Cari Tahu Evolusi Model Aksesori Rambut Tusuk Konde

0
858
Model Tusuk Konde
Ilustrasi Tusuk Konde

Tusuk konde merupakan aksesori rambut yang umumnya digunakan sebagai pemanis sanggul wanita. Memang, pemakaian tusuk konde sudah banyak ditinggalkan oleh wanita modern zaman sekarang. Kendatipun pada kenyataanya, tusuk konde memiliki nilai-nilai filosofis dan sejarah budaya bangsa.

Penemuan sejarah membuktikan bahwa tusuk konde telah digunakan sejak berabad-abad silam. Bahkan dalam prasasti Jawa Kuno, tusuk konde menjadi bagian dari hadiah pada pejabat dalam upacara pendirian desa baru.

Seiring berjalannya waktu, model tusuk konde pun kian berevolusi dari masa ke masa. Berikut adalah gambar beserta penjelasan evolusi model tusuk konde.

1. Repro atau pendokumentasian kembali tusuk konde era Majapahit abad 18 menunjukkan, bentuk asli tidak memiliki mata pada pangkal lengkungan seperti tampak pada gambar. Pada masa ini, tusuk konde berukuran kecil mengikuti gaya rambut cepol pada masa tersebut.

2. Dipergunakan pada awal abad ke-19, dengan ciri desain filigri yang membentuk motif ornamen dan terbuat dari bahan tembaga dan perak.

3. Terbuat dari kulit penyu, bentuknya tipis dan pipih mulai dikenal pada tahun 1940-an.

4. Bentuk lebih lebar, geometris dan pipih dipergunakan awal tahun 1930-an. Terbuat dari campuran perak, tembaga, dan kuningan.

5. Desain berukir dari bahan kuningan mulai populer tahun 1950-an, di kalangan kerabat bangsawan yang menggunakan sanggul tekuk.

6. Bentuk dan desain berbeda dari sebelumnya, dipergunakan oleh putri keraton bersanggul tekuk saat malam midodareni; terbuat dari logam kuningan.

7. Simpel dengan perhiasan batu permata, dipopulerkan oleh para noni Belanda dengan tatanan sanggul ceplok agak besar, sehingga lebih dikenal dengan Tusuk Noni Belanda, semasa pertengahan tahun 1930-an

8. Desain dekoratif kaya ukiran dan aksen permata, terbuat dari logam emas, menjadi favorit pada era tahun 1960-an.

9. Ukuran relatif lebih besar, detail ornamen hasil teknik tatah sehingga dimensi mewahnyaa menonjol; materi aksen berlian pada era 1970-an

10. Bentuk lebih melebar dengan aksen berlian tersebar; sesuai dengan mode rambut sanggul pada akhir abad 19.

11. Mempertahankan konsep klasik mengarah ke kontemporer, dengan dipergunakannya batu-batu mulia bukan berlian.

12, 13 Modifikasi terletak pada desain ornamen dan penggunaan batu-batu mulia dan permata.

14. Memadukan materi emas, berlian, batuu-batuan serta mutiara dengan desain kontemporer merupakan desain terkini yang banyak digemari.

15. Tusuk konde tunggal klasik terbuat dari bahan perak. (*)

 

Text. Tim Mahligai-Indonesia

Foto. Andri Cipto Utomo

Aksesori. Karga Jewelry

LEAVE A REPLY