Yuk! Mengenal 8 Motif Batik Paling Umum Dipakai

0
35

Sensasi memakai batik memang beda dan unik. Apalagi kalau bukan karena semburat pesona motifnya yang menawan dan ya, etnik banget! Ya, motif batik tuh keren, euy…

Dalam sebuah motif batik pula terdapat filosofi yang mendalam. Motif-motif yang biasanya telah ada turun temurun dan erat  kaitannya akan kehidupan sehari-hari masyarakatnya.  Beberapa motif batik yang kerap dijumpai antara lain:

 

  1. Motif Parang

Berasal dari kata ‘pereng’ atau tebing/lereng dan juga berarti senjata. Konon motif ini tercipta ketika Raja Mataram berkelana dan menemukan tebing untuk bertapa. Saat ini batik motif parang bebeas digunakan. Namun dulu, hanya boleh digunakan untuk kerabat keraton.

 

2. Motif Wahyu Tumurun

Melukiskan wahyu (anugerah) dari Tuhan. Biasanya batik motif ini digunakan saat acara 7 bulanan ataupun upacara siraman pengantin dan akad nikah.

 

3. Motif Berawalan Sida

Mengandung harapan untuk mendapatkan kasih sayang dari sesama. Beberapa kain batik berawalan sida adalah sida mukti, sida asih, sida mulya dan lain sebagainya.

 

Baca Keren! Ini 5 Jenis Batik dalam Tradisi Pernikahan Jawa

 

4. Motif Garuda

Motif klasik yang memiliki banyak nama khusus. Salah satunya adalah Semen Rama yang mengandung Hasta Brata (delapan ajaran agama hindu). Biasanya kain motif ini dipakai untuk menghadiri upacra perniakahan.

 

5. Motif Ceplok

Motif batik yang berisi bentuk-bentuk bunga, buah, daun dan binatang dan variasinya terletak dalam bidang-bidan geometris

 

6. Motif Semen

Berasal dari kata semi, yang berarti tumbuh atau bersemi dari dalam tanah. Dan tanah merupakan bagian dari gunung. Dalam hasta brata, gunung tertinggi adalah mahameru yang melambangkan keadilan.

 

7. Motif Truntum – Kawung

Diciptakan oleh permaisuri Paku Buwana III (Kanjeng Ratu Kencana) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Biasanya digunakan dalam upacara pernikahan. Sedangkan motif kawung berasal dari bentuk buah kawung ( Buah pohon aren atau kolang-kaling).

 

  1. Motif Pringgondani

Pringgondani adalah sebuah nama kerajaan tempat asal Gatotkaca.Motif Pringgondani biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga coklat, serta penuh sulur-sulur kecil yang diselingi dengan naga.

 

Ah ya, selain delapan batik di atas, adapula batik Limaran. Batik Limaran?

Dalam bahasa sansekerta, limaran berarti sutera. Batik limaran sendiri artinya batik yang dikerjakan si atas kain tenun sutera. Perpaduan antara seni menenun dan seni membatik menjadikannya memiliki nilai artistik yang tinggi. Batik Limaran adalah karya dari Insana Habibie, salah satu anak bangsa yang begitu mencintai seni.

Melalui proses yang panjang, selembar kain Batik Limaran tercipta. “Butuh waktu tiga hingga tujuh bulan untuk menyelesaikan selembar kain batik  dengan ukuran 250 cm x 120 cm,” tutur Insana. Selain menggunakan teknik original dengan canting, ada beberapa tahapan dalam pembuatan Batik Limaran yang harus dikerjakan dengan bantuan teknologi komputer.

 

 

 

 

Theresia Triomegani

Foto. Dok. Limaran Batik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here