Sentuhan Henna dalam Ritual Pernikahan Tradisional hingga Modern

0
235
henna
Ilustrasi henna art

Anda mungkin sudah tak asing dengan henna, torehan berwarna merah yang berasal dari daun pacar ini kerap menjadi elemen dekoratif pengantin wanita. Penggunaan henna dalam pernikahan sendiri sebenarnya bukan hal baru. Berasal dari budaya Timur Tengah, pemakaian henna oleh pengantin wanita sudah berlangsung di Indonesia sejak berabad-abad silam. Bahkan, prosesi pemakaian henna menjadi salah satu ritual adat yang digelar di beberapa daerah Nusantara.

Suku Bugis Makkasar misalnya, prosesi ber-henna atau menoreh daun pacci (daun pacar) ini merupakan salah satu ritual dalam prosesi mappacci. Daun pacci yang telah ditumbuk halus dibentuk bulat, lalu kemudian diletakkan dan diusap ke tangan calon pengantin sambil diiringi doa agar calon mempelai dapat memiliki rumah tangga yang bahagia. Oleh suku Bugis, daun pacci sendiri merupakan lambang kesucian dan jiwa yang bersih.

Senada dengan prosesi mapacci, di Minangkabau ada pula tradisi khusus menorehkan daun pacar ke kuku tangan calon mempelai wanita yang dikenal dengan istilah Malam Bainai. Yang unik, jumlah kuku yang diberi daun pacar ini harus ganjil dengan jumlah maksimal sembilan jari. Selama prosesi pemberian inai biasanya orang yang menorehkan daun inai akan membisihkan nasihat ke telinga calon anak daro.

Henna untuk Pengantin Modern

Menurut penuturan seorang henna artist, Kiki, semenjak era tahun 2000-an, seni henna mulai dikenal banyak orang oleh pengantin modern. Jika pengantin tradisional sebatas menggunakan daun pacar di bagian jari kuku tangan saja, maka pengantin modern menorehkan henna hingga tangan dan kaki. Berbagai bentuk ukiran dan pola beragam yang semakin indah dipandang.

Sedangkan untuk pilihan motif henna, Kiki juga menjelaskan bahwa tidak ada desain yang baku.  Para henna artist dapat mengukir bebas sesuai keinginan, imajinasi, kreasi. Bahkan, kamu sendiri pun bisa meminta motif yang diinginkan. Meskipun demikian, desain yang paling terkenal berasal dari India, Arab, Pakistan dan Afrika. Biasanya, para henna artist menjadikan desain tersebut sebagai acuan.

Motif seperti kuncup bunga, bunga teratai, dan daun, merupakan motif henna yang sering digunakan sebagai henna art. Masing-masing henna art pun memiliki makna tersendiri. Meskipun dianggap hanya mitos belaka, masing-masing motif dan makna berikut ini, bisa menjadi inspirasi untuk motif ukiranmu kelak.

  1. Bunga menggambarkan kebahagiaan dan kegembiraan
  2. Bunga teratai merekah menggambarkan cahaya dalam kebangkitan jiwa manusia, keindahan, kreativitas, sensualitas, feminitas dan kemurnian.
  3. Seribu kelopak bunga teratai menandakan sebagai penyatuan jiwa dengan “sumber illahi”.
  4. Kuncup menggambarkan sebagai awal menuju kehidupan baru.
  5. Matahari, bulan, bintang tandanya pasangan cinta abadi.
  6. Daun menggambarkan umur panjang, pengabdian.
  7. Gelombang mengibaratkan aliran air yang mengalir membawa kehidupan dan juga disimbolkan sebagai emosi jiwa seorang manusia.
  8. Burung merak sebagai tanda kecantikan.

 

Bagaimana, tertarik menggunakan henna art untuk hari pernikahanmu nanti?

LEAVE A REPLY