Prosesi Pernikahan Adat Pengantin Banten Kebesaran

0
21
Tata Rias Pengantin Perempuan Banten Kebesaran - Instagram/ sanggar_liza

Budaya pernikahan Indonesia seperti tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Salah satu yang akan dibahas kali ini adalah keunikan pernikahan adat pengantin Banten Kebesaran yang sangat kental dengan ajaran agama Islam. Berikut urutan prosesi pernikahan adat Banten Kebesaran:

Nakeni

Masyarakat Banten mengenal istilah Nakeni, yakni pihak keluarga wanita mendatangi orang tua laki-laki yang dianggap layak menjadi calon menantunya. Kedatangan tersebut untuk menanyakan secara langsung apakah anak laki-lakinya sudah memiliki calon istri atau belum.

Namun, kini masyarakat Banten menjadikan adat Nakeni ini sebagai suatu upaya untuk mempersatukan kedua calon mempelai ke dalam sebuah hubungan rumah tangga yang sakral, sehingga tidak ada lagi kemungkinan terjadinya pelanggaran norma-norma agama.

Mastetaken

Ini merupakan langkah untuk mematangkan rencana yang telah diutarakan saat upacara Nakeni. Kali ini, giliran wakil orang tua calon pengantin laki-laki yang mendatangi kediaman orang tua calon mempelai perempuan dengan maksud untuk melamar dan menetapkan hari baik pernikahan. Pada tradisi ini, bisanya dibawakan seserahan berupa seperangkat kebutuhan perempuan, seperti pakaian, dan lain-lain.

Mapag Pengantin

Sebelum akad nikah, pengantin laki-laki beserta rombongannya disambut dengan upacara Mapag Pengantin. Dalam prosesi ini, pengantin pria disambut dengan tarian penyambut khas Banten.

Akad Nikah

Pernikahan dilakukan sesuai syariat Islam. Saat proses akad, pengantin perempuan tidak disandingkan dengan pengantin laki-laki. Kemudian, setelah resmi menikah, pengantin perempuan boleh disandingkan dengan pengantin pria.

Setelah usai, pengantian pria beserta rombongan pulang ke rumahnya. Sementara itu, pengantin perempuan dan keluarga tetap di rumah untuk bersiap-siap melakukan upacara Mapag Jawadah yang diselenggarakan di rumah orang tua pengantin pria.

Mapag Jawadah

Mapag Jawadah atau Juadah merupakan prosesi penjemputan jawadah atau makanan kecil yang dibawa dari rumah keluarga pengantin laki-laki oleh keluarga pengantin perempuan. Makanan kecil yang disiapkan antara lain kue lapis, pisang setandan, tebu wulung, tumpeng kecil dari beras ketan, dan sebagainya. Perjalanan selama Mapag Jawadah selalu diiringi dengan shalawat.

Kedua pengantin diarak menunju kediaman orang tua pengantin perempuan sambil diiringi lantunan Marhaban. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat mengetahui bahwa kedua mempelai telah sah menjadi pasangan suami istri.

Buka Pintu (Yalil)

Sampai di kediaman perempuan, pengantin perempuan dibawa masuk ke dalam rumah, sementara pengantin laki-laki menunggu di depan pintu yang diberi tirai. Pelaksanaan buka pintu dilakukan oleh rombongan Fakih atau yang biasa didesebut Yalil. Saat prosesi ini, biasanya diutarakan nasihat-nasihat yang diselingi kata-kata menggoda pengantin.

Ngeroncong (Nyembah)

Kedua mempelai duduk di pelaminan, di mana ditempatkan wadah seperti baskom kecil untuk menampung uang di depannya. Kemudian, keluarga dan kerabat bergantian memberikan receh ke dalam baskom tersebut sebagai simbol pemberian bekal untuk memulai hidup baru.

Ngarak Pengantin

Prosesi terakhir yang dilakukan adalah Ngarak Pengantin, di mana pengantin berkeliling untuk menyalami tamu undangan dan masyarakat sekitar. Acara ini semakin meriah dengan tabuhan musik rebana dan lantunan doa-doa.

Teks: Elsa Faturahmah

*dari segala sumber

LEAVE A REPLY