Kain Sasirangan: Keunikan dan Khasiatnya Untuk Pengobatan Masyarakat Banjar

0
154
Kain Sasirangan Banjarmasin
Pinterest/ id.m.wikipedia.org; Pinterest/ Batik Wonogiren; Instagram/ dima_homemade_handmadee

Sasirangan adalah kain yang menjadi kerajinan khas Kalimantan Selatan (Kalsel) dan menurut tetua masyarakat setempat, merupakan cikal bakal dari kain pamintan. Untuk masyarakat Kalimantan Selatan, kain pamintan kerap dijadikan sebuah sarana untuk pengobatan. Tata caranya dengan dikenakan sebagai laung (ikat kepala) dan sabuk oleh kaum lelaki. Sementara kaum wanita menggunakannya sebagai selendang, kerudung atau udut (kemben). Selain untuk upacara adat, kain sasirangin juga sering dikenakan untuk aktivitas sehari-hari, lho.

Sebenarnya, sejak dulu kain Sasirangan telah dikenal masyarakat Kalimantan Selatan dengan sebutan kain calapan atau celupan yang dihiasi motif tradisional khas Kalimantan Selatan. Sasirangan sendiri berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit-menjahit disebut di-smoke/ dijelujur. Sedangkan orang-orang Jawa menyebutnya dengan jumputan. Ya, Sasirangan dibuat dengan teknik tusuk jelujur yang kemudian diikat dengan benang atau tali plastik lalu dicelup ke pewarna.

Kain Sasirangan biasanya menggunakan bahan kain mori, polyester yang dijahit dengan cara khusus. Kain disapu dengan bermacam-macam warna sesuai selera hingga mengahasilkan aneka corak garis dan motif.

Motif Kain Sangiran yang Masih Banyak Digunakan

Kain Sasirangan memiliki banyak motif yang unik dan khas. Setiap motif dipercaya dapat memiliki khasiat untuk beberpa penyakit. Ini dia beberapa motif kain Sasirangan yang masah banyak dikenakan masyarakat:

Kain Sasirangan Banjarmasin
Instagram/ dima_homemade_handmade
Motif Naga Balimbur (laki bini)

Motif ini terinspirasi dari sebuah dongen masyarakat Banjar yang menceritakan tentang adanya naga, yakni ular besar yang sedang mandi di tengah sungai saat pagi hari. Naga itu mandi dengan riang sambil berjemur di bawah sinar matahari. Suasana gembira, air sungai yang berombak-rombak inilah yang yang tergambar dalam motif ini. Konon kain motif ini berfungsi untuk mengobati sakit kepala yang terasa seperti ditusuk-tusuk.

Motif Kangkung Kaombakan

Siapa yang tidak tahu sayur kangkung? Salah satu jenis sayuran yang tumbuh dan hidup di atas air ini memiliki batang yang tidak mudah patah meski diterpa gelombang air. Kain dengan motif ini biasa digunakan untuk mengobati penyakit kepala yang bergoyang-goyang.

Motif Ombak Sinampur Karang

Sesuai namanya, motif ini terinspirasi dari ombak yang menerjang karang. Ombak dikiaskan sebagai gelombang perjuangan dalam hidup manusia. Karang yang tetap tegak berdiri memberikan motivasi manusia untuk tetap bertahan menghadapi tantangan hidup. Kain dengan motif ini dipercaya dapat mengobati penyakit kepala yang berdenyut-denyut.

Motif Ular Lidi

Ular lidi merupakan ular yang berbisa dan dalam salah satu dongeng orang Banjar dianggap sebagai simbol kecerdikan. Motif ular lidi dalam kain Sasirangan Pamintan berbentuk lengkung kecil-kecil berganda dua dan tidak patah-patah. Kain dengan motif ini sering dipakai untuk pengobatan sakit kepala yang menusuk-nusuk mata.

Motif Bayam Raja

Raja merupakan seseorang yang dihormati dan bermartabat. Karena itu, motif ini mengandung makna leluhur yang bermartabat. Motif ini berbentuk garis-garis yang melengkung patah-patah. Biasanya tersusun secara vertikal menjadi garis pembatas dengan motif-motif yang lain. Namun paling banyak, motif ini digunakan pada pinggiran sebuah kain Sasingiran (tumpal). Kain Pamintan dengan motif ini dipercaya dapat mengobati penyakit gila atau stress.

ELSA FATURAHMAH

Sumber: Warisan Budaya Tak Benda Indonesia: Penetapan Tahun 2013 Buku Satu

LEAVE A REPLY