Tips Perawatan Kain Batik, Songket, Tenun Rangrang dan Sasirangan

0
46
Dok. Majalah Mahligai

Anda tentu sudah tak asing lagi dengan batik atau songket bukan? Jenis kain khas Nusantara ini merupakan benda yang tentu saja patut kita lestarikan keberadaannya. Lebih jauh, upaya pelestariaan batik pun perlu dimulai dari diri sendiri baik itu dengan cara mengenali, menggunakan, dan mencintai.

Dibuat dengan proses pembuatan yang rumit tak ayal kain tradisional ini memiliki harga yang relatif mahal. Bahkan tak jarang kain tersebut dijadikan sebagai mahar atau benda koleksi yang berharga. Oleh sebab itu perlu perawatan khusus untuk menjaga kain agar agar kain tetap awet dan tahan lama.

Kali ini tim Mahligai Indonesia akan memberikan tips bagaimana perawatan kain khas Nusantara, yakni Batik, Songket, Sasirangan, dan Tenun Rangrang.

Tips Perawatan Batik

Batik untuk Pernikahan Jawa
1. Corak Sida Asih (kiri) dan Truntum Garudo (kanan). 2. Kain batik corak Sida Luhur untuk orang tua calon pengantin wanita saat pemasangan bleketepe. – Dok Mahligai Indonesia

Sebagai warga Indonesia kita patut berbangga hati pasalnya sejak tahun 2009, batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Motif khas dari batik pun semakin populer diaplikasikan pada beragam item fesyen. Jika Anda memiliki kain batik kesayangan, perhatikan beberapa tips berikut sebagai perawatannya.

1. Cuci dengan sabun khusus untuk batik yang banyak dijual di pasaran. Bila tidak tidak tersedia, bisa gunakan lerak atau shampoo bayi, lalu bilas tanpa diperas.

2. Hindari menjemur di bawah sinar matahari langsung. Bila disetrika pastikan suhu tidak terlalu panas, terutama untuk batik sutra.

3. Bila batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Bila terkena makanan bersihkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk.

4. Simpan batik kesayangan Anda dalam plastik agar terhindar dari jamur atau ngengat. Jangan berikan kapur barus pada lemari atau tempat penyimpanan karena zat padat ini akan merusak warna batik.

Tips Perawatan Kain Sasirangan

Kain Sasirangan Banjarmasin
Pinterest/ id.m.wikipedia.org; Pinterest/ Batik Wonogiren; Instagram/ dima_homemade_handmadee

Di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kain sasirangan dikenal sebagai kain penyembuhan orang sakit yang harus dipesan khusus terlebih dahulu untuk memerolehnya. Sehingga tak jarang motif kain sasirangan dibuat sesuai pesanan. Kini kain sasirangan bisa dipergunakan ke berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.

1. Cukup pisahkan sasirangan saat mencuci untuk pertama kalinya guna menjaga dari kemungkinan kain lain terkena luntur.

2. Jemurlah sasirangan di bawah sinar matahari tak langsung agar warnanya tetap awet dan tak pudar.

3. Karena kain sasriangan dibuat dengan teknik jelujur, untuk membuat motif biasanya digunakan pensil atau bolpoin. Untuk menghilangkan bekasnya, gunakan jeruk nipis. Tapi sebaiknya gunakan pada bagian-bagian yang tidak terlihat terlebih dahulu, karena ada jenis-jenis kain yang sensitif.

Tips Perawatan Kain Songket

Ilustrasi – Dok. Mahligai

Songket merupakan jenis kain tradisional yang biasa digunakan oleh masyarakat Melayu dan Minangkabau. Namun yang paling terkenal ialah songket yang berasal dari Sumatra Selatan.  Ciri khas utama songket ada pada pola motifnya yang unik dan penggunaan benang emas. Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menghasilkan sehelai songket, tak heran bila songket dengan kualitas bagus dibandrol dengan tarif mahal.

1. Hindari cara membersihkan kain songket dengan mesin cuci atau deterjen. Bila ingin cara modern, Anda bisa menggunakan teknik dry clean untuk membersihkan kain songket.

2. Jangan pernah menjemur kain songket di bawah sinar matahari langsung. Cara ini dapat menghilangkan benang emas pada kain.

3. Sebaiknya simpan kain songket dengan cara digantung dan tidak dilipat. Apalagi ditumpuk bersama dengan pakaian lain. Bila ingin disimpan dalam lemari, gulung terlebih dahulu kaing songken pada  kertas minyak.

4. Jangan menyemprotkan bahan kimia pada songket karena bisa memicu noda yang sulit dibersihkan.

Tips Perawatan Kain Tenun Rangrang

cara merawat tenun rangrang
Ilustrasi Pengrajin Tenun Rangrang – Foto. Dok. Mahligai

Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Ada beragam jenis tenun di Indonesia, salah satunya ialah tenun rangrang yang khas dari Nusa Penida.

1. Tenun rangrang yang baru dibeli sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan cara merendamnya dengan air abu dapur. Rendam tenun rangrang yang baru jadi tersebut ke dalam air abu. Diamkan hingga beberapa saat lalu keringkan.

2. Lipat dan simpan kain tenun rangrang pada lemari. Lalu tambahkan dengan lada atau rempah-rempah untuk menghindari ngengat atau serangga.

3. Jika terdapat noda pada kain, bersihkan dengan shampoo bayi dan hindari proses mencuci atau merendam yang terlalu lama.

4. Usahakan tidak menyetrika kain jika memang harus tambahkan selembar kain tipis agar tidak terkena panas setrika langsung. (*)

 

Teks. Tim Mahligai – Indonesia

 

LEAVE A REPLY