Ragam Motif Ulos untuk Pernikahan Adat Batak

0
180
pengantin adat toba
Ilustrasi Pengantin Adat Toba - Dok. Mahligai

Berbicara seputar kain khas Batak tentu tak bisa terlepas dari kain ulos. Orang Batak sendiri sebenarnya sudah mengenal ulos sejak abad ke-14 lalu, selaras dengan masuknya alat tenun tangan dari India. Seperti halnya dengan motif batik dari Jawa atau tenun Palembang, kain ulos juga memiliki motif khas yang dipergunakan sesuai dengan makna dan fungsinya.

Selain digunakan sebagai pakaian sehari-hari, ulos juga dimanfaatkan sebagai simbol perantara memberi berkat dari seseorang yang dihormati. Oleh karena itu, dikalangan orang Batak dikenal dengan istilah ‘mangulosi’ alias memberi ulos. Prosesi mangulosi ini juga tidak boleh sembarangan, hanya orang yang lebih tinggi kerabatan bisa memberi ulos kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Misalnya, orangtua mangulosi anaknya, tapi anak tidak boleh mangulosi orangtua.

Dalam upacara perkawinan adat Batak, ada beberapa motif ulos yang biasa dipakai diantaranya sebagai berikut :

Ulos Ragidup

Bisa dikatakan ulos jenis ini memiliki derajat yang paling tinggi. Sesuai namanya, Ulos Ragidup yang diartikan lambang kehidupan ini  memiliki warna, lukisan, dan corak yang terkesan seolah benar-benar hidup. Jenis ulos ini pun memiliki proses pengerjaan yang sangat sulit.

Selain menjadi lambang kehidupan, Ulos Ragidup juga menjadi lambang doa restu untuk kebahagiaan dalam kehidupan. Dalam upacara perkawinan adat, ulos ragidup akan diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada orangtua pengantin lelaki. Ulos Ragidup juga termasuk ke dalam kategori Ulos Passamot.

Ulos Ragi Hotang

Ulos Ragi Hotang termasuk dalam kategori Ulos Pengantin (Hela). Dalam bahasa Batak, hela berarti menantu. Pada prosesi pernikahan adat Batak, ulos ini akan diberikan diberikan oleh orangtua pengantin wanita kepada sepasang mempelai. Pemberian ulos hela juga bermakna orang tua pengantin wanita telah memberikan restu kepada putrinya untuk dinikahi oleh laki-laki yang telah di sebut sebagai “Hela” (menantu). Cara pemberiannya adalah dengan menyampirkan kain ulos dari sebelah kanan lalu disimpul pada bagian dada.

Ulos Holong

Secara bahasa, holong dalam bahasa Batak berati kasih. Itulah sebabnya, ulos ini diberikan oleh semua pihak keluarga pengantin wanita sebagai simbol kasih sayang mereka kepada kedua pengantin.

Ulos Sodum

Ulos yang identik dengan warna merah dan motif bunga yang ramai ini menyimpan makna suka cita. Pada prosesi pernikahan adat Batak, Ulos Sodum termasuk dalam jenis Ulos Si Hutti Ampang yang akan diberikan oleh pihak keluarga wanita kepada saudara perempuan dari pengantin pria. (*)

 

Teks. Tim Mahligai-Indonesia

 

 

LEAVE A REPLY