Koleksi Batik dan Kebaya Bergaya Masa Kini Karya Eddy Betty

0
82
Kinasih by Eddy Betty
Dok. JFFF

Batik dan kebaya merupakan dua identitas busana nasional yang terus dipertahankan keberadaannya hingga kini. Lewat tangan dingin para desainer Indonesia, busana yang identik dengan budaya bangsa ini hadir dengan gaya kekinian dan tak biasa. Hal itulah yang dihadirkan oleh desainer senior Eddy Betty.

Melalui peragaan busana bertajuk Kinasih, Eddy menghadirkan koleksi batik dan kebaya pada malam puncak Fashion Festival, Jakarta Food and Fashion Festival 2018 yang digelar di Ballroom Hotel Harris, Jakarta.

Dalam paruh pertama peragaan, Eddy berkolaborasi dengan Batik Sida Mukti mempersembahkan 10 koleksi busana berbahan dasar batik. Eddy mengeskplorasi bahan batik menjadi busana bergaya kekinan  namun tanpa merusak proses pembatikan itu sendiri.

Kinasih by Eddy Betty
Dok. JFFF 2018

“Saya rasa kalau mengolah bahan etnik atau tradisi sangat susah. Kita harus benar-benar eksplor. Saya tidak merusak motif atau penggunaan malam. Saya tidak merusak proses pembatikannya, karena kalau saya merusak maka saya membunuh batik itu sendiri,” tutur Eddy.

Alhasil dengan iringan musik DJ Dardo, koleksi batik rancangan Eddy Betty hadir dengan berbagai bahan aktual yang digandrungi di dunia mode internasional. Misalnya saja batik dilapisi dengan plastik supaya lebih kokoh, disempal bahan busa untuk mendapatkan efek gembung, diaplikasikan di atas bahan tipis agar melambai lembut, dan diberi selaput bahan tule supaya mendapat efek motif baru.

Menyusul kemudian lagu Bersuka Ria ciptaan presiden pertama Indonesia bung Karno, yang dialunkan oleh grup musik hidup tradisional—pop, Deredia. Dengan alunan musik riang, para hadirin diajak menikmati 28 koleksi kebaya yang dipersembahkan oleh desainer lulusan LPTB Susan Budihardjo ini.

JFFF 2018
Dok. JFFF 2018

Di tangan Eddy kebaya yang terkesan klasik menjadi busana tak biasa yang mengikuti zaman. Dengan berani Eddy melahirkan bentuk baru semacam tiered dress, kebaya dengan gaya ala flapper dress, ataupun kebaya yang jika dilihat dari belakang seperti gaun bergaya Edwardian dalam era masa kini. Bahkan Eddy memasukkan unsur maskulin ke dalam kebaya, seperti kerah kemeja pria, dasi kupu-kupu, hingga tuxedo tanpa meninggalkan aura seksi saat wanita berkebaya.

Sebagai desainer yang memperkenalkan penggunaan bustier sejak tahun 1996, Eddy Betty tetap menghadirkan signature tersebut pada koleksi kebaya terbarunya. Desainer yang pernah mengenyam pendidikan mode di Perancis ini mengolah bustier dari bahan tembus pandang yaitu plastik dan tulle, namun tetap beradab. Penggunaan plastik dan tulle ini menjadikan Eddy Betty sebagai perancang busana pertama yang menggunakan bahan tembus pandang untuk korset atau long torso. 

Kinasih by Eddy Betty
Dok. JFFF 2018

Memanfaatkan ketidaklaziman menjadi ciri khas Eddy Betty dalam mengekspresikan gagasannya dan tertera jelas di dalam 28 kebaya yang dipersembahkan malam itu.
Eddy telah memperlihatkan rasa cinta dan tanggung jawabnya sebagai perancang mode untuk membuka wawasan para pencinta mode melalui tawaran baru kebaya ciptaannya, seperti cintanya pada tokoh Kinasih yang telah merebak dalam aroma kebaya secara universal. [*].

Dok. JFFF 2018

LEAVE A REPLY