Ya! 5 Permainan Tradisional Ini Klasik dan Bikin Sehat Badan

0
294
Foto: kofiPon

Permainan anak-anak sekarang terbilang sudah tergolong pasif. Kebanyakan lebih banyak bermain via gawai saja. Permainan tradisional lebih mengajak orang untuk aktif, bermain di luar ruangan. Apa saja itu?

Balap Karung

Foto: keluargacaplang

Ini salah satu bentuk permainan yang masih familiar hingga kini karena kerap dilakukan saat perayaan Kemerdekaan 17 Agustus-an. Asyiknya, permainan ini sering dan bisa dimainkan semua kalangan usia – dari anak-anak hingga orang tua.

Awalnya balap karung dimainkan oleh anak-anak desa. Permainan ini sendiri sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu, dan kesininya jadi suka dimainkan oleh anak-anak di luar pedesaan.

Congklak

Foto: duniaanak

Sebagai permainan tradisional, congklak masih cukup dikenal anak-anak. Cara mainnya yang santai karena sembari duduk ini memang tak mengeluarkan keringat. Asal-usul permainan ini sendiri diyakini para arkeolog berasal dari Timur Tengah, lalu dibawa bangsa Arab yang berdagang di nusantara.

Papan congklak memiliki 16 lubang yang terdiri dari tujuh lubang kecil dan lubang besar. Dua orang yang memainkannya mempunyai masing-masing satu lubang besar sebagai ‘tabungan’ biji congklak mereka.

Baca juga: Ini 5 Poin Kenapa Tarian Ratoh Jaroe Tetap Terhampar di Memori

Engklek

Foto: youtube

Permainan ini jadi permainan tradisional yang sangat populer di nusantara. Meski biasanya dimainkan para anak perempuan, tapi berkembang dengan semangat kebersamaan permainan ini akhirnya kerap juga dimainkan anak laki-laki.

Meski terlihat seperti permainan tradisional, tapi sejarah permainan ini ada yang bilang berasal dari Inggris – mengingat ada beberapa bukti persis permainan yang mirip engklek di sana. Ada juga yang bilang permainan ini sudah ada sejak abad 17 di Romawi, tapi di nusantara sendiri sudah ada sejak penjajahan Belanda.

Gatrik

Foto: infobandung

Nah, kalau yang satu ini terbilang permainan tradisional unik. Gatrik jadi permainan favorit anak laki-laki. Tak heran kalau pada era ’80-an permainan tradisional ini jadi permainan tradisional paling populer.

Sayangnya, sejarah tak mencatat tepatnya kapan permainan ini eksis di nusantara. Jika tadi dibilang unik karena permainan ini hanya memakai dua buah kayu bambu dan bongkahan batu bata!

Sayangnya lagi, permainan ini sudah sangat jarang ditemui dimainkan anak-anak.

Baca juga: Grebek Pancasila, Perayaan Tahunan Sarat Nilai Persatuan di Blitar

Ngadu Muncang

Foto: ukurbumi.blogspot.co.id

Kalau yang satu ini adalah permainan tradisional Indonesia yang lebih sering dimainkan anak laki-laki. Permainan ini sendiri murni berasal dari Jawa Barat dan permainan ini sudah ada sejak masa Kerajaan Sunda berdiri. Ngadu Muncang sendiri jadi alat untuk memperlihatkan kesaktian para pemainnya.

Anak laki-laki yang biasa memainkannya biasa menyebutnya sebagai permainan ‘Adu Biji’ karena cara bermainnya sendiri adalah dengan menumpuk biji muncang di atas biji lawan, lalu dipukul dari atas. Biji yang pecah berarti dia kalah.

 

Penullis: Orlando

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here