Mengenal Tradisi dan Budaya Nias

0
189
foto:fairlyandfunny.wordpress.com

Dulu, Pulau Nias terkenal dengan lautnya yang berombak besar. Tidak heran kalau Pulau Nias menjadi salah satu tempat surfing yang banyak didatangi para pecinta olahraga selancar. Bahkan, Nias pun menjadi salah satu tempat surfing terbaik di Indonesia.

Selain tempat surfing, Nias juga terkenal akan kekayaan budayanya. Kebudayaan Nias merupakan kebudayaan yang telahir secara mandiri oleh berbagai adat istiadat di daerah masing-masing.

Dari Dialeg hingga Bangunan Megalitikum

Untuk mengetahui lebih jelas tentang tradisi dan budaya di Nias, berikut penjabarannya:

Bahasa Li-Niha
Jika berkunjung ke Nias, hal yang utama yang sangat jelas adalah dialeg bahasanya. Pada umumnya, masyarakat Nias menggunakan bahasa Li-Niha. Bahasa ini terbilang unik karena setiap katanya berakhir dengan huruf vokal.

Ada tiga dialek yang digunakan, yaitu dialek utara, tengah dan selatan. Dialek utara umumnya digunakan oleh penduduk di bagian utara Nias, Timur, serta Kota Gunungsitoli, dialek tengah digunakan oleh sebagian penduduk di Kabupaten Nias Barat, dan dialek selatan digunakan oleh penduduk di Nias Selatan dan Kepulauan Batu.

Bangunan Megalitikum
Hal yang menarik lainnya adalah soal bangunan. Bentuk bangunan yang ada di kebudayaan Nias ini lebih dekat pada hasil kebudayaan Megalitikum. Hal ini dapat dilihat dari tumpukan bebatuan besar yang dijadikan bangunan atau sembahan masyarakat Nias.

Selain itu, kebiasaan orang Nias lainnya adalah, mereka masih percaya dengan hal-hal yang berbau leluhur. Mereka sering melakukan kurban untuk dipersembahkan pada leluhur mereka. Hewan yang sering dijadikan kurban biasanya kerbau atau hewan ternak lainnya.

Benteng Pertahanan U
Keunikan lainnya yang dimiliki orang Nias adalahpemukiman di desa-desa yang terletak di kepulauan Nias  kebanyakan berbentuk huruf ‘u’ . Hal ini dilakukan karena pada zaman dulu, desa-desa tersebut dipakai sebagai bentuk pertahanan musuh.

Bentuk U yang ada pada desa-desa di Nias menjadi salah satu keunikan lainnya. Dengan posisi paling ujung merupakan rumah dari Kepala Negri (Tuhénori) atau kepala desa (Salawa) dan di depannya merupakan lapangan. Sedangkan di sebelah kanan dan kiri adalah rumah penduduk.

Omo Hada & Omo Pasisir
Sebutan untuk rumah bagi orang Nias adalah Omo. Ada dua macam bentuk rumah orang Nias, Omo Hada (rumah adat) dan Omo Pasisir Rumah biasa. Biasanya Omo Pasisir lebih modern karena sudah terkontaminasi dengan budaya luar, jika dibandingkan dengan Omo Hada yang masih memegang teguh budaya dan adat-istiadatnya. Omo Hada merupakan rumah kediaman para Tuhénori, Sawala, dan para bangsawan. Bentuknya yang sangat megah terbuat dari kayu dengan lantai beralasakan daun rumbia.

Ada dua macam bentuk untuk rumah adat berbentuk bulat dan persegi panjang dengan penompang tiang yang besar dan tinggi menjadikan rumah panggung yang megah. Di pelataran rumah adat terdapat bangunan-bangunan megalitikum seperti tugu batu yang disebut Saita Gari untuk sebutan orang Nias dibagian Selatan, Béhu di Tenggara, dan Gowé Zalava di Utara,Timur, dan Barat.

 

Very Barus

LEAVE A REPLY