Aneka Pertunjukan Seni Saat Prosesi Pernikahan Adat Part-2

0
41
Pernikahan Adat
Instagram/ dilafarah

Tarian, nyanyian dan musiK adalah pelengkap dari rangkaian tata cara tradisi pernikahan. Warisan budaya nusantara ini telah diturunkan sejak zaman dahulu untuk dipertunjukkan saat mengadakan hari berbahagia ini. Tidak hanya sekadar hiburan, namun juga luapan kegembiraan sang mempelai di hadapan para tamunya.

Tarian dan musik adalah bentuk ekspresi kultural. Setiap daerah memiliki kekhasan sendiri dalam tarian dan nyanyian untuk mengiringi mempelai dalam upacara pernikahan. Di budaya apapun, musik dan tarian memainkan bagian penting dalam upacara pernikahan. Sempurnanya sebuah tarian dan alunan musik seakan mengiring pengantin dan para tamu ke dalam kemeriahan suasana.

Baca Artikel Ini: Aneka Pertunjukan Seni Saat Prosesi Pernikahan Adat Part-1

Betawi

Pernikahan Adat
Palang Pintu – Instagram/ info.pelestaribudaya

Tradisi budaya Betawi laksana perpaduan budan dan ciri etnik dari beberapa kebudayaan Arab, India, Tiongkok, Sunda, Jawa, Eropa, dan Melayu. Diiringi suara petasan, rombongan keluarga mempelai pria berjalan memasuki rumah kediaman mempelai perempuan diiringi oleh ondel-ondel, musik tanjidor dan marawis (rombongan pemain rebana yang membawakan shalawat) yang mengiringi pengantin pria menuju kediaman pengantin perempuan.

Dengan gemerlap baju dan perhiasan sang mempelai semakin menambah ceria suasana. Sebagai acara pembuka, ada tradisi Buka Palang Pintu. Prosesi ini merupakan ujian untuk calon mempelai pria sebagai simbol pelindung bagi mempelai perempuan. Seni tari Betawi menjadi Hiburan yang khas ketika mengantar mempelai ke pelaminan.

Seperti Tari Cokek, Tari Belenggo, Tari Japin atau Zapin, Tari Samrah, Tari Uncul, dan Tari Pencak Silat, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara khusus seperti pada acara pernikahan, khitanan dan lain-lain. Alat musik yang digunakan pada musik tanjidor antaranya piston, trombone, bass, dan lainnya. Lagu-lagu yang biasa dibawakan biasanya qasidah. Selain itu, keroncong dan gambang kromong sering melengkapi prosesi pernikahan masyarakat Betawi.

Karo

Di sebelah utara pulau Sumatera, bermukim suku resmi yang disebut Karo. Seperti dengan suku lainnya di nusantara, suku ini juga memiliki ciri khas dalam pernikahan. Warna merah menjadi warna utama yang menghiasi suasana pernikahan, mulai dari baju, dekorasi, dan keperluan lainnya. Dimulai dari perngantin yang diarak ke tempat resepsi, dengan diiringi tarian Lima Serangkai dan alunan gendang yang dikenal dengan Gendang Lima Si Dalinen. Disebut Gendang Lima Si Dalanen karena ensambel musik tersebut terdiri dari lima instrumen musik, yaitu Sarune (aerofon), Gendang Indung (membranofon), Gendang Anak (mebranofon), Gung dan Penganak. Bila menurut pernikahan barat, calon pengantin biasanya para tamu melemparkan bunga sedang pengantin Karo akan dilempar beras oleh para penyambut yang biasanya keluarganya. Beras dilambangkan sebagai benih yang memberi hidup dan diyakini bahwa ritual ini akan segera memberkati pasangan baru dengan anak-anak. Melemparkan beras ini menjadi simbol akan harapan untuk sang pengantin agar dikaruniai kebahagiaan, kesejahteraan dan anak keturunan.

Gorontalo

Pernikahan Adat
Tari Tidi Daa – Instagram/ mantenjawagorontalo

Tentang seni dan budaya, Gorontalo memiliki aneka ragam kesenian daerah, baik tarian, lagu, pantun, alat musik dan adat istiadat yang khas. Dalam upacara pernikahan misalnya, prosesi yang wajib dilaksanakan dapat berlangsung selama beberapa hari.

Seni tari termasuk prosesi yang harus dilakukan oleh masing-masing mempelai. Ada dua tarian yang dilakukan oleh masing-masing mempelai pria dan wanita. Sang mempelai wanita membawakan Tari Tidi Daa atau juga disebut Loi Lodiya di hadapan mempelai dan seluruh tamu. Tarian ini melukiskan keyakinan untuk mengarungi badai yang mungkin terjadi bila nantinya telah menjadi suami isteri. Sedang mempelai pria akan menarikan Tari Molapi Saronde. Saronde, dalam Bahasa Arab sekaligus lantunan doa-doa untuk keselamatan kedua pengantin. Alat-alat music khas Gorontalo bentuknya semacam rebana yang serupa dengan alat musik dari timur tengah, di mana asal-usul kultur Gorontalo selain dipengaruhi oleh budaya portugis, Cina, juga terpengaruh oleh kultur Arab.

Jawa

Pernikahan Adat
Tari Karonsih – Instagram/ rizkirendyarizona

Langkah anggun pasangan pengantin memasuki ruang resepsi didahului oleh seorang Cucuk Lampah dengan diiringi gending Jawa. Sebuah langgam yang sering digunakan adalah Kebo Giro ataupun Kodok Ngorek, langgam ini sama-sama menggambarkan tentang perjalan seorang lajang yang akhirnya bertemu dengan kekasihnya. Opera cinta berupa tarian pun digelar di sela-sela rangkaian acara resepsi. Pertunjukkan tarian semisal Tari Karonsih sendiri melukiskan hubungan cinta kasih antara wanita dan pria.

Selain itu, tradisi pernikahan Solo juga kerap mempertunjukkan Tari Lambangsih. Tarian yang ditemukan oleh seorang empu tari Keraton Kasunanan Surakarta ini, memiliki makna yang mengandung nasihat kepada pasangan pengantin dalam setiap koreografinya. Karena dibawakan secara berpasangan, pria dan wanita, keluwesan gerak dari setiap anggota tubuh merupakan gambaran besarnya cinta di antara pasangan tersebut.

Dengan diiringi gending-gending gamelan, yang menciptakan romansa kerinduan akan adiluhungnya tradisi budaya Nusantara, khusus Jawa. Setiap prosesi punya iringan gending tersendiri. Berikut ini gending yang lazim digunakan adalah:

  1. Datangnya para tamu – Gending Kebo Giro
  2. Datangnya pengantin pria – Gending Ladrang Wilujeng
  3. Sungkeman – Gending Mugi Rahayu
  4. Kirab – Gending Ibu Pertiwi atau Langen Gito Sri Narendro
  5. Bedol Pengantin (pengantin meninggalkan singgasana) – Gending Gleyong

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY