Ragam Inspirasi Busana Pengantin Adat Sunda

0
296

Berdasarkan sejarahnya, tercatat ada beberapa nama keraton dan kerajaan yang pernah berkuasa di tanah Pasundan. Di kemudian hari, kerajaan-kerajaan yang berkuasa ini yang turut memberi pengaruh pada gaya busana pengantin Sunda.

Secara umum, ciri khas pengantin Sunda ada pada pemakaian hias sirih tumbal berbentuk wajik yang dipasang di antara kedua alis, serta hiasan godek berbentuk kembang turi. Meskipun begitu tidak semua ragam busana pengantin tampak serupa. Ada beberapa detail lain yang jika kita simak memiliki perbedaan yang mendasar.

Untuk Anda yang ingin mengusung adat Sunda pada pesta pernikahan nanti jangan sampai asal pilih. Mari kita amati masing-masing detail keunikan ragam busana pengantin Sunda berikut ini.

Busana Pengantin Sunda Putri

pengantin sunda putri
Mempelai Wanita dan Pria Pengantin Sunda Putri – Dok. Mahligai

Ciri khas tatanan rambut pengantin Sunda Putri berbentuk Puspasari. Keunikan sanggup Pusapasari ada pada bentuknya yang simetris dan bukan sanggul tempel. Rambut asli sang mempelai akan dibuat dengan menggulung secara melingkar.

Lalu tak lupa dihias dengan roncean bunga melati yang dipasang di sanggul maupun menjuntai ke dada, serta disematkan perhiasan berupa kembang goyang atau cenduk mentul, dan tiara.

Sementara sang mempelai pria Pengantin Sunda Putri mengenakan jas buka Prangwedana berwarna senada dengan pengantin wanita. Demikian pula dengan kain batik yang dikenakan pengantin pria, disesuaikan dengan kain pengantin wanita. Sebagai penutup kepala dipakaikan bendo (semacam blangkon pada pria pengantin jawa) yang berhiaskan permata. Lalu tak lupa keris yang disisipkan di pinggang sebagai simbol perlindungan dan lambang kegagahan.

Busana Pengantin Sunda Siger

Tata Rias dan Busana Tien Santoso. Model Shinta Look Indonesia Inc

Berbeda dengan Sunda Puteri, pengantin wanita Sunda Siger memakai mahkota yang disebut Siger. Pemakaian mahkota Siger ini pun sekaligus menjadi tanda kebesaran kerajaan Sunda saat itu.

Untuk mempelai wanita, pengantin Sunda Puteri sama dengan pengantin Sunda Siger. Keduanya sama-sama mengenakan kebaya kartini dengan bawahan kain motif sidomukti, lereng eneng atau motif Garutan. Begitu pula dengan gaya sanggul yang sama-sama bergaya Puspasari.

Busana Pengantin Sukapura

Busana Pengantin Sukapura – Sanggar Liza. Model. sIlvi dan Yama

Busana pengantin Sukapura umum dipakai masyarakat sekitar Tasikmalaya. Dahulu, di wilayah tersebut tidak ada kerajaan, yang ada adalah kaum bangsawan yang berkuasa. Oleh sebab itu, jangan heran bila tidak ada tradisi mahkota bagi pengantin pria.

Ada beberapa pilihan warna busana yang bisa dipilih, antara lain merah marun, biru, merah, hijau, kuning, yang semuanya dalam nuansa warna muda yang ringan. Seperti pengantin Galuh, pengantin Sukapura memakai kain dan kebaya Sunda serta menggunakan sanggul Priangan. Ciri khas busana pengantin Sukapura juga terletak pada bentuk godek yang berbeda. Tidak melingkar ke luar seperti pada umumnya tetapi jusrtu mengarah ke dalam.

Busana Pengantin Santana Inten Kedaton

Busana Pengantin Santana Inten Kedaton – Sanggar Liza. Model.

Gaya khas busana pengantin ini ada pada umumnya dipakai oleh masyarakat Ciamis. Busana pengantin Santana Inten Kedaton merupakan replika busana bangsawan kerajaan Galuh dengan ciri khas warna bungur atau ungu berhias payet manik keemasan. Pada bagian pundak dan dada ditutup dengan hiasan berbentuk teratai warna keemasan yang terkesan agung dan mewah, lengan atas mengenakan hiasan kilat bahu, sementara pinggang berhiaskan pending keemasan.

Sedangkan pada hiasan kepala berupa Siger Ratu Haur Kuning serta ronce melati yang menjuntai hingga pinggdang. Sikap kerajaan Galuh yang menolak dominasi kerajaan jawa terlihat pada gaya busana. Mereka tidak memakai kebaya kartini, tetapi kebaya Sunda yang khas dengan potongan coak leher dan tanpa lidah serta selalu memakai kain Sunda. (*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY