Legenda Lara Jonggrang dan Kisah Seribu Candi

0
87
Ilustrasi - wikimedia

Kisah percintaan selalu menjadi latar menarik untuk diangkat ke permukaan, entah dengan happy ending atau sad ending. Sebagian besar kisah legenda di Indonesia inti ceritanya adalah kisah cinta. Legenda Rara Jonggrang adalah salah satunya. Legenda ini adalah dongeng atau cerita rakyat yang menjelaskan asal mula yang ‘ajaib’ dari situs-situs bersejarah di Jawa, yaitu candi Keraton Ratu Baka, candi Sewu, dan arca Dewi Durga di ruang utara candi Prambanan.

Rara Jonggrang atau juga disebut dengan Loro Jongrang atau Lara Jonggrang adalah sebuah cerita rakyat sangat populer yang berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cerita ini mengisahkan cinta seorang pangeran kepada seorang putri cantik yang berakhir dengan dikutuknya sang putri akibat tipu muslihat yang dilakukannya.

Pertempuran Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka

Alkisah, berawal dari dua kerajaan yang bertetangga, yakni Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka yang terletak di Jawa Tengah. Pengging adalah kerajaan subur dan makmur, dipimpin seorang raja bijaksana bernama Prabu Damar Maya. Prabu Damar Maya memiliki putra bernama Raden Bandung Bondowoso yang artinya gagah perkasa dan sakti.

Sedangkan kerajaan Baka dipimpin oleh seorang raksasa bernama Prabu Baka yang konon hobinya pemakan manusia. Prabu Baka dibantu seorang patih kepercayaannya bernama Patih Gupala yang juga raksasa. Meski berasal dari bangsa raksasa, Prabu Baka memiliki putri cantik bernama Rara Jonggrang.Untuk memperluas kerajaannya, Prabu Baka bersama Patih Gupala bersiap menggelar perang untuk menaklukkan Pengging.

Legenda Lara Jonggrang dan Kisah Seribu Candi
Ilustrasi – wikimedia

Setelah persiapan matang, Prabu Baka beserta bala tentaranya menyerbu Kerajaan Pengging. Pertempuran meletus hebat di Pengging. Kedua belah pihak banyak jatuh korban. Sebagai penguasa Kerajaan Pengging, Prabu Damar Moyo tak rela wilayah kekuasaannya jatuh ke tangan Kerajaan Baka. Maka, Prabu Damar Moyo mengutus putra mahkota Pangeran Bandung Bondowoso bertempur melawan Prabu Baka. Berkat kesaktiannya Bandung Bondowoso berhasil mengalahkan dan membunuh Prabu Baka.

Tentara Kerajaan Baka yang masih selamat melarikan diri dan mundur kembali ke kerajaan Baka. Patih Gupala pun melapor kepada Putri Rara Jonggrang bahwa ayahnya gugur di medan perang. Kabar duka ini membuat sedih sang putrid. Terlebih lagi, kerajaan Baka jatuh ke tangan bala tentara Pengging, bahkan Pangeran Bandung Bondowoso berhasil menyerbu masuk ke dalam istana Keraton Baka.

Kisah Cinta Bandung Bondowoso dan Rara Jonggrang

Di tengah kesedihan Putri Rara Jonggrang, ternyata Bandung Bondowoso seketika terpikat oleh kecantikan sang putri sejak pertama kali melihatnya. Ia jatuh cinta dan mencoba melamar sang putri jelita. Namun sang putri tak sudi, karena terlanjur sakit hati akibat ayahandanya dibunuh oleh Pangeran Bondowoso. Sang Pangeran terus membujuk dan memaksa agar sang putri jelita bersedia dipersunting.

Akhirnya Rara Jonggrang mencoba berkelit, dengan cara mengajukan syarat lamaran yang sebetulnya sama sekali tak masuk akal. Rara Jonggrang bersedia dinikahi asalkan sangpangeran bisa memenuhi dua syarat. Pertama, dibuatkan sebuah sumur bernama Jalatunda. Kedua, dibuatkan bangunan candi sebanyak seribu buah. Semua itu harus selesai dalam waktu hanya semalam.

Meskipun syarat-syarat itu teramat berat dan mustahil untuk dipenuhi, Bandung Bondowoso menyanggupi. Dengan kesaktiannya Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan sumur Jalatunda. Hal tersebut membuat RaraJonggrang kaget setengah mati, sehingga ia berusaha memperdaya sang Pangeran dengan membujuknya untuk turun ke dalam sumur dan mengecek apakah benar-benar ada air di dalamnya.

Bandung Bondowoso pun masuk ke dalam sumur, sementara sang putri memerintahkan Patih Gupala menimbun sumur dengan batu. Bandung Bondowoso pun terkubur hidup-hidup. Berkat kesaktiannya Bandung Bondowoso berhasil mendobrak timbunan batu dan berhasil keluar dengan selamat. Sang pangeran sempat murka akibat tipu daya Rara Jonggrang. Akan tetapi dengan rayuan dan kecantikan Rara Jonggrang akhirnya kemarahan Bondowoso pun luruh.

Tipu Muslihat Lara Jonggrang

Hasrat Bondowoso memperistri sang putri jelita tak surut. Ia pun berusaha memenuhi syarat kedua, yakni membuat seribu candi. Sang pangeran bersemadi dan mengerahkan bantuan para makhluk halus untuk ‘ngebut’ membuat candi secepat kilat. Sekali lagi, Rara Jonggrang terkejut, apalagi mendengar kabar bahwa seribu candi sudah hampir rampung. Ia pun mencari cara untuk menggagalkan misi Bondowoso.

Maka dibangunkanlah para dayang dan emban istana serta kaum perempuan desa dan memerintahkan mereka untuk menumbuk padi. Ia juga memerintahkan kawula desa agar membakar jerami di sisi timur sehingga terlihat langit timur terlihat cahaya terang menguning seperti menjelang pagi. Mengira bahwa pagi telah tiba dan sebentar lagi matahari akan terbit, para makhluk halus lari ketakutan dan bersembunyi masuk kembali ke dalam bumi. Akibatnya hanya 999 candi yang berhasil dibangun dan Bandung Bondowoso dinyatakan gagal memenuhi syarat yang diajukan Rara Jonggrang.

Ketika mengetahui bahwa semua itu adalah hasil kecurangan dan tipu muslihat Rara Jonggrang, Bandung Bondowoso amat murka. Maka dikutuklah Rara Jonggrang menjadi batu. Sang putri berubah menjadi arca yang terindah untuk menggenapi candi terakhir.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY