Melamar Mojang Parahiyangan Melalui Tradisi Narosan

0
14173
pengantin sunda
Ilustrasi Pengantin Sunda - Dok. Mahligai

Seperti layaknya pernikahan pada umumnya, lamaran merupakan proses awal sebelum kedua pihak keluarga menikahkan anak mereka. Di bumi Parahiyangan, prosesi lamaran adat Sunda dikenal dengan istilah Narosan.

Salah satu hal menarik yang harus diperhatikan, saat melamar mojang yang diincar, pihak keluarga calon mempelai pria datang ke kediaman keluarga pihak wanita dengan membawa beberapa barang yang sifatnya ‘wajib’. Antara lain adalah lemareun–seperti daun sirih, apu atau kapur sirih, dan gambir yang menyehatkan. Selain itu, juga dibawa satu set busana untuk si gadis.

Sebagai tanda tanggung jawab, sang pria juga membawa cincin tanpa sambungan –biasa disebut cincin belah rotan yang melambangkan bahwa cinta tak ada putusnya. Tak ketinggalan membawa beubeur tameuh–ikat pinggang yang dipakai oleh wanita sebagai penanda ikatan lahir batin. Saat melamar ini, sang pria juga membawa uang yang jumlahnya biasanya sekitar 1/10 dari total uang yang akan dibawa saat srah-srahan.

Neundeun Omong : Pendekatan Awal Lamaran Adat Sunda 

kotak seserahan
Contoh Kotak Seserahan – Dok. Majalah Mahligai

Sebelum ada lamaran resmi, dalam tradisi Sunda di beberapa daerah tertentu dahulu pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Di beberapa daerah di wilayah pasundan kadang-kadang ada yang menggunakan cara dengan saling mengirimi barang tertentu. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok cerutu dan orangtua anak perempuan mengerti dengan maksud itu, maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siam. Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah di teundeunan omong (disimpan ucapannya).

Susunan Acara Prosesi Lamaran Adat Sunda 

Susunan acara lamaran dalam tradisi Sunda secara umum ketika rombongan pihak pria tiba di kediaman pihak wanita, kemudian dibuka dengan sambutan selamat datang selanjutnya doa bersama. Pembawa acara kemudian mempersilahkan pihak keluarga pria mengutarakan maksud dan tujuan kunjungan keluargapria yang disampaikan oleh utusan yang sudah ditugaskan.

ilustrasi pengantin sunda
Ilustasi Pengantin Sunda – Foto. KissU Photography : Dok. Mahligai

Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan penerimaan keluarga pihak perempuan sebagai pertanda diterimanya lamaran oleh pihak wanita. Selanjutnya ibu calon mempelai pria menyampaikan secara simbolis, menyerahkan hantaran lamaran kepada ibu calonmempelai wanita. Acara dilanjutkan pemasangan cincin tunangan oleh ibu pihak calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita. Dan sebaliknya, cincin dipasangan oleh ibu calon mempelai wanita kepada calon mempelai pria. Pemasangan cincin atau pertunangan tersebut merupakan salah satu tradisi lamaran adat Sunda sejak dulu.

Dalam acara lamaran, kedua pihak keluarga juga membicarakan kapan dan bagaimana acara akad nikah diselenggarakan. Soal biaya yang diperlukan juga termasuk pembahasan dalam acara lamaran. Meski hal tersebut sebagai pembicaraan awal anktara kedua pihak keluarga calon pengantin, namun ada sejumlah kesepakatan yang telah dibuat, antara lain mengenai pembagian biaya pernikahan, mas kawin dan sebagainya.

Acara lamaran diakhiri dengan pembacaan doa yang berisi harapan agar segala sesuatu rencana pernikahan nantinya berjalan lancar. Acara akhir ramah tamah, dengan makanan yang disediakan pihak keluarga mempelai wanita.*

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia 

LEAVE A REPLY