Lima Pilihan Alat Kontrasepsi Untuk Para Pria

0
283
alat kontrasepsi pria
Ilustrasi - Freepik

Anda baru saja menikah? Kemungkinan besar Anda dan pasangan belum mempertimbangkan untuk menunda kehamilan. Namun bagi yang sudah memiliki dua, tiga anak, atau bahkan lebih, bisa jadi Anda sudah mulai memikirkan masalah ini. Nah, untuk menunda kehamilan, maka digunakanlah alat kontrasepsi yang tepat guna. Bagi masyarakat umum, lebih ditujukan untuk kaum wanita; mulai dari pil KB, suntik KB, susuk KB, IUD, spermatisida hingga vagina diafragma.

Kok wanita saja, lantas pria bagaimana? Setelah pil KB (Keluarga Berencana) ditemukan di tahun 1960an, alat kontrasepsi untuk pria memang masih itu-itu saja dan belum banyak mengalami perubahan. Pria biasanya memakai kondom jika ingin mencegah kehamilan akibat bercinta. Namun tahukah Anda, ternyata ada banyak pilihan alat kontrasepsi bagi pria. Apa saja?

Kondom

Dari dulu hingga sekarang, kondom adalah jenis alat kontrasepsi bagi pria yang paling umum dan paling banyak digunakan. Kondom memang praktis dan mudah sekali ditemukan. Bahkan beberapa tahun belakangan, kondom bisa ditemukan dalam berbagai bentuk sampai rasa yang berbeda.

Meskipun perkembangan kondom sudah demikian canggih, namun ternyata masih banyak pria yang malas memakai kondom, karena merasa alat kontrasepsi ini menurunkan kualitas aktivitas kesulitan menemukan ukuran kondom yang tepat, entah itu karena alasan terlalu kecil atau malah memang tidak bisa menurunkan risiko kehamilan atau penyakit menular seksual sampai 100 persen. Bahkan menurut Food and Drugs Administration (badan yang mengatur makanan dan obat-obatan) AS, kondom memiliki kegagalan rata-rata 14% dalam kondisi tertentu. Sementara itu, rata-rata tingkat kegagalan pil KB wanita kurang dari satu persen.

Coitus Interruptus

Menurut pakar seks, Boyke Dian Nugraha, metode ini adalah teknik di mana pria menarik penis sebelum ejakulasi selama berhubungan seks, sehingga sperma di luar bagina. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kehamilan terhadap pasangannya. Dikenal juga dengan istilah ‘pull-out’, metode initernyata cukup populer di kalangan pria. Ketika malas memakai kondom, pria membujuk pasangan agar mau melakukan metode ini. Caranya adalah dengan menarik ‘Mr. P’ sebelum berejakulasi. Karena tak menggunakan alat apapun, tidak ada jaminan bahwa metode ini ampuh menunda kehamilan. Meskipun bisa mencegah kehamilan, namun risiko penyakit menular seksual bisa tetap muncul, karena adanya kontak antar kelamin pria dan wanita.

Pil Oral

Tidak seperti pil KB bagi wanita yang sudah ditentukan berpuluh tahun lamanya, upaya membuat pil KB bagi laki-laki selalu saja menemukan kegagalan. Jika pil KB umumnya diperuntukkan untuk dikonsumsi oleh wanita, kini sebuah penelitian di Bar-Ilan University, Israel, akhirnya mampu menciptakan pil oral yang dapat menonaktifkan sperma sebelum mencapai Rahim. Cara kerjanya adalah dengan menghambat kecepatan sperma ketika mengejar sel telur, sehingga kecil kemungkinannya untuk hamil ketika bercinta.

Versi yang dikembangkan dalam penelitian ini mengharuskan seorang pria untuk mengonsumsi dengan kontrasepsi suntik, pil KB untuk laki-laki ini tidak menggunakan kombinasi dari hormone laki-laki testosterone dan hormone perempuan progesterone untuk menghambat terjadinya kehamilan. Pil yang telah dikembangkan ini adalah sebuah tablet yang bisa menghilangkan protein vital di dalam sperma, meskipun sperma bisa menembus Rahim, namun sperma tidak memiliki kemampuan untuk membuahi sel telur.

Ultrasonografi

Alat kontrasepsi untuk pria terbaru yang saat ini sedang dikembangkan adalah dengan metode perlakuan ultrasonografi. Dengan metode ini, kecepatan sperma bisa diturunkan, sehingga sulit untuk membuahi sel telur. Namun sampai saat ini, alat kontrasepsi tersebut baru diujicobakan pada hewan laboratorium. Dan belum ada kepastian apakah cukup aman digunakan pada manusia, atau tidak. Karena apabila tidak mampu dikontrol, sperma bisa mati seluruhnya dan justru malah memicu kemandulan pria.

Vasektomi

Menurut para ahli, metode kontrasepsi yang paling aman dan efektif adalah vasektomi atau dalam istilah awam dikebiri. Kenapa disebut paling efektif? Karena ini adalah metode kontrasepsi permanen, yang membuat pria tidak mampu lagi membuahi sel telur wanita untuk selamanya. Selama proses vasektomi, saluran yang mengalirkan sperma dari testis ke alat kelamin diikat atau diputus. Sehingga pria tidak mampu menghasilkan sperma lagi dan membuahi sel telur. Vasektomi pun biasanya dilakukan bagi pasangan yang memang benar-benar tak ingin punya anak lagi, namun masih tetap aktif bercinta.

Mengingat metodenya yang permanen, maka vasektomi biasanya menjadi pilihan terakhir pria untuk ber-KB.

Teks: Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY