Cari Tahu Makna dan Tradisi Alat Gendong di Nusantara

0
1147
selendang gendong
Selendang Gendong - Foto, Andri Cipto Utomo

Alat gendong bukan sekadar berfungsi untuk menggendok anak, jamu, hingga hasil bumi. Lebih dari itu, alat gendong ternyata memiliki nilai adat dan tradisi warisan leluhur bangsa. Di Jawa, kita mengenal alat gendong hanya sebatas bentuk selendang motif batik atau lurik. Namun beberapa daerah lain di nusantara, alat gendong memiliki beraneka ragam dari bentuk, nama, hingga makna yang tersirat. Apa saja? Mari kita simak bersama

Beringaban – Gendongan Khas Suku Dayak
Suku asli Kalimantan ini memiliki alat gendong tradisional yang disebut beringaban. Keunikan beringaban ada pada bentuknya yang dibuat setengah silinder. Beringaban terbuat dari rotan dan kayu dengan ornemen berlapis manik berwarna-warni seperti hitam, putih, hijau, kuning, merah, jingga, dan biru.

Konon, semakin besar ukuran manik maka semakin tinggi pula strata sosial orang tersebut. Tiap ornamen juga memiliki makna yang tersirat. Motif mirip manusia misalnya, mengisyaratkan nenek moyang yang dipercaya memiliki kekuatan pelindung. Sementara aksen lonceng yang digantung pada gendongan bayi, dipercaya mampu mengusir roh jahat yang ada di sekitar mereka.

Parompa – Gendongan khas Suku Batak
Di Tapanuli, gendongan bayi disebut parompa. Gendongan tersebut diberikan oleh sesepuh adat kepada sepasang suami-istri dengan harapan agar anak mereka lahir dengan selamat. Parompa khusus untuk anak-anak diberi hiasan berupa pom-pom pada kedua ujung ulos. Selain parompa ada juga ulos Sadum, alat gendong yang dipakai untuk upacara pemberian nama bayi atau saat orangtua memperkenalkan anak meraka pertama kalinya kepada nenek dan kakeknya.

Selendang Gendong Khas Sumatra
Selain di Jawa, selendang gendong juga dikenal di Sumatra. Di wilayah Sumatra Barat misalnya, selendang gendong terbuat dari katun dengan hiasan songket khas Minang di masing-masing ujungnya. Selendang gendong di Minang juga difungsikan pada ritual cukuran, pemberian nama, atau upacara adat lainnya.

Selendang Gendong di Jawa
Tahukah Anda bahwa tiap motif dan warna pada selendang gendong di Jawa menyimpan makna yang tersirat? Di Jawa batik atau lurik merupakan dua motif yang sering dipakai pada selendang gendong. Saking beragamnya motif batik di Pulau Jawa, Setiap daerah memiliki motif khas tersendiri.

Di Tuban, pesisir Jawa Timur, selendang untuk menggendong bayi disebut sayut yang berarti melingkar dan membalut. Corak dan motif sayut diibaratkan sebagai sosok kekuatan perempuan yang melindungi anak.  Sedangkan di Jawa Tengah, batik dengan pola semen yang menggambarkan burung besar menggendong burung kecil lazim dipergunakan untuk menggendong anak.*

Baca Juga : Wajah Baru Batik Tulis

Text. Tim Mahligai-Indonesia