Wuih! Ada Tradisi Tidur Alas Pasir di Pulau Madura

0
2

Hanya kenal dan tahu Sate Madura saja? Jangan salah, Pulau Madura sebenarnya punya sesuatu yang seru dan unik: tidur alas pasir!

Tradisi tidur alas pasir yang unik ini memang seru. Dan jadi salah satu dari beberapa tradisi yang sampai sekarang masih dilestarikan.

Meski aneh dan unik tradisi ini masih dijalani hingga sekarang. Khususnya di di desa Legung Timur, kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Madura. Wah!

Ya, masyarakat desa ini terbiasa tidur di atas kasur pasir. Kebiasaan ini tak hanya terjadi di desa Legung Timur saja, melainkan di dua desa lainnya yang masih bertetanggaan dengan desa Lagung Timur yakni Legung Barat dan desa Dapenda.

Tradisi tidur di atas pasir memang sudah jadi tradisi turun-temurun. Apalagi ini sudah jadi kewajiban di setiap rumah, dan mereka pasti punya banget kasur pasir!

Tak hanya di dalam rumah saja, masyarakat desa-desa ini menaruh pasir di halaman rumah dan di tempat-tempat tertentu yang bisa digunakan untuk tempat bersantai bersama keluarga dan tetangga.

 

Tradisi sudah ratusan tahun

Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lamanya. Jadi kebiasaan tidur di atas pasir ini bukan hal baru bagi penduduk setempat.

Bahkan uniknya, banyak anak-anak di Desa Legung dilahirkan di atas pasir!

Jadi, sedari masih baru lahir anak-anak dan orangtua disini sudah akrab dengan kasur pasir. Mereka lahir, bermain, tumbuh kembang, dan menjadi dewasa di atas pasir. Tidak jarang julukan-julukan aneh diperuntukkan bagi mereka seperti Manusia Pasir.

Baca Serunya Tradisi Jemparingan alias Memanah Kerajaan Mataram

Meskipun di dalam rumah ada tempat tidur beralaskan kasur biasa yang pada umumnya dipakai untuk tidur, namun di tiga desa tersebut pasti didapati tumpukan pasir yang dijadikan tempat tidur.  Meski punya kasur empuk, mereka lebih memilih tidur di atas pasir.

Apa gak lengket di badan, ya?

Nah, disitu serunya. Meski seharian tidur di atas pasir, namun badan mereka tak pernah lengket oleh pasir-pasir tersebut.

Kok bisa, ya?

Siapa bilang tidur di atas pasir gak enak?
(Foto: bocahpetualang)

Konon katanya, pasir di desa tersebut sangat adaptif dan seakan punya pengaturan suhu yang bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika udara terasa panas, tidur di atas pasir justru pasir terasa dingin. Sebaliknya, bila udara dingin, pasir akan berubah menjadi hangat. Seru, ya…

 

Nelayan dan Petani

Mayoritas warga di tiga desa tersebut berpofesi sebagai nelayan, sebagian lagi bertani dan berdagang. Bagi mereka, pasir yang mereka tiduri memberi dampak kesehatan bagi tubuh.

Bahkan mereka akui kalau tidur di atas pasir bikin tidur mereka jauh lebih nyenyak dibandingkan tidur di atas kasur!

Wah, jadi kira-kira pasir itu ibarat AC kali, ya… Hehehe!

Pasir yang diambil dari sekitar Pantai Lombang itu tidak lengket di kulit atau tubuh meski kulit dalam keadaan basah. Butiran pasir tersebut punya kristal pasir yang sangat halus, bersih mengkilap, dan punya warna putih gading.

Sebelum digunakan sebagai alas tidur, terlebih dahulu pasir-pasir itu diayak untuk memastikan tidak ada batu atau benda berbahaya. Setelah diayak, pasir tersebut di jemur agar tidak basah dan lembab.

Ingin rasakan seperti apa sensasi tidur di atas pasir?

 

 

Tim Mahligai Indonesia

Editor: O.J. / Berbagai sumber / Foto: Nathan Cowley – pexels

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here