Jangan Salah! Ini Makna Seru 5 Kain Pengantin Jawa

0
26

Siapapun akan merasa cantik dan gagah dengan memakai kain batik. Eh, tapi jangan salah kain tradisional tak cuma batik saja. Cekidot deh 5 Kain Pengantin Jawa ini!

Nusantara ini kaya sekali kain tradisional! Tapi jangan salah, tak semuanya bisa digunakan pas pernikahan alis dipakai para pengantin.

Bagaimana dengan batik?

Pada adat tradisional pengantin Jawa, ada kain motif batik tertentu yang hanya bisa digunakan saat pernikahan berlangsung.

Apalagi kalau bukan ada simbol-simbol yang tersirat maupun tersurat pada kain yang sangat esensial banget.

Simbol yang mengajarkan perilaku dalam mahligai kehidupan juga disampaikan melalui selembar kain.

Itulah sebabnya, ada jenis-jenis kain motif tertentu yang khusus diperuntukkan bagi perhelatan pernikahan dan pengantin. Motif tertentu bukan hanya diperuntukkan bagi mempelai.

Dalam perhelatan pernikahan secara adat, orangtua kedua mempelai juga memakai kain jenis motif tertentu yang sarat makna dan simbol dalam mengarungi rumah tangga.

Oh ya, berikut 5 kain pengantin Jawa beserta artinya masing-masing…

 

KAIN SINDUR IBU

Sosok ‘sindur’ adalah sebuah kain panjang yang berwarna merah dengan tepinya warna putih. Panjang kain tersebut kira-kira antara satu setengah sampai dua meter.

Kain ini digunakan dalam upacara adat pengantin Jawa. Makna dari upacara singkepan sindur tentunya mengharap agar kedua pengantin bisa hidup rukun sampai tua nanti.

Kain sindur juga dipakai oleh kedua orangtua mempelai, dimana kain dibentuk menyerupai setagen atau dililitkan di bagian pinggang.

Foto ini menggambarkan kain motif sindur yang dibentuk menyerupai torso yang dipakai ibu mempelai. Pemakaian sindur oleh orangtua sebagai simbol bahwa dialah yang punya hajat atau sebagai tuan rumah perhelatan pernikahan.

 

KAIN JUMPUTAN

Kain jumputan ini biasanya dipakai pengantin saat upacara siraman. Cara pakainya, kain dililitkan di badan calon mempelai wanita, seperti kemben, kemudian bagian atas pundak menggunakan ‘penutup’ ronce melati.

Soal warna, biasanya memakai jumputan warna hijau. Namun, kini soal warna mulai banyak pilihan, disesuaikan dengan tema warna pernikahan.

 

Baca 5 Kerajinan Alami Asal Nusantara Ini Benar-Benar Keren

 

MOTIF SIDO ASIH

Namanya Jawa banget, ya! Pastinya nih, secara filosofis ‘Sidoasih’ punya makna kehidupan manusia yang penuh dengan kasih sayang. Sidoasih juga melambangkan harapan kehidupan yang harmonis untuk mencapai ketenteraman dunia maupun di akhirat.

Dalam upacara pernikahan, Sidoasih biasanya menjadi busana malam pengantin. Motif ini mengandung doa agar kehidupan rumah tangga pasangan tersebut selalu dipenuhi dengan kasih sayang, saling mencintai, dan keromantisan.

 

MOTIF SIDO MUKTI

Motif batik klasik Solo maupun Yogyakarta dengan nama depan ‘sido’ punya arti ‘menjadi’.

Batik motif Sido Mukti mengandung makna kemakmuran, yakni harapan agar pengantin menjadi makmur dan sejahtera.

Nah, batik motif Sido Mukti dipakai pengantin adat Jawa pada tahap acara siraman, kerikan (membersihkan anak-anak rambut), ijab dan panggih.

Ornamen yang cukup menonjol adalah berbentuk sayap kupu-kupu, sebagai simbol harapan yang indah dan tinggi.

 

 

KAIN SINDUR AYAH

Jika tadi ada Kain Sindur Ibu, ada juga Kain Sindur Ayah. Ya! Kain sindur juga dipakai ayah mempelai, sebagai pertanda dirinya adalah sang empunya hajat atau tuan rumah.

Hanya saja, kain sindur dibentuk menjadi seperti setagen yang dililitkan di pinggang. Kain ini dipakai sang pemangku hajat pada bagian luar beskap sehingga sedikit terlihat menutup pinggang.

 

 

 

 

Tim Mahligai Indonesia

Foto Utama: taldebrooklyn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here