Wah! Ini 6 Momen Pingitan dari Berbagai Suku di Indonesia

0
260

Momen pingitan jadi hal lumrah para perempuan beranjak dewasa di Negeri Nusantara ini. Tak kurang ada 6 jenis pingitan dari berbagai suku di Indonesia. Seperti …

Adat tradisional Pingitan pada akhirnya menjadi momen ritual untuk mempercantik diri mereka para perempuan yang telah beranjak dewasa.

Tentu saja mereka adalah perempuan beranjak dewasa yang menanti datangnya hari pernikahan mereka.

Ada yang melakukan perawatan seperti diet, minum jamu hingga luluran.

Banyak ragamnya, memunculkan banyak keunikan tersendiri.

Seperti…

 

Posuo atau Bakurung

Versi Pingitan dari Suku Buton ini dipercaya jadi momen transisi perempuan suku ini yag akan beranjak dewasa.

Total ada tiga tahapan yang dilakukan, seperti pemberian asap kemenyan ke para peserta pingitan sekaligus pertanda dimulainya posuo pada keluarga.

Tahap kedua adalah mengubah penampilan dan arah tidur para peserta. Tahap ini dilakukan setelah lima hari.

Dan tahap akhir alias di malam kedelapan, peserta dimandikan dengan alat khusus bernama wadah bhosu. Setelahnya, para peserta didandani seperti wanita dewasa.

 

Bapingit

Nah, serunya dengan momen pingitan ini adalah justru yang dipingit adalah mereka yang sudah resmi menikah dengan pasangannya.

Momen Pingitan dari Suku Banjar ini memang beda banget.

Selama momen bapingit berlangsung, sang perempuan yang telah menikah tidak boleh bertemu dengan suami atau pemuda lainnya.

Selama momen ini berlangsung, sang perempuan menyelesaikan baca Al-quran dan mempersiapkan pernikahan orang lain.

 

Baca Tampil Menawan dengan Busana Pengantin Adat Cirebon

 

Dipiare

Sudah bisa ditebak dari bahasanya, ini jadi momen pingitan yang dilakukan Suku Betawi.  Serunya, momen pingitan ini dilakukan selama sebulan.

Tapi sesuai zaman, prosesi ini sekarang ini disingkat dengan hanya dilakukan selama satu hingga dua hari saja.

Lalu apa yang dilakukan calon pengantin perempuan selama dipiare?

Calon pengantin perempuan yang disebut ‘none mantu’ akan didampingi seorang tukang piare.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, tukang piare harus memerhatikan banget kesehatan dan momen perawatan kecantikan none mantu.

Ya, calon pengantin perempuan akan melakukan perawatan seperti minum jamu, luluran hingga diet.

Hanya itu?

Tentu saja tidak, calon pengantin perempuan pun menjalani beberapa pantangan.

 

 

Bersambung

 

 

 

OJ

Sumber: goodnewsfromindonesia

Foto: Terralogical

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here