Kata Ahli Seputar Pernikahan Tradisional dalam Konsep Modern

0
302
wayang golek
Ilustrasi Wayang Golek - Dok. Majalah Mahligai

Pernikahan tradisional sangat identik dengan serangkaian prosesi yang dilakukan sesuai adat yang berlaku. Ada serangkaian prosesi panjang yang mesti dilakukan oleh kedua mempelai mulai dari pra hingga pasca pernikahan. Tak jarang, bila serangkaian prosesi tersebut terkesan rumit dan merepotkan bagi sang pemangku hajat.

Di sisi lain, perkembangan zaman pun turut memengaruhi calon pengantin masa kini untuk memberi sentuhan modern pada detail pernikahan mereka. Entah itu dari sisi dekorasi pernikahan, prosesi adat, hingga busana yang akan dikenakan. Sah-sah saja bila calon pengantin ingin menerapkan tradisi pernikahan dalam konsep modern. Namun yang perlu diingat, ada baiknya konsep modern tetap diusung dengan tidak melanggar pakem-pakem yang telah ada.

Lantas, apa sajakah rambu-rambu tradisi pernikahan tradisional dalam konsep modern yang perlu diperhatikan? Berikut ini ialah pandangan beberapa praktisi di bidang pernikahan tradisional untuk menjawab hal tersebut.

Zainal Arifin – Zainal Songket

Menurut Zainal Arifin dari Zainal Songket, kesan modern dapat ditampilkan dalam pemilihan busana. Calon pengantin bisa memodifikasi busana pengantin adat sesuai selera. Menurut pria yang juga pemandu adat Palembang ini, ia menyarankan agar pengantin tetap mengenakan kebaya dan kain songket sebagai ciri khas utama pengantin Palembang. Selain itu, putra asli Palembang ini juga memaparkan untuk tidak menghilangkan prosesi adat dalam pernikahan tradisional. Sebagai jalan keluar, cukup mengurangi durasi waktu dan mengambil beberapa prosesi yang penting.

zainal songket
Zainal Songket – Dok Pribadi. Dok. Mahligai

Liza – Sanggar Liza

Senada dengan Zainal, pemilik Sanggar Liza juga menyarankan calon pengantin yang ingin mengusung konsep modern untuk tidak meninggalkan pemilihan kain bawahan sebagai ciri khas daerah asal. Rambu-rambu lain menurut Liza yang perlu diperhatikan ialah jangan mengubah hal-hal kecil yang sangat penting, seperti paes.

Jika berencana mengurangi durasi upacara adat, sebaiknya diskusikan lebih dahulu dengan pemandu upacara adat, MC, dan pihak keluarga agar tidak terjadi salah paham. Konsultasikan pula kepada keluarga besar kedua pihak mempelai agar tidak terjadi percecokan.

Dr. Erna S. Widodo – Kusumo Inten

Lain hal dengan apa yang diungkapkan oleh pemilik Sanggar Kusumo Inten ini. Menurutnya cara memberikan kesan modern pada pernikahan tradisional ialah dengan mengubah cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan zaman, namun tanpa meninggalkan pola dan nilai tradisi yang penuh makna. Mengurangi prosesi adat lebih dimaksudkan pada ritual yang tidak penting, seperti luluran kembang boreh dan tidak mandi beberapa hari karena akan hujan.

Kesan modern dapat diaplikasikan dalam bentuk tata rias yang sudah dimodifikasi sesuai trend saat ini dan disesuaikan dengan selera pengantin tanpa meninggalkan ciri khas tradisionalnya. Selain itu memperhatikan manejemen kualitas pelayanan para vendor seperti penata rias dan pemandu acara juga tak kalah penting dalam menerapkan konsep modern dalam pernikahan tradisional.*

 

Teks. Tim Mahligai-Indonesia

 

LEAVE A REPLY