Ciri Khas Busana dan Tata Rias Pengantin Solo

0
6259
mempelai solo
Ilustrasi Pengantin Solo - Foto. Ridha Kusumabrata-R Photography: Dok. Mahligai

Jas beskap dan busana kebaya merupakan ciri khas yang identik dengan pengantin Jawa. Jika dirunut merunut sejarahnya, busana pengantin Jawa yang kini telah banyak dikenal masyarakat bersumber dari busana para raja-raja dan permaisuri Kraton Surakarta.

Seiring dengan perkembangan zaman, beragam modifikasi pun diterapkan pada busana pengantin. Baik pada materi bahan yang dipergunakan, maupun model potongan busana kebaya untuk mempelai wanita ataupun beskap bagi pengantin pria.

Berikut ini adalah penjelasan ciri khas utama busana dan tata rias pengantin.

Busana Mempelai Wanita
Kebaya panjang merupakan busana yang menjadi ciri khas utama pengantin Solo Putri. Panjang kebaya pun kian bervariasi, ada yang di atas lutut, di bawah lutut bahkan panjang kebaya hingga menyentuh lantai. Sebagai bawahan, menggunakan kain batik bermotif yang memiliki makna mulia. Seperti batik motif Sido Asih yang bermakna harapan saling menyayangi sesama manusia atau Sido Mukti yang berarti kebahagiaan lahir dan batin.

Tata Rias Wajah

Paes Solo Putri
Paes Solo Putri – Dok. Mahligai

Apa lagi kalau bukan paes yang menjadi ciri khas utama tata rias pengantin solo. Paes sendiri merupakan ukiran hitam di dahi yang memiliki bentuk khas dan makna tersendiri. Baik pada pengantin Solo Putri maupun Solo Basahan, paes terdiri dari empat bentuk yaitu gajahan, pangapit, penitis, dan godheg.

Gajahan berada pada bagian tengah dahi berupa lengkungan berbentuk bulat menyerupai telur bebek. Sedangkan pengapit yang berbentuk lebih runcing berada di sisi kanan dan kiri gajahan. Sebelah kanan dan kiri pengapit disebut penitis yang berbentuk seperti ujung telur ayam berukuran kecil. Terakhir yang berada di pelipis ialah godheg yang berbentuk seperti lengkungan bunga kantil.

Sementara untuk tata rambut, pengantin Solo menggunakan sanggul menyerupai bokor tengkurap. Tak lupa hiasan ronce melati, kembang goyang, dan pin rambut bernama sundhuk muntul.

Busana Mempelai pria

mempelai pria solo
Mempelai Pria Solo – Foto. Ridha Kusumabrata-R Photography: Dok. Mahligai

Beskap ialah semacam jas pria Jawa resmi dengan bentuk tidak berkerah lipat.  Pada mempelai pria Solo, beskap dipadankan dengan kain batik bermotif serasi seperti yang dikenakan mempelai wanita.

Untuk hiasan kepala, mempelai pria menggunakan blangkon, penutup kepala khas tradisional Jawa. Terdapat berbagai bentuk blangkot yang beredar. Dahulu, blangkon dipakai dengan cara dililit dan diikat dengan simpul rumit.Namun kini, blangkon sudah siap pakai dan lebih praktis. Aksesori lain untuk mempelai pria yakni bros dada, kalung rangkaian melati, sertai keris ladrang berhias untaian melati.

Text. Tim Mahligai-Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here