Fakta Menarik Tentang Batik yang Bisa Bikin Bangga

0
102
Fakta tentang batik - hari batik nasional
Dok. Mahligai Indonesia

Batik menjadi sebuah mahakarya warisan bangsa yang menjadi kebanggaan dan patut untuk dilestarikan. Bahkan, UNESCO telah menetapkan Batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) bangsa Indonesia pada 2 Oktober 2009 lalu. Dan mulai sejak itu, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Batik kini telah bertransformasi, tidak hanya digunakan sebagai pakaian formal, namun juga digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Baik orang tua maupun generasi muda menyukai batik. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui beberapa fakta tentang batik di bawah ini. Berikut ada beberapa fakta tentang batik yang mungkin belum Anda ketahui:

Sejarah Dibalik Nama Batik

Batik berasal dari gabungan dua kata Bahasa Jawa, amba yang berarti menulis dan titik yang berarti titik. Dengan kata lain, batik merupakan sebuah teknik menggambar titik-titik yang indah di atas kain.

Teknik Pembuatan Batik

Keindahan motif batik tercipta dengan menggunakan beberapa teknik, antara lain teknik canting tulis, teknik celup ikat, teknik printing dan cap, dan teknik colet. Teknik canting tulis merupakan metode menorehkan malam (lilin) pada sebagian pola kain mori menggunakan canting. Saat kain dimasukkan ke dalam pewarna, bagian yang tertutup malam tidak akan terkena warna. Ini merupakan teknik tertua yang diturunkan secara turun-temurun.

Berbeda lagi dengan teknik celup ikat yang membuat motif dengan cara mengikat sebagian kain sebelum akhirnya dicelupkan ke dalam larutan pewarna. Bagian yang diikat tidak akan terkena warna dan membentuk motif yang unik.

Teknik pembuatan batik cap menggunakan canting cap, yakni berupa pelat berisi gambar yang timbul. Permukaan canting cap tersebut dicelupkan dalam cairan malam yang kemudian dicapkan pada kain mori. Dengan menggunakan teknik ini, proses penorehan malam berlangsung lebih cepat. Sedangkan batik printing hanya mengalami proses pewarnaan di satu sisi kain mori saja. Batik printing memang lebih instan, namun kualitas warnanya lebih cepat pudar.

Yang terkahir adalah teknik colet, yakni teknik mewarnai pola batik dengan cara mengoleskan cat atau pewarna kain jenis tertentu pada pola batik menggunakan kuas.

Istilah Saat Proses Membatik

Terdapat beberapa istilah yang berhubungan dengan proses pembuatan batik, antara lain Nyungging (membuat motif di atas kertas), Njaplak (memindahkan pola dari kertas kekain), Nglowong (melekatkan malam di kain dengan canting sesuai garis pola), Ngiseni (memberi isian atau isen-isen pada motif yang sudah ditorehkan malam), Nyolet (mewarnai motif menggunakan kuas), Mopok (menutup bagian yang dicoleh dengan malam), Ngelir (mewarnai seluruh kain), Nglorod (proses bilas), Ngrentesi (memberikan titik menggunakan canting berjarum tipis), Nyumri (menutup bagian tertentu dengan malam), dan Nyoja (mencelupkan kain dengan warna coklat atau sogan).

Pengenalan Batik Pertama Kali

Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan batik sebagai warisan bangsa berawal dari diperkenalkannya batik pertama kali di konferensi PBB. Waktu itu Presiden Soeharto menggunakan batik.

Pernah Diakui Malaysia

Batik memiliki potensi perkembangan yang sangat besar, sehingga banyak negara yang akhirnya ingin menjadikan batik sebagai warisan budayanya, salah satunya Malaysia.

Batik Sebagai Fashion Dunia

Indonesia memiliki banyak desainer yang konsisten dalam pelestarian dan memperkenalkan batik ke kancah dunia, seperti Anne Avantie dan Ferry Sunarto. Hal menarik lainnya, beberapa selebriti internasional pernah terlihat menggunakan batik, seperti Adel, Jacky Chan, Jessica Alba dan masih banyak lagi.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here