Tata Cara Prosesi Adat Pernikahan Etnis Tionghoa

0
6959
Tata Cara Prosesi Adat Pernikahan Etnis Tionghoa
Pengantin Peranakan - Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Dari berbagai suku di Indonesia, kalangan Peranakan Cina atau etnis Tionghoa merupakan suku yang masih kerap melaksanakan tradisi warisan leluhurnya. Tradisi tersebut tentu merupakan hasil peleburan budaya Tiongkok dengan tradisi kultur Nusantara.

Seperti halnya kebudayaan-kebudayaan lain, etnis tionghoa pun memiliki keunikan dalam hal upacara pernikahan. Di Indonesia sendiri hanya di beberapa daerah tertentu saja etnis Tionghoa yang terlihat mempertahankan tata cara tradisional. Sebutlah mereka yang berdomisili di Tangerang, Makassar dan Padang. Simak tata cara adat pernikahan etnik Peranakan Cina dalam bentuk yang sudah lebih disederhanakan.

Sangjit

Dalam tradisi Hokkian, Sangjit awal mulanya merupakan acara penentuan hari, tanggal dan waktu yang baik untuk melaksanakan pernikahan. Namun seiring berjalannya waktu, acara Sangjit dilaksanakan lebih kepada acara penyerahan mahar kepada pengantin wanita.

Benda-benda Sangjit ditempatkan di atas nampan atau boks yang dibawa oleh para pria atau gadis lajang dari pihak calon mempelai pria. Dalam budaya kalangan Peranakan Cina, seserahan tidak diambil seluruhnya, melainkan diambil hanya separuhnya, sementara sisanya dikembalikan pada pihak pria. Pihak calon mempelai wanita kemudian akan memberikan balasan, antara lain berupa permen atau coklat manis dan kue-kue untuk dibawa pulang pihak pengantin pria sebagai harapan bahwa hubungan antara kedua pihak akan selalu manis.

Selain itu, ada juga tradisi bagi pihak calon pengantin wanita memberikan balasan berupa perlengkapan keperluan pria (baju, baju dalam, sapu tangan – tergantung kemampuan pihak calon mempelai wanita). Prosesi ini juga unik, karena wakil keluarga wanita memberikan ang pao kepada setiap pembawa seserahan, jumlahnya bervariasi, karena ini hanya sebagai simbolisasi penghargaan atas peran serta mereka.

Menata Kamar Pengantin

Setelah prosesi lamaran dan Sangjit dilaksanakan, maka dilaksanakan prosesi menata kamar pengantin di kediaman pengantin pria. Prosesi ini sebagai simbolisasi bahwa sang pria telah siap menjadi pemimpin keluarga.

Tata Cara Prosesi Adat Pernikahan Etnis Tionghoa
Pengantin Peranakan – Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Chio Thao

Ini merupakan bentuk penghormatan kepada Tuhan, leluhur dan alam. Chio Thao sangat penting dalam tradisi Tionghoa, maka dari itu tradisi Chio Thao wajib dilaksanakan sebelum hari pernikahan. Acara Chio Thao, dilaksanakan dengan urutan menyalakan lilin oleh kedua orang mempelai dan pada saat menjelang dini hari atau pagi hari menjelang pernikahan.

Merias Rambut

Di kediaman mempelai wanita berlangsung upacara merias/menyisir rambut yang dipandu oleh good luck women (pemandu upacara adat Tionghoa) yang dimaksudkan untuk menyucikan dan melindungi mempelai dari pengaruh tidak baik.

Makan 12 Sayur dan Suapan Terakhir

Sebelum acara pesta pernikahan ada ritual makan 12 jenis sayur di kediaman masing-masing mempelai. 12 belas jenis sayur merupakan simbol mempelai siap menghadapi berbagai kondisi kehidupan. Dalam prosesi ini juga berlangsung acara ketika kedua orang tua masing-masing mempelai memberikan suapan terakhir kepada anak mereka.

Penjemputan Mempelai Wanita

Pada hari berlangsungnya pesta pernikahan, maka dilaksanakan ritual penjemputan mempelai wanita. Sebagai rangkaian penjemputan atau pamitan kepada keluarga mempelai wanita maka dilaksanakan acara Teh Pai (menyajikan teh kepada orang tua dan sesepuh keluarga pengantin wanita) oleh kedua mempelai.

Prosesi di Kediaman Mempelai Pria

Setelah menjemput pengantin wanita, maka dilaksanakan upacara sembahyang dan permohonan doa restu kepada leluhur mempelai pria. Setelah sembahyang, dilanjutkan acara Teh Pai kembali hanya saja kali ini untuk menghormati orang tua dan sesepuh dari keluarga pengantin pria.

Teh Pai

Ritual menyajikan teh kepada orang tua ini merupakan ritual yang menyimbolkan penghormatan kepada orang tua sebelum kedua mempelai menjalani kehidupan rumah tangga baru. Prosesi ini dahulu selalu berlangsung di kediaman pria dan wanita, namun saat ini kebiasaan Teh Pai hanya dilakukan secara bersamaan di acara resepsi.

 

Teks: Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY