Kemolekan Lembaran Tenun dalam Jalinan Lungsi Pakan di JFFF  

0
67

Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2019 berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) mempersembahkan show bertema “Jalinan Lungsi Pakan” yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Tema ini sebenarnya bukanlah tema baru mengingat setiap tahun tema Jalinan Lungsi Pakan ini konsisten diusung. Lantas, apa sih maknanya? Makna benang yang disusun lurus secara vertikal (lungsi) dan sebagian lainnya disusun lurus secara horizontal (pakan) kemudian dijalin dengan teknik khusus menggunakan alat tenun melalui sentuhan para perajin. Hal ini merepresentasikan cinta, semangat, kesabaran, ketekunan, serta nilai sejarah, dan estetika yang terkandung di dalam selembar kain tenun.

“Jalinan Lungsi Pakan merupakan jalinan benang yang membentuk keindahan kain tenun sebagai salah satu wastra Nusantara. Hal ini mencerminkan sinergi yang terjalin baik antara JFFF dan Cita Tenun Indonesia yang saling melengkapi satu sama lain dalam misinya memajukan industri mode Indonesia berbasis budaya Nusantara.”, demikian ujar Soegianto Nagaria, Chairman JFFF 2019.

Dalam shownya kali ini, CTI menampilkan desainer-desainer yang kesemuanya menggunakan kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia.

Eridani menggunakan tenun Sulawesi Tenggara, Yogie Pratama menggunakan kain tenun Sambas, Didi Budiardjo menggunakan kain tenun Tidore Serta pemenang Next Young Promising Designers tahun 2018 yakni Koko Rudi yang menggunakan kain tenun Bali dan tenun polos serta Enrico Marsall yang menggunakan kain tenun lurik dari Jawa Tengah.

Kain-kain tenun ini diolah menjadi sebuah karya mode yang modern sesuai trend terkini tanpa meninggalkan nafas budaya aslinya. Seluruh karya ditampilkan menjadi sebuah narasi berupa ajakan untuk melestarikan kain nusantara sebagai warisan kekayaan budaya.*

Foto: Dokumentasi JFFF

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here