Prosesi Mappacci dalam Pernikahan Adat Bugis Sulawesi Selatan

0
1424
mappacci - bugis - pernikahan adat bugis
Instagram/ callalilyparty

Bugis merupakan salah satu kelompok etnik dari Sulawesi Selatan yang cukup terkenal di Indonesia, terutama karena budayanya. Dalam pernikahan adat Bugis, dikenal prosesi Mappacci yang harus dilakukan calon pengantin wanita di malam menjelang hari pernikahannya. Mirip dengan Malam Bainai dalam tradisi pernikahan Minangkabau, saat Mappacci atau malam pacar, pengantin wanita dipakaikan pacar di kedua tanggannya.

Makna dalam Prosesi Mappacci

Untuk menghias tangan, suku Bugis menggunakan daun pacar (Lawsania Alba) atau daun pacci dalam Bahasa Bugis. Daun pacci menjadi lambang kesucian dan jiwa yang bersih dalam masyarakat Bugis itu sendiri.

Prosesi Mappacci diawali dengan mappanre temme (khatam al-Quran) dan barazanji. Hal tersebut menjadi arti bahwa prosesi Mappacci merupakan upaya dalam pensucian tidak hanya raga namun juga jiwa si calon pengantin.

Baca Artikel Ini: Enam Hal Penting Prosesi Mappacci Pengantin Bugis Makassar

Tata Cara Mappacci

Pertama-taman, pengantin wanita atau yang dalam Bahasa Bugis biasa disebut padduppa, dijemput menuju pelaminan. Kemudian pengantin dipersilakan duduk berdekatan dengan para pendampingnya. Acara dipimpin oleh orang yang benar memahami pernikahan adat Bugis.

Daun pacci yang telah ditumbuk halus dibentuk bulat, lalu kemudian diletakkan dan diusap ke tangan calon pengantin sambil diiringi doa agar calon mempelai dapat memiliki rumah tangga yang bahagia. Urutan pemakaiannya dimulai dari kanan kemudian ke kiri.

Orang yang diminta memakaikan pacci pada calon mempelai biasanya merupakan orang-orang yang mempunyai kehidupan rumah tangga bahagia dan memiliki kedudukan sosial yang baik. Jumlah orang yang meletakkan pacci pun tidak boleh ditentukan sembarangan. Untuk golongan bangsawan tertinggi jumlahnya 2 x 9 orang (duakkasera dalan bahasa Bugis). Untuk golongan bangsawan menengah sebanyak 2 x 7 orang (duappitu). Sedangkan untuk golongan di bawahnya bisa 1 x 9 atau 1 x 7 orang.

Orang-orang yang telah memberikan pacci biasanya akan diberikan hadiah berupa rokok sebagai tanda penghormatan. Zaman dahulu, masyarakat memberikan sirih lengkap dengan segala isinya sebagai hadiah. Namun, saat ini sudah jarang orang yang memakan sirih sehingga diganti dengan rokok.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here