Tradisi Sajen dalam Prosesi Pernikahan Adat Sunda

0
122
Ilustrasi - Dekorasi Cluster Design. Foto Angling

SAJEN rasanya tak bisa terlepas dari setiap prosesi upacara adat yang berlangsung di Indonesia. Dalam pernikahan prosesi Jawa misalnya, sajen dihadirkan pada beberapa prosesi seperti Midodareni, Siraman, dan ritual adat pernikahan lainnya. Begitu pula dengan prosesi pernikahan di bumi Pasundan.

Jika dilihat dari sejarahnya, sajen merupakan tradisi yang berasal kepercayaan Hindu dan Budha. Persembahan sesajian berupa hasil bumi ini mengandung arti bentuk syukur dan rasa penghormatan kepada kepada arwah leluhur serta kekuatan gaib yang ada dalam upacara yang diselenggarakan.

Seiring dengan adanya pengaruh Agama Islam (dan agama lainnya) makna sajen kini sudah banyak beralih fungsi. Sesajen pun hanya dianggap sebagai salah satu simbolisasi dan tradisi nenek moyang yang disediakan dengan tujuan dan makna mulia.

Sajen Menghias Kamar

Kamar pengantin merupakan salah satu arena penting dalam prosesi pernikahan tradisional. Dalam adat Sunda, kamar pengantin pun tak luput dari tempat peletakan sesajen. Untuk isi sajen sendiri ialah tumpeng bogana.

Nasi tumpeng ini terdiri dari lauk pauk dilengkapi jajan pasar yang disimpan di dalam ‘tebok’ 1,5 Kg beras dialasi dan dilapisi dengan daun jati, pada jadahnya ditaruh merata daun salam dan ditutup dengan daun kluwih. Di kolong ranjang disimpan 2 gedbeng beras dan 2 butir kelapa yang ada serabutnya serta pendupaan.

Sajen Siram Tawandari

Siram Tawandari merupakan salah satu prosesi pernikahan adat Kesultanan Cirebon. Prosesi yang dilakukan oleh kedua mempelai dirumah mempelai perempuan ini dimaksudkan untuk melihat apakah para mempelai memiliki kekurangan atau tidak.

Dalam Wikipedia, acara siram Tawandari dimulai dengan dikirimnya dua orang utusan mempelai perempuan ke rumah mempelai pria untuk memberitahu sekaligus menjemputnya agar terlibat dalam acara siram Tawandari

Pada prosesi ini sajen yang dipersembahkan terdiri atas tumpeng beserta panggang ayam, jawadah pasar, dan liin yang sudah dinyalakan pedupaan.

Sajen Rias Pengantin Perempuan

Tikar pandan ditumpangi kain putih untuk tempat duduk pengantin, kebokan berisi air yang beralaskan piring, didalanya direndam uang logam, lilin yang sudah dinyalakan, tumpeng, dan panggang ayam, wedan kopi dua gelas, jawadah pasar dan pedupaan.

Sajen Walimatuh Nikah

Nikah Tumpeng ayam panggang, kendi bertutupkan telur ayam, selembar tikar pandan, tujuh tebok kecil berisi setangkai daun sirih, ulen putih – kuning dan biru, dodol, opak, pisang raja, jawadah pasar, dan pedupaan.

Sajen Mendirikan Blandongan

Tumpeng pucuk telur, lalawuh lodeh, kendi yang ditutup dengan telur ayam mentah, dan pedupaan.

Sajen Gowah

Selembar tikar pandan, daun puring, nasi yang lauknya tidak boleh ada ikan, dua butir kelapa muda yang bagian atas dan bawahnya dipasang lalu diberi lubang boreh, tektek seureuh, gincu, kendi, ditutup telur ayam mentah, pelita dari minyak kelapa, dan pendupaan.

Sajen Pekarangan

Membuat ancak. Didalamnya diletakkan ikan, tusukan cabai merah dan bawang merah, marus, rokok kawung atau cerutu, tektek sirih. Ancak di samping di sudut perkarangan dan sisi timur.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia
Dok. Majalah Mahligai Edisi ke-2 2007

LEAVE A REPLY