Serba-Serbi Tradisi Pernikahan Adat Bugis Makasar

2
4308
bugis makasar
Ilustrasi Pengantin Wanita Bugis Makasar - Dok. Majalah Mahligai

NEGERI “Angin Mamiri” ini memiliki kultur yang kaya akan tradisi, termasuk saat prosesi pernikahan dilangsungkan. Dari segi prosesi pernikahan misalnya ada beberapa ritual sarat akan makna yang perlu dilakukan kedua mempelai. Ada pula sederet aturan tak tertulis dari segi busana, tata rias, hingga dekorasi yang perlu diterapkan oleh pengantin Bugis Makasar. Selengkapnya akan kami uraikan dalam artikel berikut.

1. Prosesi Adat Pernikahan Adat Bugis Makasar

Mapacci – Dok. Majalah Mahligai

Pra Pernikahan

Beberapa hari menjelang hari H calon pengantin wanita perlu melakukan serangkaian prosesi adat, mulai dari Appassili, sungkeman dansiraman atau mandi rempah. Macceko, membersihkan rambut dan bulu-bulu halus di dahi dan tengkuk. Appakanre bunting, menyuapi calon pengantin dengan kue-kue manis khas Makassar. Lalu diakhiri dengan Mappacci dan ritual menghias tangan calon mempelai wanita dengan memberi daun pacar tumbuk atau daun inai ke tangan calon pengantin wanita.

Acara diselenggarakan di kediaman calon mempelai wanita, dan biasanya berlangsung beberapa hari sebelum hari H pernikahan. Mappacci menjadi penghujung rangkaian acara adat sebelum berlangsungnya upacara akad nikah keesokan harinya. Berbagai peranti adat, perhiasan, dan busana terbaik untuk calon mempelai wanita pun ditampilkan. Prosesi adat yang cukup rumit ini biasanya dipandu oleh seseorang yang paham dan ahli dalam menangani prosesi pernikahan adat Makassar.

Prosesi Hari H

PROSESI HARI H
Ilustrasi prosesi penyambutan kedatangan – Dok. Majalah Mahligai
mempelai pria di kediaman mempelai wanita –

Berlangsung di kediaman mempelai wanita, ada tiga rangkaian acara penting pada hari H, yakni Appanai’ Leko Lompo (seserahan) atau Sirih Pinang, dan Assimorong; yakni rangkaian acara penyambutan kedatangan calon mempelai pria beserta para pengiringnya, penyerahan leko lompo dan pengucapan ijab kabul.

Yang istimewa ritual adat yang dilaksanakan seusai akad nikah menjadi sebuah ‘atraksi’ yang menarik perhatian para tamu undangan. Mempelai pria melakukan prosesi ketuk pintu, yakni menuju ke kamar mempelai wanita. Kemudian acara dilanjutkan dengan appadongko nikkah/mappasikarawa, yakni penyerahan mahar atau mas kawin dan barang-barang persembahan yang dikemas apik lainnya.

Setelah itu kedua mempelai menuju ke depan pelaminan untuk melakukan prosesi Appla’popporo atau sungkeman kepada kedua orang tua dan sanak keluarga lainnya. Setelah itu pemasangan cincin kawin, nasihat perkawinan, dan diakhiri dengan pembacaan doa.

2. Busana & Rias Pengantin

Ilustrasi Pengantin Wanita Bugis Makasar – Dok. Majalah Mahligai

Berhati-hatilah dalam memilih warna busana pengantin! Dalam tradisi kultur Bugis Makassar terdapat ‘aturan’ tidak tertulis dalam hal penerapan warna untuk acara adat. Putih dan ungu hanya dipakai bagi kalangan  bangsawan tinggi. Sementara merah dipergunakan bagi kalangan strata sosial setingkat di bawahnya. Di luar tiga warna tersebut bisa digunakan untuk kalangan  masyarakat umum.

Busana pengantin wanita adalah baju bodo — yang berarti busana tanpa lengan, dipadu dengan warna keemasan dari hiasan yang terbuat dari lempengan berwarna emas. Baju bodo dipadu dengan kain sarung sutera berhiaskan payet dan lempengan emas. Perhiasan seperti kalung berantai, kalung rantekote, kalung besar. Sedangkan di tangan juga dipenuhi beragam perhiasan seperti gelang keroncong bersusun atau biasa disebut bossa, perhiasan lengan atas (lola), perhiasan lengan bawah (paturu), perhiasan lengan baju sima-sima.

Pada bahu sebelah kiri diselempangkan selendang berwarna keemasan dan dipindahkan ke bahu sebelah kanan jika selesai akad nikah. Tata rias pengantin wanita sangat khas, dengan hiasan paes dadas  Makassar berbentuk runcing di tengah dahi. Sanggul tinggi Simpolong Teppong dengan hiasan bando dan aksen kutu-kutu (kecil bulat putih seperti mutiara) berjumlah 17 buah menghiasi sasakan rambut. Pengantin pria mengenakan belladada atau serupa dengan jas berkerah yang dipadu dengan sarung bermotif (tope) dan warna yang sama dengan yang dikenakan pengantin wanita.

Busana ini dipadu dengan perhiasan keemasan seperti gelang, rante sembang, salempang, kalung, sapu tangan (passapu ambara), dan keris berbentuk ular naga. Keris yang biasa digunakan oleh kalangan bangsawan adalah keris dengan kepala dan sarung terbuat dari emas yang biasa disebut pasattimpo atau tatarapeng.

3. Dekorasi Pernikahan Adat Bugis Makasar

Dekorasi Pernikahan Modern – Dok. Majalah Mahligai

Dari segi dekorasi pernikahan, ada beberapa ciri khas dalam tata dekorasi pernikahan adat Bugis Makasar, salah satunya adalah lamming, pelaminan khas suku Bugis Makassar. Biasanya pelaminan dibuat dengan warna-warna yang sudah ditentukan khas warna Bugis Makassar. Warna emas dan silver banyak dipilih karena mengesankan sesuatu yang mewah dan menawan. Kain-kain dengan ornamen sulam motif khas Bugis Makassar menjadi ornamen dekorasi ruangan tempat berlangsungnya adat pernikahan.

Ada pula bosara lompo yang bertutup kain sulam emas–yakni wadah besar khas Bugis Makassar biasanya untuk wadah kue-kue, dipajang di dekat pelaminan dan di sejumlah titik ruang resepsi. Ornamen adat dikolaborasikan dengan konsep dekorasi modern dan kontemporer, antara lain penataan standing lamp kristal  dan vas-vas klasik gaya Eropa yang diisi rangkaian bunga warna-warni. Juga interior dan furnitur modern ditempatkan di area koridor ruang pesta, dengan tema warna disesuaikan dengan konsep dekorasi pesta secara keseluruhan.

Tarian & Hiburan

Tari Paduppa Bosara. Tarian ini biasanya ditarikan dalam pernikahan untuk menyambut tamu. Tarian yang mengambarkan bahwa orang Bugis jika kedatangan tamu senantiasa menghidangkan bosara, sebagai tanda kesyukuran dan kehormatan.(*)

 

Teks : Tim Mahligai-Indonesia
Foto : Istimewa, dok. Mahliga

2 COMMENTS

  1. FYI aja nih, mappaci bukan ritual menghias tangan pengantin, tapi upacara simbolis membersihkan diri sebelum masuk jenjang pernikahan.

    • Halo,
      terima kasih sudah mampir ke website kami.
      Mengenai Mappaci, kami tidak menyebutkan bila Mappaci adalah ritual menghiasi tangan pengantin.
      Mappaci merupakan rangkaian terakhir dari rangkaian prosesi pra nikah di mana di dalamnya ada beberapa perlengkapan yang diperlukan.
      Salah satunya adalah daun pacar.
      Salam

LEAVE A REPLY