Ternyata Begini Prosesi Pernikahan Suku Biak dari Papua. Unik, lho!

0
4934
pengantin suku biak papua
Ilustrasi - Dok. Okezone.com

Papua merupakan daerah di ujung timur Indonesia yang memiliki beragam suku dan bahasa. Keragaman tersebut bahkan bisa terlihat di dalam satu wilayah kabupaten. Nah, salah satu yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah suku Biak, yang ternyata memiliki prosesi adat pernikahan yang sangat unik. Aturan adat ini berasal dari tetua adat atau leluhur yang masih dijalankan sampai saat ini.

Melamar

Sama seperti aturan adat di wilayah lainnya, suku Biak pun menjalankan prosesi lamaran sebelum melakukan pernikahan. Bedanya, ada dua jenis lamaran yang disebut sanepen dan fakfuken.

Beberapa masyarakat suku Biak gemar menjodohkan anak-anaknya ketika masih kecil. Proses pinangan yang dilakukan antar pihak orang tua ini disebut sanepen. Sedangkan fakfuken merupakan prosesi lamaran yang ditujukan pada pihak keluarga perempuan setelah kedua calon mempelai berumur minimal 15 tahun.

Saat fakfuken, pihak laki-laki membawa tanda perkenalan (kaken) berupa gelang atau kalung dari manik-manik. Jumlah kaken yang diserahkan tergantung dari kemampuan pihak keluarga laki-laki. Pihak keluarga perempuan juga akan memberikan kaken jika menerima lamaran tersebut.

Selanjutnya, kedua belah pihak akan menentukan mas kawin yang akan diberikan pihak laki-laki ke pihak perempuan. Konon, zaman dulu laki-laki yang berasal dari kalangan terpandang akan memberikan mas kawin berupa perahu. Sedangkan kebanyakan orang akan memberikan gelang dari kulit kerang (kamfar). Kini, seiring perkembangan zaman, banyak pula yang memberikan perhiasan perak sebagai mas kawin.

Setelah penentuan mas kawin, pihak orang tua dari kedua belah pihak akan mendatangi tetua adat (orang yang sangat dihormati) untuk menanyakan beberapa hal mengenai pernikahan, salah satunya adalah menanyakan hari baik. Persiapan pernikahan biasa mulai dilakukan satu minggu sebelum hari H

Persiapan Pernikahan

Proses persiapan dimulai dengan acara makan bersama dengan semua saudara laki-laki dari pihak ibu kedua mempelai. Keesokan harinya, pengantin perempuan akan dihias dan diantar ke rumah mempelai laki-laki, tempat prosesi pernikahan berlangsung. Saat menikah, kedua pengantin mengenakan pakaian adat dan perhiasan-perhiasan khas suku Biak.

Upacara Pernikahan

Acara pernikahan diawali dengan penyerahan seperangkat benda pusaka seperti panah, parang dan tombak oleh kerluarga wanita ke pihak laki-laki. Hal tersebut menjadi simbol bahwa pihak keluarga sudah sepenuhnya menyerahkan anak gadisnya kepada keluarga laki-laki. Pihak laki-laki pun membelas dengan memberikan hal yang sama sebagai simbol bahwa keluarga laki-laki menerima gadis tersebut dan akan menjaganya seperti anak sendiri.

Acara berlanjut dengan pemberian sebatang rokok seperti cerutu yang wajib dihisap oleh kedua mempelai, dimulai dengan pengantin laki-laki. Kemudian, tetua adat akan memberikan masing-masing satu untuk kedua mempelai. Prosesi ini diiringi dengan doa dan mantera yang dibacakan tetua adat.

Doa yang diberikan biasanya berupa permohonan restu pada Yang Maha Kuasa dan harapan agar kedua mempelai senantiasa bahagia dalam bahtera rumah tangganya. Seusai doa, kedua mempelai saling menyuapi ubi. Pernikahan suku Biak diakhiri dengan acara makan-makan bersama keluarga besar.

Teks: Elsa Faturahmah

Sumber: http://budaya-indonesia.org

LEAVE A REPLY