunaan rekanan mereka, sementara di Gedung Sasono Adiguna lebih fleksibel.

Pasangan Antari dan Zaki ini cukup bersyukur bisa bekerjasama dengan beberapa penyedia jasa pernikahan cukup kooperatif. Misalnya, tata rias oleh Ibu Liza, serta beberapa penyedia jasa pernikahan lain yang dipilih karena peran baik saat digunakan sepupu Antari, seperti foto Radline, Katering Puspa, serta dekorasi K’Yogya yang menggunakan banyak bunga, dekornya baik dan berseni, serta kooperatif.

Seru, bukan?

 

 

Tip Pernikahan Antari & Zaki:

 

#1  Menjalankan prosesi pernikahan itu harus sabar, dan harus bersedia mengalah atau tidak egois.

Prinsipnya, segala kesibukan hanya akan berlangsung selama sekitar dua hari. Jadi tak perlu bersikeras mempertahankan prinsip masing-masing. Misalnya tentang jilbab, akhirnya Antari menyadari bahwa acara ini bukan hanya untuk dia, tetapi juga penting untuk orangtuanya. Antari pun kemudian mau berkompromi dengan orangtuanya untuk mengenakan jilbab hanya saat akad.

 

#2  Jangan gampang menyerah

Meski kadang-kadang kita menginginkan sesuatu yang sulit didapatkan, apabila terus berusaha, niscaya kita bisa mendapatkannya. Seperti halnya Antari dan Zaki saat berusaha mendapatkan gedung yang diinginkan.

 

#3  Banyak berdoa

Tentu saja ini agar segala sesuatu berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana. Ini penting karena bisa saja misalnya, saat momen pengantin dirias untuk pertunangan, lampu kamar tiba-tiba mati, pun setelah diperbaiki. Anehnya, hanya lampu ruang rias yang mati. Setelah beberapa lama, lampu bisa menyala sendiri dan berfungsi kembali seperti biasa. Nah!

 

 

 

Sumber: Majalah Mahligai Indonesia No.04/Thn I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here