Busana Pengantin Bugis Makassar yang Memikat

0
291
Ilustrasi Pengantin Bugis Makassar - Dok. Majalah Mahligai

Pada dasarnya, pemakaian busana adat secara lengkap pada suatu upacara perkawinan melambangkan keagungan dan kesakralan tersendiri. Tak terkecuali pada busana pengantin Bugis-Makassar. Selain terlihat mewah dan megah, busana pengantin Bugis Makasar juga mengandung menyimpan sederet makna dan filosofis tertentu.

Namun sebelum mengetahui ciri khas busana pengantin Bugis Makassar, ada baiknya untuk mengetahui seputar pemilihan warna ya. Sebab, dalam tradisi kultur Bugis Makassar terdapat ‘aturan’ tidak tertulis dalam hal penerapan warna untuk acara adat.

Putih dan ungu hanya dipakai bagi kalangan  bangsawan tinggi. Sementara merah dipergunakan bagi kalangan strata sosial setingkat di bawahnya. Di luar tiga warna tersebut bisa digunakan untuk kalangan  masyarakat umum.

Busana Pengantin Wanita

Busana pengantin wanita adalah baju bodo yang identik dengan pakaian bersiluet longgar dan lebar, berbentuk segi empat, tanpa lengan, dan panjangnya bisa sampai sebatas pinggang bawah. Baju bodo pengantin pun tampak mewah dengan hiasan lempeng atau rantai keemasan yang biasa disebut Rante Patibang dan Tabora. Detail tersebut akan dipasang sepanjang pinggiran bagian atas dan bawah busana.

Aksesori Pengantin Wanita

Perhiasan pengantin wanita Bugis terlihat fokus pada bagian dada, seperti di bagian leher berupa kalung beragam jenis, diantaranya kalung berantai (geno ma’bule), kalung panjang (rantekote), dan kalung besar (geno sibatu). Sedangkan di tangan juga dipenuhi beragam perhiasan seperti gelang keroncong bersusun (bossa), perhiasan lengan atas (lola), perhiasan lengan bawah (paturu), perhiasan lengan baju (sima-sima).

Selain itu, pada bahu sebelah kiri pengantin wanita juga akan diselempangkan selendang berwarna keemasan dan dipindahkan ke bahu sebelah kanan jika selesai akad nikah.

Untuk bawahan, baju bodo dipadu dengan kain sarung sutera atau lipa sabbe.  Ciri khas sarung sutera baju bodo ialah warna merah cerah bercorak kotak-kotak.

Tata Rias dan Rambut

Tata rias pengantin wanita sangat khas, dengan hiasan paes dadas Makassar berbentuk runcing di tengah dahi. Pola paes Dadasa Makasar dibuat melambangkan siluet bunga Teratai. Idealnya, pola ukiran paes Dadasa memiliki titik tengah tepat di tengah-tengah dahi.

Pengantin wanita Makassar juga akan mengenakan sanggul unik yang berdiri tegak di bagian kepala, sering disebut dengan istilah Teppo Jakka (Bugis) atau Ni-Suakki (Makassar). Sanggul unik ini juga sering dikenal dengan istilah Simpolong Teppong.

Tidak hanya itu, pengantin wanita Bugis Makassar juga mengenakan hiasan bando dan aksen kutu-kutu (kecil bulat putih seperti mutiara) berjumlah 17 buah yang menghiasi sasakan rambut. Tak ketinggalaan mahkota berhiasan pinang goyang serta anting panjang (bangkarak).

Busana Pengantin Pria

Pengantin pria mengenakan belladada atau serupa dengan jas berkerah yang dipadu dengan sarung bermotif (tope) dan warna yang sama dengan yang dikenakan pengantin wanita.

Busana ini dipadu dengan perhiasan keemasan seperti gelang, rante sembang, salempang, kalung, sapu tangan (passapu ambara), dan keris berbentuk ular naga. Keris yang biasa digunakan oleh kalangan bangsawan adalah keris dengan kepala dan sarung terbuat dari emas yang biasa disebut pasattimpo atau tatarapeng.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

 

LEAVE A REPLY