Enam Hal Penting Prosesi Mappacci Pengantin Bugis Makassar

0
1805
seserahan mappacci
Seserahan Mappacci - Dok. Mahligai

Meskipun budaya ini bukan berasal dari Indonesia, penggunaan henna sudah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia sejak berabad silam. Salah satunya adalah tradisi ber-henna yang dilakukan pada pengantin Bugis Makkasar. Prosesi ber-henna yang dilakukan jelang hari pernikahan ini dikenal dengan istilah mappacci. 

Wenni Mappaci (Bugis) atau Akkorontigi (Makassar) berarti malam mensucikan diri dengan meletakkan tumbukan daun pacar ke tangan calon mempelai oleh para kerabat. Hal ini diyakini dapat membuat kehidupan rumah tangga langgeng nan bahagia.

Mappacci sendiri berasal dari kata (pacci) yang berarti daun pacar, sejenis tumbuhan yang dihaluskan untuk memerahkan kuku. Tumbukan daun pacar konon dipercaya memiliki sifat magis dan melambangkan kesucian.  Selain berfungsi sebagai elemen dekoratif pengantin, prosesi pemakaian daun pacar ini juga mengandung makna filosofis tertentu.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu Sahabat Mahligai ketahui soal prosesi mappacci pengantin Bugis Makassar.

1. Siapa saja pihak yang terlibat dalam prosesi ini?

Selain calon mempelai dan juru manten, prosesi mappaci juga melibatkan beberapa pihak yang bertugas menorehkan daun pacar ke jari calon mempelai. Orang-orang yang diminta meletakkan daun pacar adalah orang-orang yang dianggap punya kedudukan sosial yang baik serta memiliki begron rumah tangga langgeng dan bahagia.

2. Di mana prosesi Mappaci digelar?

Prosesi mappacci digelar di rumah masing-masing calon mempelai.

3. Kapan Mappacci digelar?

Lazimnya mappacci digelar pada malam sebelum hari pernikahan.

pra nikah - mappacci
Mapacci – Dok. Majalah Mahligai

4. Apa busana yang harus dikenakan?

Calon mempelai wnaita akan memakai baju bodo dengan sarung lipa yang terbuat dari kain penuh benang emas atau perak, namun tanpa perhiasan lengkap. Sementara calon mempelai pria mengenakan jas biasa dengan sarung sutera serta songko pamiring (peci penutup kepala yang dianyam dengan benang emas.

5. Bagaimana prosesi mappacci dilaksanakan?

Prosesi mapacci diawali dengan pembacaan Shalawat Nabi. Kemudian, prosesi peletakkan daun pacar dilakukan oleh anrong bunting (juru rias pengantin yang biasanya juga menjadi juru bicara pengantin) yang kemudian diikuti oleh sanak saudara.

Setelah itu barulah, para undangan dipanggil oleh gadis-gadis pembawa lilin yang menjemput mereka dan memandu menuju pelaminan. Prosesi ritual mappacci pun ditutup dengan peletakan daun pacar oleh kedua orangtua dan ditutup dengan doa.

6. Apa saja perlengkapan yang dibutuhkan pada prosesi Mappaci

Selain menyiapkan daun pacar itu sendiri, ada pula beberapa perlengkapan yang diperlukan pada prosesi ini. Tiap perlengkapan tersebut mengandung makna baik bagi kedua mempelai.

– Pucuk pohon pisang yang melambangkan kehidupan berkesinambungan.
– Daun Nangka beberapa lembar, melambangkan harapan atau cita-cita.
– Daun Pacci atau daun pacar melambangkan kebersihan dan kesucian.
– Lilin ukuran besar yang telah dihias melambangkan penerang dan penyuluh.
– Nasi ketan melambangkan persaudaraan yang tidak terpisahkan.
– Bantal: Diletakkan di depan calon pengantin melambangkan penghormatan atau martabat.
– Sarung sutera (lipa sabbe) sebanyak tujuh lembar ditata di atas bantal. Perlengkapan ini melambangkan harga diri, ketenunan, dan kesabaran gadis-gadis Bugis Makassar yang memiliki tradisi menenun sarung sutera.
– Benno (bennte) merupakan beras yang digoreng tanpa minyak sampai mekar. Perlengkapan ini mengandung harapan agar mempelai mudah rezekinya dan mapan rumah tangganya.
– Pisang Raja mengandung hikmah agar kedua keluarga, khususnya kedua calon pengantin, memiliki jiwa sabar.
– Telor Maulid atau Bayar Maudu, sejenis telur yang dimasak dengan diberi warna-warni. Lalu ditusuk dengan semacam tusuk sate dan dihias kertas krep. Setelah itu telor ditancapkan beberapa puluh pada pohon pisang yang dibungkus kertas hijau.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia
Sumber. Naskah Tata Cara Upacara Adat Perkawinan Bugis Makassar oleh Sanggar Rias Tamalate (Ny. Syarifah Nur Daerng Ngasseng)

LEAVE A REPLY