Dilla & Saman : Melebur Dalam Tradisi Palembang, Minang, dan Bengkulu

0
106
Dilla dan saman
Dilla dan Saman - Dok. Majalah Mahligai

Di tengah maraknya gaya hidup modern, resepsi pernikahan yang mengusung budaya dan tradisi adat tak pernah kehilangan pamor. Rangkaian prosesi adat  menorehkan kenangan istimewa bagi perjalanan hidup Dilla dan Saman yang dipersatukan dalam ikrar suci pernikahan. Sebelumnya, tak pernah terbersit di benak Dilla menikah dalam bingkai adat yang cukup padat dengan rangkaian prosesi dan detail tradisi cukup rumit.

“Awalnya, cuma terpikir pakai gaya nasional atau internasioal saja. Namun, untuk menghormati keluarga besar papa dan mama, kami pun melaksanakan akad nikah dalam adat Palembang. Resepsinya menggunakan gaya internasional sitting party,’’ ungkap Dilla yang berdarah campuran Palembang-Bengkulu dari sang ayah dan Minangkabau-Bengkulu dari sang Ibu.

Prosesi Pernikahan Dilla & Saman
Prosesi Pernikahan Dilla & Saman – Dok. Majalah Mahligai

Sebuah keputusan untuk menghormati kepentingan seluruh keluarga. Bisa dipahami, karena pernikahan di Indonesia bukanhanya untuk kepentingan kedua mempelai, melainkan melibatkanseluruh keluarga kedua pihak. Terlebih lagi Dilla dipersunting pria pujaan hatinya, Saman, yang berdarah campuran keturunan Iran dan Chinese. “Kami seperti dipersatukan dalam multikultur,’’ ungkap Dilla yang telah menjalin asmara dengan Saman selama tiga tahun, sebelum akhirnya mengucap ikrar suci pernikahan.

Mengusung budaya dengan elemen tradisi bukan berarti tabu untuk menyandingkannya dalam sentuhan modernitas. Dalam hal ini, Dilla sangat terbantu oleh kakaknya, Dana, yang ikut turun tangan merancang konsep pesta pernikahannya. “Ornamen tradisional tetap ada, namun kami memadukannya dengan instalasi modern, misalnya melalui aplikasi warna yang berkonsep lebih kekinian,’’ papar Dana yang juga terlibat dalam Project Republic Event Organizer.

Prosesi Kirab
Prosesi Kirab – Dok. Majalah Mahligai
Prosesi Tarian Pagar Pengantin
Prosesi Tarian Pagar Pengantin

Rangkaian prosesi diawali dengan siraman dan pengajian dalam tradisi Bengkulu, berlangsung di kediaman Dilla. Rangkaian adat pengantin Palembang diselenggarakan pada saat acara akad nikah. “Semula, saya tidak ingin banyak prosesi tradisional saat acara akad nikah. Namun, seiring waktu, akhirnya saya bisa menikmati saat harus melaksanakan seluruh tata cara pengantin adat Palembang. Mulai dari acara Munggah, cacap-cacapan,hingga menari Pagar Pengantin di depan para tamu undangan,’’ ungkap  Dilla.

Begitulah kekuatan tradisi, yang penuh simbol adat mempersatukan Dilla dan Saman dalam upacara pernikahan suci. Gending Sriwijaya pun mengalun merdu, meriahnya gendang bedug Bengkulu ditabuh bertalu-talu, hingga rancaknya bunyi tambourine yang mengiringi Penari Sekapur Sirih khas Minang, semua itu turut mengiringi kebahagiaan Dilla dan Saman memasuki gerbang kehidupan pernikahan.

Vendor yang Terlibat

Venue (akad nikah) : Balai Sudirman
Dekorasi : Watie Iskandar
Foto : Soe & Su Photography
Rias pengantin : Bubah Alfian
Baju adat : Biyan
Aksesori Palembang : Reni
Kebaya (akad nikah) : Marga Alam

LEAVE A REPLY