Tahapan Pernikahan Adat Sumatera Bagian Timur

0
436
Pernikahan Adat Melayu
Instagram/ momenticapicturess

Etnis Melayu tersebar di wilayah pesisir Sumatera bagian timur, Riau, Kepulauan Riau dan seterusnya, di mana masing-masing memiliki tradisi pernikahan tersendiri. Kami mengulas budaya dan tata cara adat pernikahan menurut tradisi Melayu Sumatera bagian timur.

Merisik

Salah satu keluarga atau seseorang diutus oleh pihak calon pengantin pria untuk meneliti atau mencari informasi mengenai salah satu keluarga lain yang mempunyai anak gadis. Tugas yang diamanatkan adalah untuk mengetahui apakah anak gadis tersebut dapat dilamar, atau belum mempunyai ikatan dengan kemungkinan pihak pria untuk melamar. Utusan tersebut tentunya menanyakan beberapa mas kawin/ mahar dan persyaratan apa saja yang diminta oleh keluarga wanita.

Meminang

Meminang dalam istilah Melayu sama dengan melamar. Acara ini diselenggarakan pada hari yang telah disepakati bersama. Setelah melalui penentuan hari baik menurut perhitungan adat serta orang tua, pihak keluarga calon pengantin pria yang dipimpin oleh keluarga terdekat akan melaksanakan lamaran secara resmi kepada keluarga calon pengantin wanita. Biasanya acara meminang ini diungkapkan dengan berbalas pantun.

Secara tradisi, pihak keluarga pria membawa sejumlah tepak sirih – paling sedikit lima buah; terdiri dari tepak pembuka kata, tepak merisik, tepak meminang, tepak ikat janji, tepak bertukar tanda dan beberapa tepak pengiring.

Berinai

Biasanya berlangsung pada satu hari atau satu malam sebelum acara akad nikah. Melalui serangkaian adat, calon pengantin wanita didudukkan di atas pelaminan. Rangkaian acara ber-inai diawali dengan acara tersendiri, yakni khatam Al-Quran yang dilaksanakan oleh keluarga-keluarga terdekat. Selanjutnya, calon pengantin wanita akan melaksanakan upcara di-Tepung Tawari. Ritual Tepuk Tepung Tawar adalah suatu upacara adat budaya Melayu peninggalan para raja terdahulu.

Pernikahan Adat Melayu
Instagram/ zaidinphotography

Pemberian ‘tepung tawar’ kepada calon mempelai biasanya diiringi doa dan harapan yang dipimpin oleh orang yang dituakan; dilakukan oleh orang tua, sesepuh dan tokoh adat yang dihormati. Selanjutnya, calon pengantin wanita akan diberi daun inai yang telah ditumbuk halus pada kuku-kuku jari tangan dan kakinya. Malam berinai lazim dimeriahkan dengan iringan bunyi-bunyian seperti gendang dan nyanyian lagu-lagu Melayu lama, ataupun diadakan tari gambus.

Menikah

Pada hari yang telah ditentukan, calon mempelai pria diantar oleh rombongan keluarga menuju ke tempat kediaman calon pengantin wanita. Biasanya calon mempelai pria berpakaian haji (memakai topi haji dan jubah). Kedatangan keluarga mempelai pria sambil membawa mahar atau mas kawin, tepak sirih adat, barang hantaran atau seserahan yang telah disepakati sebelumnya. Selain itu, juga menyertakan barang-barang pengiring lainnya seperti kue-kue dan buah-buahan. Prosesi berikutnya adalah pelaksanaan akad nikah.

Pernikahan Adat Melayu
Instagram/ momenticapictures

Bersanding

Upacara ini dilaksanakan setelah resmi akad nikah. Prosesi bersanding merupakan acara resmi bagi kedua pengantin akan duduk di atas pelaminan yang sudah dipersiapkan. Terlebih dahulu pengantin wanita didudukkan di atas pelaminan, dan menunggu kedatangan pengantin pria. Kehadiran pengantin pria diarak dengan upacara penyambutan dan berbalas pantun.

Rangkaian prosesi bersanding yakni acara penyambutan pengantin pria, hampang Pintu, dan Tepung Tawar. Kehadiran pengantin pria disertai rombongan pengiring dalam jumlah cukup banyak, terdiri dari:

  • Barisan Pulut Kuning beserta hulubalang pemegang tombak kuning.
  • Wanita (Ibu) pembawa tapak sirih
  • Wanita (Ibu) pembawa beras kuning (Penabur)
  • Pengantin Pria berpakaian lengkap
  • Dua orang pendamping mempelai pria, mengenakan pakaian adat Teluk Belanga.
  • Pemegang payung kuning
  • Orang tua mempelai pria
  • Saudara-saudara kandung pengantin pria
  • Kerabat atau sanak famili

Kedatangan rombongan disambut pencak silat dan Tarian Penyambutan. Di pintu gerbang kediaman mempelai wanita, dilaksanakan ritual saling tukar tepak sirih dari kedua pihak keluarga mempelai, sambil berbalas menaburkan beras kuning. Selanjutnyam dilakukan acara ‘Hempang Pintu’ (berbalas pantun) oleh kedua juru bicara pengantin.

Pernikahan Adat Melayu
Instagram/ martalovia

Saat itu, pihak keluarga mempelai perempuan telah menghempang kain sebagai ‘penghalang’ di depan pintu tempat upacara. Selendang baru akan dibuka setelah pihak mempelai pria terlebih dulu menyerahkan Uncang (kantong pindi) kepada pihak pengantin wanita. Ritual ini disebut sebagai “Hempang Pintu’. Sesampainya di depan pelaminan, pihak mempelai pria kembali dihadang oleh pihak mempelai wanita.

Selanjutnya dilaksanakan berbalas pantun, yang intinya pihak pria meminta izin bersanding di pelaminan bersama pengantin wanita. Setelah menyerahkan uncang (kantong pindi) berisi uang, maka kain penghalang dibuka dan mempelai pria siap bersanding di pelaminan. Kedua mempelai duduk di pelaminan, selanjutnya dilaksanakan upacara Tepung Tawar.

Tepuk Tepung Tawar

Ritual adat ini merupakan ungkapan rasa syukur dan pemberian doa harapan kepada kedua mempelai, yang dilakukan oleh para sesepuh keluarga dan tokoh adat. Dengan cara menepukkan daun-daunan (antara lain daun setawar, sedingin, ganda rusa, sirih, hati-hati, sijuang dan seterusnya) yang diikat jadi satu dan dicelup ke air harum serta beras kunyit sangria, lalu ditepukkan kepada kedua mempelai.

Kelengkapan penabur ini biasanya menggunakan bahan seperti beras basuh, beras putih, beras kunyit, ataupun beras kuning serta bunga rampai. Kesemua bahan ini digunakan tentunya mengandung makna mulia.

Pernikahan Adat Melayu
Instagram/ gunawanws_gunssalon

Sesuai tradisi, sesepuh seusai melakukan tepuk tepung tawar akan mendapatkan bingkisan berupa ‘bunga telur’ – yakni berupa bunga yang dibuat dari kertas diikatkan pada sebatang lidi yang telah disertai telur diikat benang merah, sebagai ungkapan terima kasih dari pihak pengantin. Namun sesuai perkembangan zaman, ungkapan terima kasih atau suvenir tersebut kini telah diubah bentuk maupun jenisnya, disesuaikan dengan kemajuan zaman maupun kondisi keluarga mempelai.

Berdimbar

Seusai acara Bersanding, keesokan harinya diadakan acara Mandi Berdimbar. Biasanya dilaksanakan pada sore atau malam hari. Mandi Berdimbar ini dilaksanakan di depan halaman rumah yag dipercantik dengan hiasan-hiasan dekoratif khas Melayu. Ritual memandikan kedua mempelai ini cukup meriah, karena juga disertai acara saling menyemburkan air. Undangan yang hadir pun bisa ikut basah, karena seusai menyirami pengantin kemudian para undangan biasanya juga akan saling menyiram. Ritual tersebut kini sudah mulai jarang dilakukan.

Teks Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY