Serunya Acare Ngerudat Ala Pengantin Betawi

0
100
Pernikahan Adat Betawi
Dok. Mahligai Indonesia

Ngerudat (mengiringi/ ngarak calon pengantin pria) merupakan prosesi iring-iringan rombongan calon mempelai pria menuju ke kediaman calon pengantin wanita, berlangsung menjelang upacara Akad Nikah. Keberangkatan rombongan ini disebuat rudat yang artinya mengiringi calon tuan mantu menuju rumah calon none mantu untuk melaksanakan pernikahan.

Rombongan membawa perlengkapan dan bawang seserahan kepada calon mempelai wanita. Adapun ragam jenis barang bawaan adalah sebagai berikut:

  • Sirih nanas lamaran dan sirih nanas hiasan, lambang pernyataan hormat dan ungkapan rasa gembira pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga perempuan karena telah menerima lamaran.
  • Mahar atau mas kawin, ketika dibawa diapit oleh sirih nanas lamaran
  • Miniatur mesjid yang berisi sejumlah uang belanja sesuai pembicaraan
  • Sepasang roti buaya, yang perempuan menggendong buaya kecil dipunggungnya, sebagai lambang berakhirnya masa lajang. Menurut pengertian orang Betawi, buaya adalah sejenis satwa yang ulet, panjang umur, kuat dan juga sabar serta setia.
  • Kekudang, yaitu makanan yang disukai oleh calon pengantin wanita sejak kecil sampai dewasa.
  • Kue penganten, biasanya kue kembang (tart) yang dihias.
  • Pesalin atau hadiah lengkap, berupa seperangkat bahan pakaian wanita, kain, selop, alat kecantikan dan sebagainya.
  • Shie berupa kotak kayu segi empat dengan ukiran gaya Cina berisi sayuran.
  • Beberapa nampan kue khas Betawi (dodol, wajik, geplok, tape uli, kue lapis, dll).
  • Satu Perangkat Idam-idaman, yaitu bermacam-macam buah-buahan yang ditempatkan dalam wadah berbentuk perahu sebagai lambang kesiapan pasangan pengantin mengarungi bahtera kehidupan.

Rombongan rudat terdiri dari:

  • Dua orang lelaki setengah baya berbaju jas kain serebet yang bertugas sebagai juru bicare.
  • Dua orang jago sebagai pengawal calon tuan mantu berpakaian pangsi.
  • Calon tuan mantu berpakaian jas kain serebet diapit encang encing dari pihak babe dan enyak.
  • Rombongan rebana ketimpring atau rebana ngarak.
  • Tiga orang pemuda memakai pakaian sedarie membawa sirih nanas lamaran, mahar dan sirih nanas hiasan.
  • Tiga orang pemuda membawa miniature masjid, kekudang, dan kue susun pengantin.
  • Beberapa pemuda membawa roti buaya, sie, pesalin. Idam-idaman dan sebagainya.

Suasana meriah menyertai kehadiran rombongan, karena petasan pun dipasang sebagai tanda bahwa rombongan hampir tiba. Pihak calon none mantu akan membalas membunyikan petasan sebagai informasi segala sesuatu sudah siap. Komunikasi semasa ‘purba’ yang masih tetap dilestarikan.

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY