Grebek Pancasila, Perayaan Tahunan Sarat Nilai Persatuan di Blitar

0
102
grebek pancasila - perayaan hari pancasila
Instagram/ imam_mukhlisin

Pancasila tidak hanya berkedudukan sebagai dasar negara saja, tapi juga sebagai budaya bangsa yang harus dijalankan sehingga senantiasa lestari. Ya, sebenarnya Pancasila merupakan rangkuman nilai-nilai budaya bangsa sebelum akhirnya sah dijadikan dasar Negara. Nilai-nilai itu antara lain nilai adat istiadat, agama, dan kebudayaan.

Pancasila adalah kebudayaan bangsa yang sangat berharga. Karena itu, hari kelahirannya (setiap 1 Juni) kerap menjadi perayaan yang sarat makna. Salah satu perayaan peringatan hari Pancasila yang selalu menjadi ajang tahunan adalah acara Grebeg Pancasila di Blitar.

Grebeg Pancasila biasanya dimulai sejak tanggal 31 Mei dengan rangkaian acara seperti Bedhol Pusaka, Tirakatan, dan ditutup dengan Upacara Budaya. Kemudian pada tanggal 1 Juni pagi, acara dilanjutkan dengan Kirab Gunungan Lima dan Kenduri Pancasila.

Namun, rundown acara bisa berubah tiap tahunnya, tergantung kondisi. Seperti tahun kemarin dan tahun ini, di mana hari Pancasila bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga dilaksanakan lebih awal. Prosesi Bedhol Pusaka dilakukan dari tanggal 31 Mei sore, dan kegiatan Kirab Gunung Lima diadakan pada malam harinya hingga dini hari.

Bedhol Pusaka

Ini merupakan prosesi memindahkan benda pusaka dari rumah dinas Wali Kota Blitar di Jl. Sudanco Supriyadi ke kantor Pemkot Blitar. Pusaka yang dibawa antara lain Teks Pancasila, Teks Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, serta Bendera Merah Putih, yang masing-masing pusaka dimasukkan dalam sebuah peti. Selain tiga pusaka itu, ada pula ukiran kayu burung Garuda dan foto Bung Karno yang diarak bersamaan. Benda-benda tersebut merupakan peninggalan Bung Karno yang selama ini disimpan di Istana Gebang.

Tirakatan

Warga akan berkumpul di balai kota Koesoma Wicitra Blitar untuk kemudian bersama-sama mengenang jasa-jasa para pahlawan dan mengingat kembali sejarah Pancasila. Tirakatan juga menjadi upaya untuk meningkatkan persatuan di tengah perbadaan suku bangsa.

Kirab Gunungan Lima

Prosesi ini memiliki makna mengirab lima sila. Setelah didoakan oleh orang sepuh setempat, Kirab Gunungan Lima, yang berupa tumpeng, diarak keliling kota dari alun-alun kota dan berakhir di kawasan Makam Bung Karno. Saat arak-arakan tiba di makam Bung Karno, seluruh warga yang menyaksikan arak-arakan menyerbu tumpeng/gunungan raksasa yang berisi buah-buahan dan hasil bumi. Masyarakat percaya, makanan-makanan tersebut dapat membawa berkah.

Kenduri Pancasila

Kenduri Pancasila adalah sebuah prosesi ruwatan warga Kota Blitar memperingati hari lahir Pancasila setiap 1 Juni. Melalui kenduri ini pula, warga Kota Blitar mendoakan sang pencetus lahirnya Pancasila, yaitu Bung Karno.

Sebagai tanah kelahiran Sang Proklamator, Blitar menjadi kota yang sangat sering menggelar berbagai acara untuk mengenang jasa Bung Karno, terutama setiap bulan Juni. Bagi masyarakat Blitar Bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, karena pada bulan tersebutlah presiden pertama Indonesia ini lahir dan wafat. Juni juga ditetapkan sebagai hari kelahiran pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY