Hari Raya Imlek Sebentar Lagi, Ini yang Harus Dilakukan!

0
309
yang harus dilakukan menyambut imlek
Ilustrasi - Freepik

Sin Cia atau tahun baru Imlek akan hadir sebentar lagi, tepatnya pada tanggal 16 Februari 2018 mendatang. Sudah menjadi hal yang lumrah bagi sebagian masyarakat kita untuk merayakan tahun baru Cina tersebut, terutama masyarakat Peranakan.

Imlek berasal dari kata im (bulan) dan lek (penanggalan) yang berasal dari dialek Hokkian atau dalam Bahasa Mandarin disebut Yin Li yang berarti kalender bulan (Lunar New Year). Sejarahnya, Sin Cia adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Tiongkok setiap tanggal satu dalam bulan pertama di awal tahun baru.

Tidak hanya itu, perayaan ini ternyata juga berkaitan dengan pesta perayaan datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Prosesi perayaannya meliputi sembahyang Imlek yang bertujuan untuk mengucapkan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur dan sebagai media silaturahmi antar kerabat. Setelah itu, masyarakat juga melakukan sembahyang kepada Thian (Tuhan dalam Bahasa Mandarin), dan perayaan Cap Go Meh.

Sebelum sembahyang Imlek, biasanya disiapkan sesajen berupa makanan kesukaan leluhur yang ditata di atas meja berkain merah. Sesajen juga merupakan symbol harapan keburuntungan dan kesejahteraan untuk leluhur dan keluarga selama setahun ke depan.

Imlek adalah tradisi pergantian tahun. Sehingga yang merayakan Imlek ini seluruh etnis Tionghoa apapun agamanya. Bahkan menurut Sidharta, Ketua Walubi, masyarakat Tionghoa Muslim juga turut merayakan Imlek.

Imlek pun sangat identik dengan hujan, yang selalu dikaitkan dengan sumber rezeki. Imlek juga menjadi momen untuk membersihkan hati, menyucikan nurani, dan bertekad untuk berusaha lebih baik di tahun mendatang. Lalu apa saja tradisi yang kerap dilakukan saat merayakan Imlek?

Membersihkan Rumah

Membersihkan rumah menjelang Imlek dianggap sebagai simbol menghilangkan kesialan, sehingga tersedia ruang yang cukup untuk menampung keberuntungan. Namun, mereka dilarang bersih-bersih rumah di hari pertama Imlek, karena dianggap mengusir kebersihan. Maka, pada saat perayaan biasanya sapu dan alat bersih-bersih lainnya disingkirkan.

Wajib Memiliki Unsur Warna Merah

Seperti yang kerap terlihat, warna merah memang selalu mendominasi perayaan tahun baru Imlek ini. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, nian (sejenis makluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung) akan keluar saat musim semi atau saat tahun baru Imlek. Kedatangan mereka pun dilanjutkan dengan mengganggu manusia, terutama anak kecil. Nah, nian ternyata takut dengan warna merah. Karena itu, pada saat Imlek masyarakat menghias rumah, pakaian, dan aksesoris berwarna merah dapat mengusir nian.

Angpao

Tahun baru Imlek tentu identik dengan acara bagi-bagi angpao (amplop merah). Hal ini menjadi momen yang sangat menyenangkan bagi para anak-anak karena kerap mendapatkan angpao berisi uang. Angpao biasanya diisi dengan sejumlah uang kertas – tidak boleh uang logam – dan harus uang baru. Konon, bagi-bagi angpao bisa melancarkan rezeki, lho.

Menyiapkan Makanan

Ada beberapa makanan yang kerap dihadirkan saat Imlek, antara lain kue keranjang dan jeruk. Ada pula makanan yang disajikan di atas nampan berbentuk segi enam, segi delapan, atau bulat, seperti buang kering, biji-bijian, kacang-kacangan, dan permen. Beberapa orang juga menyajikan makanan yang dipercaya dapat membawa keberuntungan, seperti mie yang tidak dipotong (melambangkan Panjang umur) dan kue bola berbentuk uang Cina pada zaman dulu (melambangkan kekayaan). Ternyata, saat Imlek dilarang makan bubur karena melambangkan kemiskinan bagi warga Tionghoa.

Kembang Api

Masyarakat Tionghoa memegang kepercayaan bahwa suara gaduh dari kembang api dapat membuat makhluk jahat ketakutan. Karena itu, Imlek senantiasa dirayakan dengan atraksi kembang api.

Menyantap Ikan

Ikan yang biasa dimakan saat Imlek adalah bandeng. Uniknya, ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar saat menyantap ikan, yakni tidak boleh membalik ikan untuk mengambil daging di bagian bawah dan ikan juga tidak boleh dihabiskan, namun disisakan untuk dinikmati esok harinya. Mayarakat Tionghoa percaya kalau kebiasaan tersebut melambangkan nilai surplus untuk tahun yang akan datang.

Bersilaturahmi dengan Keluarga Besar

Masyarakat Tionghoa menjadikan perayaan Imlek sebagai momen untuk bersilaturahmi mengunjungi saudara agar tali persaudaraan tetap terjaga. Makannya, saat Imlek, banyak masyarakat Tionghoa yang pulang kampung.

Teks: Elsa Faturahmah

*dari beberapa sumber

 

LEAVE A REPLY