Cari Tahu Keunikan Busana Pengantin Tertua Adat Banjar

0
875
pengantin banjar
Ilustrasi Pengantin Banjar Gajah Gamuling Ba-Ular Lulut - Dok. Mahligai

Gajah Gamuling Ba-Ular Lulut itulah nama busana pengantin tertua di dalam perjalanan suku Banjar. Busana ini mulai ada tepatnya pada periode transisi dari pengaruh Hindu ke masa masuknya agama Islam di kerajaan Banjar menjelang abad ke-15.

Pada awalnya, busana ini merupakan busana kebesaran para raja atau golongan bangsawan pada masa tersebut. Namun busana Gajah Gamuling Ba-Ular Lulut sudah relatif jarang digunakan saat ini. Pemakaian busana ini pun hanya sebatas pada acara perkawinan keluarga keturunan bangsawan atau untuk ditampilkan dalam pagelaran budaya.

Perlengkapan busana Gajah Gamuling Ba-Ular Lulut pun kini sulit diperoleh. Bahkan saking langka dan tidak populer oleh masyarakat Banjar sendiri.  Menurut Kawang Yoedha, pecinta budaya Banjar dilansir dari Majalah Mahligai, pengrajin di Banjar sendiri banyak yang tidak bisa membuat busana ini.

Busana Pengantin Wanita

Dalam tampilan keseluruhan, ciri khas busana pengantin wanita berbusana Gajah Gamuling Ba-Ular Lulut ada pada sanggul dan mahkota bermotif naga. Pada bagian samping kiri dan kanan dibentuk oleh ekor dari Ular Lulut yang dipertemukan oleh hiasan Garuda Mungkur Paksi Melayang. Terjuntai pula terjuntai anyaman janur Alilipan/Halilipan panjangnya sampai sebatas pinggang.

Rias wajah
Riasan wajah pada pengantin wanita juga terkesan sederhana dan flawless. Tak lupa riasan wajah berupa Lalintang (titik bundar) di pelipis tepatnya di ujung alis kiri dan kanan, serta Catik berbentuk persegi di antara kedua alis. Baik Lalintang maupun Catik dibuat dari daun sirih segar. Inilah riasan wajah yang membedakan pengantin wanita Banjar dengan pengantin daerah lain.

Busana
Warna busana pengantin Banjar didominasi corak cerah seperti kuning/kuning muda, merah/merah muda, biru/biru muda, atau warna lainnya. Sedangkan warna hitam amat tabu untuk digunakan pengantin Banjar.

Pada pengantin wanita, lazim dipakaikan udat, sejenis kain penutup dada untuk wanita (kemben). Namun kini, udat banyak diganti sejenis baju tidak berlengan, dengan pertimbangan lebih praktis. Selain itu dipasangkan pula beberapa perlengkapan busana pengantin wanita Gajah Gamuling Ba-Ular Lulut seperti : Kida-kida; penutup dada yang dipasang mulai leher di atas udat dan kayu apu; lilitan kain dipasang di bagian pinggang antara udat dan sarung.

Busana Pengantin Pria

Ciri khas pengantin pria ada pada penggunaan Mahkota Gajah Gamuling Baular Lulut berhias bogam beronce. Bentuk mahkota pengantin pria sama dengan mahkota pengantin wanita. Busana pengantin pria adalah baju poko, sejenis kemeja berlengan pendek tanpa kerah.

Bagian bawahnya memakai Salawar Kincir atau celana yang mengecil pada bagian kaki dengan panjang sekitar 10 cm di atas mata kaki. Tak lupa memakai Sabuk yang terbuat dari sarung pendek dengan arah lipatan dari kanan ke kiri.

Motif dan warna sarung pengantin pria sama dengan sarung wanita. Pinggang juga dilengkapi Tali Wenang yakni kain berwarna yang dililitkan di pinggang menutup bagian atas sabuk. Di atas tali wenang dililitkan pending emas., di mana bagian tengahnya bermotif gula kelapa.

Sebagai pelengkap dipakai keris pusaka khas Banjar, biasanya jenis keris yang dipakai pengantin wanita.  Sementara gelang kaki, gelang tangan, dan cincin untuk pengantin pria bentuknya sama dengan pengantin wanita.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here