Ngunduh Mantu Pengantin Jawa

0
2288
Foto: Dokumentasi Ngunduh Mantu Bayu dan Pipi (Majalah Mahligai)

Umumnya, pesta pernikahan adat Jawa merupakan acara yang dihelat pihak pengantin wanita. Sebagai pemangku hajat, keluarga pengantin wanita mengurus hampir seluruh keperluan persiapan acara.

Mulai dari persiapan pra pernikahan hingga saat hari H. Sementara dari pihak  pria, bisa dibilang tidak terlalu banyak berkontribusi atau terlibat dalam persiapan maupun saat acara terlaksana.

Meskipun bukan suatu kewajiban, jika lantas pihak keluarga pengantin pria melaksanakan pesta lanjutan  biasanya karena pesta pertama dilakukan di kota yang berbeda dari domisili atau tempat tinggal keluarga pengantin pria.

Pesta lanjutan ini lazim disebut Ngunduh Mantu.  Ada sebuah ‘keharusan’ bagi masyarakat yang memegang teguh nilai budaya Jawa untuk  mengumumkan pada khalayak dan lingkungan sekitarnya bila dalam keluarganya telah ada anggota keluarga baru, yakni pengantin wanita.

Tradisi Ngunduh Mantu ini biasanya dilaksanakan pada hari kelima setelah sepasang mempelai tinggal di kediaman orang tua pengantin wanita. Oleh karena itu tradisi ini kerap disebut juga sepasaran atau sepekenan. Dalam Bahasa Indonesia, sepekenan artinya lima hari.

Dibandingkan dengan resepsi pertama, Ngunduh Mantu biasanya digelar lebih sederhana, dimana upacara adat tidak dilakukan.  Pada intinya, diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan selamat datang dari wakil keluarga mempelai pria. Selanjutnya, pidato pasrah pengantin atau penyerahan pengantin, diwakili oleh pihak keluarga mempelai wanita.  Kemudian diiringi doa, dan penutuan acara.

Rangkaian Prosesi

  • Sepasang pengantin dan kedua orangtua pengantin wanita beserta rombongan hadir di rumah besan (orangtua pengantin pria), diiringi Gendhing Boyong Pengantin.
  • Orang tua pengantin pria menyambut kehadiran besan (orang tua pengantin wanita) bersama kedua pengantin. Ibu pengantin pria segera melingkarkan kain motif Sidomukti (atau sejenisnya) di bahu kedua mempelai. Selanjutnya berjabat tangan dengan besan. Rangkaian prosesi diiringi Gending Boyong Basuki.
  • Kedua mempelai diiringi kedua orangtua menuju pelaminan. Sebelum kedua mempelai duduk dipelaminan, terlebih dahulu melakukan sungkem kepada kedua orangtua.
  • Kedua mempelai duduk di pelaminan, diapit kedua orangtua. Kedua orangtua mempelai pria selaku pemangku hajat duduk di sebelah kanan pengantin. Sementara kedua orang tua mempelai wanita duduk di sebelah kiri pasangan pengantin.

 

Teks. Theresia Triomegani

 

 

LEAVE A REPLY