Tradisi Sunda dan Bugis di Pernikahan Wira & Asri

0
384
sunda dan bugis
Foto Wira & Asri Bersama Keluarga - Dok. Majalah Mahligai

Perbedaan dan keragaman itu indah. Adanya perbedaan bukan hal tabu untuk disandingkan secara harmonis. Wira dan Asri yang berasal dari latar belakang suku keluarga yang berbeda, berpikir untuk mengkombinasikan dua tradisi dalam perayaan pernikahan mereka, tanpa mengubah hal-hal yang sifatnya acara adat. Tradisi adat Sunda dan Bugis-Makassar membingkai momen bahagia mereka.

Menyimak kedekatan Wira dan Asri, berawal dari perkenalan pertama mereka di sebuah mall di kawasan Sudirman. Mereka pun berteman dan kerap berkomunikasi melalui media jejaring sosial maupun bertemu langsung untuk sekedar ngobrol, bertukar informasi, bahkan saling curhat.

Pada suatu hari, Wira ingin bertemu Asri seusai jam kerja. Tanpa disangka, ketika itu Wira mengutarakan niat untuk ta’ruf (perkenalan lebih dekat sebelum menuju jenjang pernikahan –red). Tentu saja Asri ketika itubelum mengutarakan jawabannya, karena ia perlu waktu untuk mengambil keputusan.Setelah ‘’bertanya’’ kepada Tuhan melalui shalat istikharah dan shalat malam, disertai pertimbangan dari kedua orangtua, Asri pun menyatakan kesediaannya.

Melestarikan adat dan tradisi menjadi misi keluarga besar kedua belah pihak dalam pelaksanaan pernikahan putra-putrinya. Rangkaian prosesi adat Sunda berlangsung di kediaman keluarga Asri, mulai dari pengajian, siraman yang lengkap dengan rangkaian acara ngacagkeun aisan, ngaras, ngerik, rebutan parawanten, suapan terakhir, tanam rambut, hingga dilanjutkan ngeyeuk sereuh pada malam harinya. Akad nikah juga menggunakan adat Sunda secara lengkap dan utuh yang dimulai dari lengser, saweran, meuleum harupat, nincak endog, huap lingkung,  pabetot bakakak, dan seterusnya.

Sedangkan acara di pihak calon pengantin pria dilaksankaan secara adat Bugis-Makassar mulai dari pengajian, siraman dan mapacci. Resepsi menggunakan konsep nasional dengan sedikit sentuhan etnik Makassar dan Sunda. Hal tersebut bisa dilihat dari dekorasi pelaminan, ada pencampuran nuansa adat Bugis-Makassar dan Sunda. Busana pengantin menggunakan model dress dan tuxedo dengan sentuhan kain tenun khas Bugis-Makassar.

Malam resepsi bertema warna pink dan silver tampak semarak dengan alunan lagu yang dinyanyikan vokalis Restu –seorang Polwan dari Polda Riau; dan juga Pasha Ungu yang khusus hadir untuk memberi kejutan dengan menyajikan sejumlah lagu. Rangkaian acara berlangsung lancar dan sukses, berkat pemilihanvendor yang tepat dan terpercaya.

Bagi Asri dan Wira tahapan paling rumit adalah menentukan tanggal dan tempat resepsi. Momen yang bersejarah disertai suasana haru saat kedua mempelai berjalan bergandengan menuju pelaminan akad nikah dan resepsi. ‘’Dalam hati kami Alhamdulillah akhirnya kami sudah menikah dan menjadi pasangan halal satu sama lain,’’ ungkap pasangan ini mengakhiri cerita.*

Vendor yang Terlibat

Venue : Balai Sudirman, Panti Prajurit
Dekorasi : Dewa Decoration
Foto & Video : AA Foto
Busana : Aganta Butik
Rias Pengantin : Sanggar Liza(Liza-Akad, Reny Liza-Resepsi)
Undangan : Duta Graphia Tebet
Souvenir : Kikie bridal fashion & souvenir
Wedding Organizer : Sposa Wedding Organizer
Musik & hiburan : Taman Music Entertainment
MC : Asih (Polda Metro)

 

LEAVE A REPLY