Asal Muasal Keindahan Tenun Siak yang Memukau

0
116
Tenun Siak
Instagram enciik_benny

Bidal tua Melayu bertuliskan “Dari kapas menjadi benang. Pilin benang menjadi kain” merupakan tugu pengingat dan menjadi simbol kreatifitas masyarakat Siak dalam mengubah kapas menjadi tenunan yang bernilai berharga. Tenun Siak, sebagaimana namanya, adalah tenunan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Siak, Provinsi Riau. Tenun Siak sudah ada sejak Siak masih berupa kesultanan yang dipimpin oleh Tengku Said Ali.

Sejarahnya pekerjaan menenun hanya dikenal sebagai pekerjaan sambilan di dalam lingkungan istana saja. Namun, seiring perkembangan zaman tenun Siak dapak dibuat oleh masyarakat kalangan biasa.

Dialah Tengku Maharatu, seorang tokoh Melayu Riau yang sangat berperan dalam mengembangkan kerajinan kain tenun songket Melayu Siak di Riau. Tengku Maharatu merupakan permaisuri Sultan Syarif Kasim II yang kedua. Setelah permaisuri pertama, Tengku Agung meninggal dunia, dia melanjutkan perjuangan kakaknya tersebut dalam meningkatkan kedudukan kaum perempuan Siak di lingkungannya, yakni dengan cara mengajarkan bertenun yang hasil karyanya hingga kini disebut dengan Tenun Siak.

Tenun Siak yang merupakan hasil karya perempuan Melayu telah menjadi pakaian adat Melayu Riau yang kerap dipergunakan dalam upacara adat pernikahan dan upacara lainnya.

Pada awalnya tenun yang diajarkan merupakan tenun tumpu dan kemudian diganti menggunakan alat yang dinamakan dengan Kik. Kik merupakan alat tenun yang cukup sederhana dari bahan kayu berukuran 1 x 2 meter. Karena ukurannya inilah, KIK tidak mampu menghasilkan kain tenun yang lebar, sehingga perlu digabungkan untuk dapat menjadi kain sarung. Kain tenun yang telah digabungkan ini disebut dengan kain “Berkampuh”.

Tenun Siak telah melalui sejarah panjang dan kini mempunyai ragam motif dan corak yang variatif. Motif-motif yang kerap dipakai adalah tumbuh-tumbuhan dan hewan. Konon kearifan orang Melayu dalam menyimak ajaran Islam dan alam sekitar telah memberikan mereka banyak inspirasi dalam menciptakan motif. Beberapa motif yang dikenal saat ini antara lain:

  • Motif Flora: ampuk manggis, bunga tratai, bunga kenanga, bunga kundur, akar berjalin, pucuk dara, bunga melur, bunga tanjung, bunga hutan, kaluk paku, daun pandan, tampuk pedade, bunga cina, daun sirih.
  • Motif fauna: semut beriring, siku keluang, ayam-ayaman, itik sekawan, balam dua, naga-nagaan, ikan-ikanan, ulat.
  • Motif Alam: potong wajid, bintang-bintang, jalur-jalur, pelangi-pelangi, awan larat, perahu, sikat-sikat bulan sabit.

ELSA FATURAHMAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here