Ritual Puasa Mutih : Diet Tradisional Jelang Hari Pernikahan

0
67
pengantin jawa
Ilustrasi Pengantin Jawa - Dok. Majalah Mahligai

TIAP wanita tentu ingin tampil tampil cantik dan prima di hari pernikahan. Beragam persiapan pun dilakukan demi mempersiapkan diri pada hari istimewa nanti. Baik mengikuti program diet secara modern maupun melakoni diet tradisional seperti ritual puasa mutih.

Bagi sebagian orang, istilah mutih mungkin masih terdengar asing. Namun bagi keturunan Jawa (terutama penganut kejawen) yang masih memegang tradisi erat tradisi leluhur, puasa mutih ini lazim dilakukan oleh calon pengantin yang akan menikah.

Calon pengantin yang menjalankan puasa mutih hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan yang berwarna putih seperti nasi putih tanpa lauk dan garam, serta minum air mineral. Konon ritual ini bertujuan memancarkan aura kecantikan sang pengantin pada hari pernikahan.

Selain mutih, dalam tradisi Jawa dikenal pula jenis puasa lain seperti ngrowot, ngalong, dan pantang. Ngrowot artinya calon pengantin hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan yang tumbuuh dalam tanah seperti umbi-umbian, wortel, kacang-kacangan, dan sayur-mayur. Sedangkan ngalong berarti hanya mengonsumsi buah-buahan yang menggantung seperti apel, pisang, jeruk, dan mangga. Lalu pantang adalah tidak mengonsumsi yang bernyawa.

Dalam menjalankan puasa tersebut ada pula jadwal yang perlu dipatuhi. Wulan Maharani Teresa misalnya, putri ketiga pendiri Martha Tilaar Group ini memiliki jadwal khusus saat melakoni ritual ini yakni, setiap Senin dan Kamis harus melakukan mutih. Selasa dan Jumat puasa ngrowot. Lalu ngalong dijalani tiap Rabu dan Sabtu.

Untuk menyempurnakan diet tersebut, Wulan juga meminum jamu segar seperti kunyit sinom yang berfungsi ampuh menghilangkan bau badan dan jamu kaplet yang ampuh menghilangkan rasa letih dan lesu serta memperbaiki daya tahan tubuh dan memperlancar peredaran darah.

Terlepas dari kepercayaan tradisi Jawa, secara logika, ritual diet tradisional ini bisa disejajarkan dengan food combining yang memiliki pengaruh baik bagi kesehatan dan penampilan. Menurut  Woro Harry Soeherman, Top Therapist Martha Tilaar Center, puasa tersebut juga berfungsi sebagai detoksifikasi.

“Racun-racun dalam tubung dapat terbuang akibat konsumsi makanan berserat. Sedangkan makanan yang bebas lemak juga berdampak membuat kulit lebih cerah, tidak berminyak, dan tidak berjerawat,” papar Woro yang dikutip dari Majalah Bella Donna The Wedding.

Selain itu, puasa tersebut secara tak langsung membawa efek tak langsung dalam melatih kesabaran sehingga emosi tetap stabil. Namun, ada baiknya diet tradisional ini juga diiringi dengan latihan fisik berupa olahraga supaya tubuh tetap bugar hingga hari pernikahan.  Kesuksesan penampilan pengantin juga berasal dari hati. Bila hati ikhlas dan tak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar aura berseri wajah pun akan terpancar.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY