Riwayat Tenun Ikat Sumbawa Kini

0
419
Tenun Ikat Sumbawa
Instagram ungutoilet

Kain tenun ikat merupakan kain tenun dimana motifnya tercipta menggunakan teknik ikat pada bagian-bagian tertentu. Bagian kain yang terikat tidak terwarnai ketika dicelupkan ke dalam cairan pewarna. Namun, bagian yang diikat haru diperhitungkan sedemikian rupa agar dapat membentuk motif-motif yang diinginkan.

Tenun ikat telah dikenal oleh komunitas Sasak – kalangan terbatas – sejak lama, namun mulai populer dan berkembang pada tahun 1960-an, ketika berdiri beberapa perusahaan tenun milik perorangan di kota.

Masyarakat menggunakan Alat Tenun Buka Mesin (ATBM) karena dipandang lebih efisien dan dapat memproduksi lebih banyak dibanding menggunakan Alat Tenun Tradisional yang disebut gedongan.

Industri tenun ikat berjaya dan mencapai masa keemasannya pada sekitar dekade 1980-an, saat pemerinta daerah Nusa Tenggara Barat mencanangkan program mencintai produk dan hasil karya sendiri, dan menetapkan penggunaan tenun ikat sebagai pakaian kerja Pegawai Negeri Sipil pada hari-hari tertentu.

Namun, masa keemasan tersebut tidak berjalan lama karena minat masyarakat terhadap tenun ikat mulai memudar sejak dekade 1990-1n. Penyebabnya ada banyak faktor, antara lain karena merebaknya industri tekstil nasional dan daerah lain, baik kuantitas maupun kualitas yang membanjiri pasar lokal dengan harga yang kauh lebih menarik daripada tenun ikat.

Nah, agar tenun ikat tidak termakan zaman, perlu ada langkah untuk melestarikannya. Keindahan tenun ikat harusnya bisa menjadi harta berharga yang menjadi kebanggaan bangsa.

Baca Artikel Ini: Mengenal Beragam Tenun Ikat yang Memikat Hati

Tenun ikat dapat dibedakan berdasarkan bagian benang yang diikat:

Tenun Ikat Lungsin

Bernama lungsin karena motif-motifnya dibuat dengan mengikat bagian-bagian benang lungsin/ vertikal dalam proses pewarnaan.

Tenun Ikat Pakan

Jenis kain tenun ikat ini memiliki motif yang dibuat dengan mengikat bagian benang pakan/ horisontal dalam prosess pewarnaan.

Tenun Ikat Ganda atau Gringsing

Ini merupakan jenis tenun ikat dengan teknik pembuat yang paling rumit, karena bagian benang, baik yang lungsing/ vertical maupun benang pakan/ horizontal, keduanya diikat dan dicelupkan ke dalam zat pewarna.

Sumber: Warisan Budaya Takbenda Indonesia Penetapan Tahun 2013

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here