Upacara Momondho dan Modutu : Prosesi Pra Pernikahan Adat Gorontalo

0
2804
pengantin gorontalo
Ilustrasi Pengantin Gorontalo - Foto Dito Jati Photography. Dok Mahligai

Gorontalo, salah satu wilayah yang terletak di Pulau Sulawesi ini ternyata punya serangkaian prosesi pernikahan yang menarik untuk disimak. Sebelum tiba saatnya pada hari pernikahan, kedua calon mempelai beserta pihak keluarga harus terlebih dahulu menjalankan prosesi adat seperti upaca Momondho dan upacara Modutu.

Masing-masing upacara tersebut tentu memiliki simbolisasi dan makna unik yang erat kaitannya dengan kearifan lokal. Meskipun kini banyak calon pengantin yang tidak lagi menjalankan upacara Momondho dan Modutu secara saklek, namun tak ada salahnya bila kita mengetahui informasi tersebut selengkapnya di sini.

Upacara Momondho

Upacara Momondho sendiri berati pengesahan bahwa kedua mempelai siap untuk menikah.  Biasanya upacara Momondho digelar 40 hari sebelum hari H. Pada upacara ini calon pengantin akan menerima petuah-petuah sebagai bekal berumah tangga. Selain itu, upacara ini juga bertujuan mempersiapkan calon pengantin wanita agar tampil cantik dan prima saat menjadi ratu sehari di hari pernikahan nanti.

Calon pengantin wanita akan memeroleh perlakukan khusus sejak upacara Momondho digelar. Dibantu oleh sanak saudara, ia akan melakukan serangkaian ritual perawatan tubuh dengan bahan tradisional. Salah satu bahan populer ialah lulur yang terbuat dari bahan rendaman beras dan kulit batang pohon mangga yang digerus. Konon campuran ini bisa membuat kulit menjadi segar, kenyal, dan bersinar.

Semenjak upacara Momondho digelar pula, calon mempelai wanita juga akan dipingit atau tidak diperkanankan untuk keluar rumah. Sebab, sinar matahari, polusi, dan kesibukan di luar rumah dipercaya dapat merusak sinar cemerlang calon mempelai. Oleh karena itu, calon mempelai wanita disarankan tinggal di dalam rumah sampai saatnya tampil di dihadapan tamu undangan.

Tidak hanya itu, diet juga menjadi bagian dari upacara ini. Berbagai makanan serba gorengan atau pedas tak boleh disantap. Sekilas, upacara Momodhon adat Gorontalo ini mungkin terkesan agak mengekang, namun ritual ini semata-mata dilakukan guna membuat pengantin Gorontalo cantik dan prima di hari yang istimwa – pernikahan.

Pernikahan gorontalo
Pelaminan Pernikahan Gorontalo – Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Upacara Modutu 

Orang Gorontalo memiliki cara khas dalam pemberian biaya atau bantuan dana pernikahan dari pihak pria kepada pihak wanita. Modutu dilakukan agar pemberian bantuan menjadi sah dan membawa berkah. Setidaknya ada delapan langkah yang harus dipatuhi pada upacara modutu diantaranya ;

Tonggu, pembayaran adat kepada orangtua mempelai wanita dengan maksud agar keluarga mempelai pria bebas berbicara untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka.

Kati, pembayaran adat kepada keluarga mempelai wanita. Boleh memilih kakak atau adik mempelai. Maksunya, agar pernikahan juga direstui segenap anggota keluarga.

Tonelo, tak lain adalah mas kawin. Maknanya adalah bentuk tanggung jawab atau jaminan suami terhadap istri.

Tutu Lopolidudu, pembayaran adat kepada juru rias pengantin dan pelaminan. Dua orang ini cukup penting penampilan pengantin di hari pernikahan

Baluwa Loumonu, pembayaran kepada juru langir. Juru langir adalah ahli perawatan kecantikan mepelai wanita. Beberapa hari sebelum acara dimulai mempelai wanita akan melewati aneka perawatan tradisional yang dipandu oleh juru langir ini.

Tapahula, bukan berupa uang melainkan seperangkat kosmetik, pakaian wanita, perlengkapan mandi dan perlengkapan shalat.

Pomana, tempat sirih pinang sebagai simbol persatuan kedua mempelai. Sirih panang juga mengandung simbol-simbol yang menarik yaitu sirih bermakna urat, pinang bermakna daging, gambir bermakna darah, dan tembakau bermakna rambut serta aroma tubuh manusia.

Ayuwa, sekeranjang buah-buahan sebagai ungkapan keramahtamahan dan kehalusan budi kedua mempelai. Jenis buah-buahan dipilih khusus diantaranya seperti jeruk bali yang melambangkan ota, nanas bermakna kulit, nangka bermakna perut, tebu bermakna tulang dan kelapa bermakna kelamin manusia. (*)

 

Teks. Tim Mahligai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here