Isi Paningset dalam Prosesi Lamaran adat Jawa Solo

0
61
paningset
Dok. AA Foto. Sumber KRAy. Tg.Ami Soekardi & Berbagai Sumber. Terima kasih kepada Widya & Irwan

Lamaran merupakan prosesi pernikahan yang selalu ada dalam prosesi pernikahan adat Nusantara. Meskipun tiap daerah memiliki tradisi dan ritual tersendiri, namun intinya prosesi ini bertujuan untuk menyampaikan maksud calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita.

Dalam prosesi pernikahan adat Jawa Solo prosesi lamaran dikenal dengan istilah panembung. Salah satu keunikan prosesi lamaran Jawa Solo ialah adanya paningset – istilah umum disebut srah-srahan.

Benda paningset ini akan diberikan oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita sebagai sarana pengikat perjodohan. Untuk ketentuan waktunya, paningset akan diserahkan paling lambat lima hari sebelum pernikahan. Namun belakangan acara penyerahan paningset sering digabungkan bersama dengan upacara midoderani.

Adapun isi paningset yang diberikan terdiri dari empat jenis yaitu; paningset utama, abon-abon paningset, pengiring paningset, dan sesaji pelengkap paningset.

Dilansir dari edisi ke-4 Majalah Mahligai, kali ini kami hadirkan apa saja benda yang termasuk pada tiap jenis paningset tersebut

1. Paningset utama

a. Kain Bathik Truntum berupa latar hitam dengan tebaran bunga-bunga tanjung yang melambangkan bintang pada malam hari. Maknanya bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, seperti terang-gelap, suka-duka, kaya-miskin, dan seterusnya. Apabila sedang mendapat pepeleng atau cobaan, kiranya segera mendapat pepadhan, bagai bintang di malam hari.

b. Cincin sebanyak dua buah berbentuk lus seser yang tidak ada ujung pangkalnya. Diibaratkan cinta kasih kedua insan ini akan selalu mengikat tiada berakhir selamanya, selain hanya dalam kuasa Yang Maha Esa.

c. Kasemakan (bra) adalah penutup dada. Benda ini menjulukan makna sebagai penutup payudara. Inilah simbol kesusilaan, maksudnya jalan yang ditempuh dalam menjodohkan anak adalah dengan tata susila.

d. Stagen adalah kain tenunan selebar 12 cm dan panjangnya hingga 4 ,5 m dari benang lawe besar, untuk mengikat perut saat mengenakan kain batik. Makna kain stagen sebagai paningset dalam tradisi ini adalah mengikat kesepakatan yang telah dicapai dalam menjodohkan anak. Stagen simbol yang berisi harapan bahwa perkawinan nanti kuat dalam menjalani segala kondisi dalam berumah tangga.

e. Kain Sindur adalah sejenis kain rimong atau selendang yang berwarna merah dan putih. Warna merah melambangkan wanita dan putih melambangkan pria yang diharapkan bisa menyatu untuk melanjutkan keturunan.

Abon-abon paningset

a. Jeruk Gulung atau Jeruk Bali. Buah ini merupakan lambang dalam berbesanan artinya mereka sudah siap menjalankan kewajiban sesuai dengan kedudukannya dan sudah dipikirkan secara mendalam.

b. Nasi golong. Nasi yang dibentuk menjadi bulatan. Yang diperlukan adalah sebanyak dua buah. Nasi golong menggambarkan suatu tekad dalam menjodohkan anak dengan penuh rasa tanggung jawab.

c. Tebu Wulung  berwarna merah muda. Tebu ini melambangkan sumber rasa manis. Hal ini menjadi harapan cita-cita bahwa di dalam kehidupan berkeluarga nanti akan selalu mendapatkan kehidupan yang serba manis.

d. Pisang Ayu dan Suruh Ayu. Paningset berupa pisang raja setangkep. Pisang raja dipilih karena raja adalah seorang yang berkedudukan tinggi dan luhur. Harapannya pasanngan ini kelak bisa mencapai kedudukan yang tinggi. Sedangkan makna suruh ayu adalah mengandung harapan bahwa kelak keluarga selalu rukun. Hal ini tercermin dari sifat daun suruh, yang meski permukaan atas dan bawahnya berbeda namun jika digigit rasanya akan sama.

3. Pangiring Paningset

Pangiring paningset berisi hasil bumi maupun barang kebutuhan wanita. Tujuannya untuk membantu meringankan anggaran tuan rumah dalam penyelanggaraan hajat. Pada zaman sekarang paningset pengiring pun kini kebanyakan sudah diganti dengan uang untuk membantu penyelenggaraan perkawinan.

4. Sesaji pelengkap paningset

a. Sepasang angsa atau ayam hidup, agar jodoh kedua mempelai abadi.
b. Dua buah kelapa gading atau kelapa cangkir muda sebagai perlambang ketajaman pikiran.
c. Dua batang tebu wulung sebagai simbol keteguhan hati.
d. Bahan-bahan jamu misalnya jahe, kunyit, kencur sebagai lambang kesehatan.

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia
Dok. Majalah Mahligai Edisi ke-4

 

 

LEAVE A REPLY