Urutan Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba

0
4752
Pernikahan Adat Batak - Batak Toba
Instagram/ tabitaphotoworks

Suku Batak Toba menjadi salah satu suku di Indonesia yang terkenal dengan adat istiadatnya yang kuat dan masih dijalankan hingga saat ini. Salah satu yang menarik dan mudah ditemui adalah ritual adat pernikahannya. Meski terkesan ribet karena rangkaian ritualnya yang cukup Panjang, namun banyak orang Batak yang mengakui bahwa hal tersebut membuat mereka enggan untuk bercerai dikemudian hari dan menikah lagi.

Walaupun saat ini rangkaian prosesi pernikahan adat Batak Toba dijalankan secara lebih ringkas, namun tetap tak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana urutan prosesi pernikahan adat Batak Toba yang sebenarnya.

Mangarisika

Prosesi pertama yang harus dilalui adalah mangarisika, yakni momen di mana pihak pria berkunjung secara tidak resmi ke kediaman pihak perempuan untuk melakukan penjajakan. Biasanya pihak pria membawa buah tangan berupa cincin emas atau kain.

Marhusip-husip

Rangkaian acara pra pesta pamasumasuon (pesta pernikahan) dalam adat Batak adalah marhusip, yang merupakan acara perundingan antara pihak laki-laki dan perempuan, biasanya membahas berapa besar sinamot (mas kawin) yang akan diberikan oleh calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai perempuan. Secara harfiah, marhusip-husip memiliki arti berbisik. Namun bukan berarti prosesi ini dilakukan dengan berbisik-bisik.

Marhata Sinamot

Ini merupaka momen di mana pihak pria ‘membeli’ wanita untuk menjadi istrinya. Bukan membeli dalam arti yang sesungguhnya. Pihak pria dan perempuan biasanya kan membicarakan sinamot (mahar), ulos, jumlah udangan, tanggal dan lokasi pesta, tata cara adat, serta tanggap untuk martumpol di rumah keluarga perempuan. Ada pula acara pembagian daging (Jambar Juhut) bagi para kerabat, baik dari marga ibu, marga ayah, marga menantu, serta orang-orang tua atau pariban.

Martumpol

Martumpol dilakukan di Gereja, dimana dihadiri oleh saksi dari keluarga calon mempelai laki-laki dan keluarga calon mempelai perempuan. Prosesi ini biasanya dilaksanakan 2-3 minggu sebelum pernikahan.

Martonggo Raja

Matonggo raja adalah upacara pembentukan panitia (parhobas) sekaligus membahas mengenai persiapan pesta besar, pernikahan misalnya. Prosesi ini dilakukan di masing-masing pihak mempelai. Jika zaman dulu pihak hula-hula tidak diperbolehkan hadir, kini semua pihak keluarga dan teman-teman sekampung boleh dihadirkan saat martonggo raja.

Manjalo Pasu-pasu Parbagason

Ini merupakan prosesi pemberkatan pernikahan yang dilakukan di gereja. Acara pemberkatan ini kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pesta adat Batak.

Pesta Unjuk

Dalam adat Batak, kedua mempelai juga harus memperoleh pemberkatan dari seluruh keluarga, orang tua khususnya. Kedua mempelai dilimpahi doa-doa sembari ditandakan dengan pemberian ulos. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian jambar ke pihak wanita dan uang (tuhor ni boru). Sementara itu, pihak pria menerima ikan mas arsik (dengke) dan ulos.

Dialap Jual/ Ditaruhon Jual

Pesta pernikahn bisa dilakukan dengan dialap jual atau ditaruhon jual. Kalau dialap jual, pesta pernikahan dilakukan di kediaman perempuan. Sedangkan ditaruhon jual jika pesta dilakukan di kediaman pihak laki-laki.

Paulak Une

Prosesi ini langsungkan seminggu setelah dilaksanakannya pesta adat, yakni saat kedua mempelai sudah resmi menjadi suami istri. Pihak pria berkunjung ke rumah mertua untuk berterima kasih dan menyampaikan bahwa acara pernikahan yang telah dilangsungkan dengan benar ‘une’. Di momen ini pihak pria juga menyampaikan rasa terima kasih, bahwa orang tua pengantin wanita berhasil mengasuh, mendidik dan memelihara adab dan adat borunya, sehingga tetap menyandang status ‘gadisi, sampai dengan hari perkawinannya.

Manjae

Manjae merupakan prosesi khusus yang dilakukan jika mempelai pria bukan anak bungsu. Setelah beberapa waktu menjalani biduk rumah tangga, pria tersebut akan dipajae atau dipisah rumah dan mata pencarian dari keluarganya. Namun jika sip ria merupakan anak bungsu, acara ini tidak perlu dilangsungkan, karena biasanya anak bungsu akan mewarisi rumah milik orang tuanya.

Maningkir Tangga

Ini merupakan acara balasan dari pihak keluarga pengantin perempuan atas kunjungan pihak keluarga pria (paulak une), sekaligus untuk mengetahui keadaan sosial, ekonomi dan spritual pihak pria. Prosesi ini juga merupakan implementasi bahwa hubungan kekeluargaan tidak hanya sebatas pada acara pernikahan saja, tapi juga menyangkut keluarga besarnya juga.

Teks: Elsa Faturahmah – Dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here