Menilik Inovasi Batik Limaran Karya Anak Bangsa

0
64
Menilik Inovasi Batik Limaran Karya Anak Bangsa
Foto: Dok. Limaran Batik

Pada sehelai kain batik, terdapat makna yang begitu dalam. Kesabaran, keuletan dan seni melebur menjadi sebuah kesatuan. Batik sendiri berasal dari bahasa Jawa, ‘amba’ yang berarti menulis dan ‘nitik’. Ya, batik memang identik dengan masyarakat Jawa meskipun ada beberapa daerah lain yang juga memiliki batik. Batik atau dalam Bahasa Jawa ‘mbatik’ berarti ‘mbatate tekok sitik’ yang artinya membatik membutuhkan kesabaran luar biasa, mengingat proses pembuatannya yang sangat lama.

Batik juga memiliki berbagai macam motif dengan kandungan filosofi yang dalam, seperti motif parang,  Wahyu Tumurun, Berawalan Sida, Garuda, Ceplok, Semen, Turuntum – Kawung, dan Pringgondani. Motif-motif ini telah ada turun-menurun dan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: Wajah Baru Batik Tulis

Sebagai salah satu kekayaan negeri yang telah diakui dunia, kian hari batik semakin solid dan semakin banyak inovasi. Salah satu inovasi batik karya anak bangsa yang patut dibanggakan adalah batik Limaran.

Dalam bahasa sansekerta, limaran berarti sutera. Batik Limaran sendiri artinya batik yang dikerjakan di atas kain tenun sutera. Perpaduan antara seni menenun dan seni membatik menjadikannya memiliki nilai artistik yang tinggi. Batik Limaran adalah karya dari Insana Habibie, salah satu anak bangsa yang begitu mencintai seni.

Melalui proses yang panjang, selembar kain Batik Limaran tercipta. Butuh waktu tiga hingga tujuh bulan untuk menyelesaikan selembar kain batik dengan ukuran 250 cm x 120 cm. Selain menggunakan teknik original dengan canting, ada beberapa tahapan dalam pembuatan batik Limaran yang harus dikerjakan dengan bantuan teknologi komputer.

Dimulai dengan tahap pre plimary design. Tahap ini adalah tahap pematangan konsep. Kemudian berlanjut dengan sketsa-sketsa awal dan sketsa-sketsa detail. Setelah itu dirakit secara harmoni antara detail desain dan detailnya. Menentukan alur adalah pangkal utama dari proses ini. Insana menggunakan teknik digital 3 dimensi untuk mendapatkan detail yang harmoni.

Setelah proses pre plimary usai, baru masuk pada tahap pembatikan di atas kain mori dengan tangan dan canting.

Batik limaran sendiri mengambil motif-motif yang telah ada dan dituangkan menjadi seklumit bagian ornamental dari kain itu. Motif parang misalnya, digambar sesuai dengan pakem yang ada namun hanya ukurannya saja yang disesuaikan dengan desain detail Batik Limaran.

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY