Tradisi Masyarakat Minangkabau Ini Masih Lestari Hingga Sekarang

0
31
tradisi minangkabau - pengantin minang
Instagram/ makestudiopdg

Siapa yang tidak kenal dengan Minangkabau, Sumatera Barat? Daerah yang terletak di sebelah barat Indonesia ini memiliki penduduk yang gemar merantau, sehingga masyarakat Minang telah menyebar dan terkenal di berbagai daerah. Hal yang paling dikenal dari kota Minang ini adalah Rumah Makan Padangnya. Ya, hampir di setiap daerah ada rumah makan yang menjual berbagai makanan khas Sumatera Barat tersebut.

Keunikan Minangkabau bukan hanya terdapat pada ragam kulinernya yang terkenal saja, lho. Minangkabau ternyata memiliki banyak tradisi yang saat ini masih dijalankan dan menjadi daya tarik wisatawan. Kira-kira tradisi apa saja yang masih bisa Anda lihat di Minangkabau? Kita bedah sama-sama, yuk!

Makan Bajamba

Makan barapak atau makan bajamba merupakan tradisi makan bersama yang dilakukan pada hari besar Islam, upacara adat dan acara penting lainnya. Tradisi ini dipercaya merupakan bentuk hasil alkuturasi budaya Minang dengan budaya Islam.

tradisi minangkabau - makan bajamba
Instagram/ drlucyanel

Upacara Turun Mandi

Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran anak ke dunia, sembari memperkenalkan sang jabang bayi kepada masyarakat. Upacara ini hanya dilakukan di sungai (batang aia) dengan melakukan arak-arakan.

tradisi minangkabau - turun mandi
Instagram/ youresky92

Balimau

Menjelang bulan Ramadan, masyarakat Minangkabau di lubuak atau sungai melakukan ritual mandi bersama sambil maaf-maafan yang disebut dengan istilah balimau. Tradisi ini dipercaya dapat menyucikan batin sebelum menyambut bulan suci.

tradisi minangkabau - balimau
Instagram/ anggrainysury

Batagak Pangulu

Masyarakat Minangkabau masih hidup bersuku hingga saat ini. Nah, setiap ada pengangkatan penghulu suku, atau datuak, masyarakat akan menggelar upacara Batagak Pangulu. Pada acara tersebut, masyarakat biasa menyembelih kerbau dan mengadakan acara pesta selama 3 hari sampai seminggu.

tradisi minangkabau - batagak pengulu
Instagram/ alfichaniago_figo_malinameh

Batagak Kudo-Kudo

Kalau di Minangkabau, ketika Anda hendak membangun rumah, masjid, atau bangunan lainnya, masyarakat akan menggelar upacara Batagak Kudo-Kudo, yakni mengundang orang kampung dan seluruh keluarga yang masing-masing akan membawa kado berupa bahan bangunan, seperti atap, pasir, dan lain-lain.

tradisi minangkabau - batagak kudo-kudo
Instagram/ viazaher09

Pesta Tabuik

Ini merupakan pesta tahunan yang dilakukan setiap tanggal 10 Muharram di Kota Pariaman. Pesta tersebut merupakan upaya peringatan meninggalnya cucu Nabi Muhammad, Hasan dan Husein. Dulu, budaya ini hanya dilakukan oleh penganut Syi’ah, namun kini penganut Sunni pun ikut melestarikan budaya yang dibawa oleh pasuka Tamil Muslim Syi’ah dari India ini.

Tabuik sendiri merupakan istilah untuk mengusung jenazah yang dibawa selama prosesi upacara. Saat acara melepaskan tabuik ke laut, masyarakat menampilkan kembali Pertempuran Karbala, serta memainkan alat musik drum tassa dan dhoi.

tradisi minangkabau - tabuik
Instagram/ hasaan462

Pacu Itiak

Selain sapi, masyarakay Minangkabau yang khususnya berada di daerah Payakumbuh dan Limapuluh Kota, juga suka menggelar Pacu Itiak (Balapan Itik). Event Pacu Itiak biasanya dilaksanakan di 11 tempat berbeda di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam perlombaan ini, itiak akan dilempar dan kemudian terbang menuju garis finish. Pemenang akan ditentukan dari seberapa cepat itiak mencapai garid finish.

tradisi minangkabau - pacu itiak
Instagram/ septiyanmandamilubis

Pacu Jawi

Pacu Jawi merupakan tradisi unik yang masih menjadi tradisi favorit para pelancong. Sekilas tradisi ini mirip dengan kerapan sapi di Madura. Namun, keunikan bisa kamu lihat dari lahan yang digunakan.

Baca Artikel Ini: Keunikan Pacu Jawi dan Tips Untuk Mengabadikannya

Berbeda dengan karapan sapi yang dilakukan di lahan persawahan kering, pacu jawi dilakukan di lahan yang basah berlumpur, sehingga saat berlangsung akan terlihat lebih dramatis ketika terpotret di kamera. Dilihat dari cara memacu sapinya juga berbeda, lho. Kalau karapan sapi mengenakan tongkat, sedangkan saat pacu jawi, sapi akan dipacu dengan cara menggigit ekor sapi tersebut.

Pacu Jawi Tanah Datar
Foto: Yudha Purnama Tias

Teks: Elsa Faturahmah

 

LEAVE A REPLY