Ssst! Ini 5 Tumbuhan Oke Untuk Kontrasepsi Tradisional

0
5

Sebagian besar pasangan menikah ingin punya anak. Tapi ada juga yang ingin menunda punya anak. Bagaimana dengan tumbuhan sebagai kontrasepsi tradisional?

Ya, dari antara kita mungkin ada yang ingin menunda kehamilan untuk beberapa alasan tertentu.

Serunya, nih, sudah banyak pilihan alat kontrasepsi yang mudah didapatkan, baik di minimarket, apotek, hingga rumah sakit.

Errr… Tapi pasangan ogah banget pakai deretan alat kontrasepsi tersebut?

Tenang, ini 5 tumbuhan yang bisa berfungsi sebagai alat kontrasepsi alami.

 

Pare

Pare ternyata mengandung senyawa golongan flavonoid yang dapat menghambat enzim aromatase (enzim yang berfungsi mengkatalisis konversi androgen menjadi estrogen).

Hal tersebut menghasilkan peningkatan konsentrasi testosteron yang berefek pada penghambatan spermatogenesis.

Ekstrak pare (khususnya biji) juga mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin, momordikosida triterper, dan cucurbitacin yang dapat menurunkan jumlah dan kualitas sel sperma.

 

Biji Kapas (Mian Hua Zi)

Banyak penelitian menemukan poin kalau minyak dari biji kapas bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi.

Hal tersebut didasarkan pada penemuan di Tiongkok, bahwa minyak dari biji kapas mengandung zat aktif gosipol.

Zat ini bisa menyebabkan degenerasi sel yang memproduksi sperma, sehingga pria yang mengonsumsi akan mengalami ketidaksuburan.

Tak hanya itu, biji kapas yang punya rasa pedas dan bersifat panas ini juga dapat digunakan sebagai tonik untuk hati dan ginjal, menghentikan pendarahan, menguatkan tulang punggung dan lutut, Pereda demam, pelembut kulit dan antiradang.

Selain itu tanaman ini juga mempunyai efek anti-bakteri dan anti-virus.

 

Baca Selain Lulur, Ini Ritual Perawatan Pra-Nikah Calon Pengantin Wanita

 

Kemuning

Kenal atau tahu kemuning? Nah, ekstrak kemuning mengandung indol alkaloid yang bersifat toksis.

Sifatnya ini bisa menurunkan kemampuan gerak (motilitas), kemampuan hidup (viabilitas), integritas sperma, dan berujung penurunan kualitas sperma.

Gandarusa

Gandarusa diyakini mampu memengaruhi produksi enzim hyaluronidase yang berfungsi melunakkan dinding pada sel telur sehingga sperma dapat menembus sel telur wanita untuk proses pembuahan.

Sebelumnya telah dilakukan penelitian pada spermatozoa mencit untuk mengetahui efek gandarusa terhadap penurunan aktifitas hyaluronidase.

Akibat pemberian ekstrak gandarusa, maka sperma tidak mampu menembus sel telur, sehingga berimbas ke turunnya aktifitas hyaluronidase.

 

Biji Pepaya

Beberapa penelitian juga telah dilakukan pada biji papaya untuk mengetahui manfaatnya sebagai alat kontrasepsi.

Penelitian dilakukan dengan menyuntikkan ekstrak biji papaya kepada tikus dan membuktikan bisa menurunkan spermatogenesis (sel sperma yang matang dalam spesies jantan atau proses pembentukan mani).

 

Bagaimana, kira-kira kamu bakal pilih yang mana?

 

 

Tim Mahligai Indonesia

Berbagai sumber / Foto: Freepik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here