Urutan Prosesi Munggah dalam Pernikahan Adat Palembang

0
233
Prosesi Munggah Adat Palembang
Foto: Dok. Mahligai Indonesia

Prosesi Munggah merupakan puncak rangkaian acara dalam perkawinan adat Palembang. Selain melibatkan banyak pihak keluarga kedua mempelai, juga dihadiri oleh para tamu undangan.

Munggah bermakna agar kedua pengantin menjalani hidup berumah tangga selalu seimbang atau timbang rasa, serasi, dan damai. Pelaksanaan munggah dilakukan di rumah kediaman keluarga pengantin wanita.

Sebelum prosesi Munggah dimulai, terlebih dulu dibentuk formasi dari rombongan pria yang akan berangkat menuju rumah pengantin wanita.

Formasi tersebut terdiri dari:

  1. Grup Rudat dan Grup Kuntau
  2. Pengantin pria diapit oleh kedua orangtua, dua orang pembawa tombak, seorang pembawa payung pengantin, didampingi juru bicara, pembawa bunga langsih dan pembawa ponjen adat serta pembawa hiasan adat dan pembawa gegawan.

Baca Artikel Ini: Lima Ritual Pernikahan Palembang yang Perlu Anda Tahu

Urutan Prosesi Munggah

Arakan rombongan pengantin pria menuju rumah pengantin wanita. Setibanya di rumah pengantin wanita, pengantin pria disambut taburan beras kuning dan uang receh oleh ibunda dan tua-tua adat dari pengantin wanita. Dengan harapan agar kedua mempelai hidup makmur dan Sentosa.

Pengantin pria masuk ke dalam rumah, di mana Bunga Langsi masih dipegang oleh pengiring pengantin pria. Di depan pintu rumah pengantin pria disarungkan songket adat sebanyak tiga kali oleh ibu pengantin wanita.

Selanjutnya pengantin pria diapit oleh ibunya dan ibu mertuanya, berjalan melalui gelaran songket/ Jerambab (7 lembar kain songket yang dihamparkan di lantai) menuju Bilik pengantin, untuk menjemput pengantin wanita. Kemudian di tengahnya terdapat pedupan (pedupaan) yang berisi bara dan kemenyan, di mana pengantin pria melangkahi Pedupan tersebut.

Dipintu Bilik Pengantin dilakukan dialog Ketok Pintu, awalnya juru bicara pihak keluarga pria mengucapkan: buka lawang, buka langsih. Lalu menyahut Penunggu Jero dari dalam bilik: Minta wayang, minta ronggeng. Kemudian disambut lagi oleh juru bicara pihak keluarga pria: inilah galonyo, bunga langsi dan pengantin lanang.

Selanjutnya pengantin pria memasuki Bilik Pengantin, di mana pengantin wanita berdiri menyambutnya. Kedua pengantin dibariskan, pengantin wanita duduk di muka dan pengantin pria duduk di belakang, dan dilakukan pada saat yang bersamaan. Sirih Penyapo disampaikan oleh pengantin pria kepada pengantin wanita.

Selesai acara Sirih Penyapo, maka kedua mempelai dibawa keluar dari Bilik Pengantin, menuju ruangan tengah. Di ruang ini dilakukan Nimbang Pengantin. Upacara Nimbang Pengantin bermakna harapan agar kedua mempelai hidup rukun dan seiya sekata. Mempelai wanita duduk di depan dan mempelai pria duduk di belakang menghadap ke depan. Timbangan diletakkan di sebelah pengantin.

Dilanjutkan dengan acara Ndulangi pengantin/ Suap-suapan, yang dilakukan oleh ibunda kedua mempelai dan dilanjutkan oleh ibu-ibu sepuh secara bergantian, masing-masing pihak berjumlah ganjil; 7 atau 11 orang.

Setelah itu dilanjutkan dengan Cacapan, yang hanya dilakukan jika tidak dilaksanakan acara Mandi Simbaran. Cacapan ini dilakukan oleh ayahanda kedua mempelai dan dilanjutkan oleh bapak-bapak sepuh secara bergantian, masing-masing pihak berjumlah ganjil; 7 atau 11 orang.

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY